News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gara-Gara KOVO, Doni Haryono Cs Gagal Tampil di Turnamen Pramusim Liga Voli Korea

Doni Haryono dan skuad Nakhon Ratchasima gagal tampil di KOVO Cup 2025 yang merupakan turnamen pramusim Liga Voli Korea.
Minggu, 14 September 2025 - 10:27 WIB
Doni Haryono di Nakhon Ratchasima
Sumber :
  • Instagram

Jakarta, tvOnenews.com - Doni Haryono dan skuad Nakhon Ratchasima gagal tampil di KOVO Cup 2025 yang merupakan turnamen pramusim Liga Voli Korea.

Kabar ini diumumkan oleh MK Sport, menyusul persyaratan yang diberikan oleh FIVB kepada Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya FIVB memberikan teguran sekaligus larangan kepada KOVO untuk tidak menggelar turnamen pramusim Liga Voli Korea tersebut.

Pasalnya, berdasarkan aturan FIVB bahwa federasi negara tidak boleh menggelar turnamen resmi jika belum setelah tiga pekan kejuaraan dunia voli selesai digelar.

Pihak KOVO sendiri menilai bahwa KOVO Cup 2025 merupakan sebagai friendly match alias ajang tak resmi atau bukan liga reguler.

Namun FIVB tetap menganggap bahwa KOVO Cup 2025 telah melanggar aturan tersebut karena dinilai sebagai turnamen resmi dan liga reguler sehingga tidak boleh digelar apalagi saat ini masih berlangsung kejuaraan dunia voli putra.

Pada musim lalu KOVO Cup tetap digelar karena tidak ada ajang Kejuaraan Dunia Voli. Namun berbeda dengan tahun ini.

Sehingga FIVB tetap berpendirian sesuai dengan aturan yang berlaku yakni tidak boleh ada liga yang dimainkan sebelum tiga pekan Kejuaraan Dunia Voli digelar.

Alhasil kategori putra KOVO Cup 2025 sempat dibatalkan pada Sabtu (13/9/2025) kemarin. 

Namun federasi akhirnya kembali mengumumkan bahwa untuk sektor putra tetap digelar pada Minggu (14/9/2025) pagi WIB.

Akan tetapi federasi mengumumkan sederet persyaratan izin dari FIVB yang tetap berlaku. Yakni melarang tim dan pemain asing untyk berpartisipasi di KOVO Cup 2025.

Sehingga Nakhon Ratchasima yang juga dibela oleh Doni Haryoni resmi mundur dari turnamen pramusim Liga Voli Korea ini.

Maka KOVO Cup 2025 putra resmi akan digelar sesuai jadwal yang ditentukan dan hanya diikuti oleh tujuh tim domestik saja, tanpa Nakhon Ratchasima selaku tim tamu asal Thailand.

Maka Doni Haryono dan kawan-kawan tidak akan tampil di KOVO Cup 2025. Pevoli Indonesia itu memang belum bergabung dengan skuad Nakhon Ratchasima.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya Doni Haryono saat ini masih menjalani tugasnya bersama Berlian Bank Jateng di Livoli Divisi Utama 2025.

(nad)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT