KOVO Resmi Umumkan Aturan Baru di Liga Voli Korea, Kebiasaan Megawati Hangestri Disinggung Volimania
- KOVO
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Megawati Hangestri masih ikut disinggung oleh volimania setelah Federasi Bola Voli Korea (KOVO) merilis aturan terbaru yang akan berlaku pada Liga Voli Korea musim 2025-2026.
Melansir dari MHN Sports, KOVO memperkenalkan sederet regulasi baru yang diyakini akan membuat jalannya kompetisi Liga Voli Korea semakin menarik.
Menurut laporan tersebut, setidaknya ada empat aturan baru yang akan resmi diterapkan, yakni sebagai berikut:
Pertama, penghapusan Green Card. Aturan ini menghapus kartu hijau yang sebelumnya diberikan sebagai simbol sportivitas dan fair play kepada pemain.
Kedua, KOVO menghapus tinjuan tengah rally, di mana tim bisa meminta video challenge di tengah laga tanpa harus bola mati terlebih dahulu.
Ketiga, kebebasan posisi untuk server. Pemain yang melakukan servis kini diperbolehkan berdiri di mana saja sebelum melempar bola. Sementara itu, tim penerima juga dapat mengubah posisi mereka saat server mulai melakukan gerakan servis.
Keempat, aturan Screening. Pemain dari tim server tidak boleh mengangkat tangan di atas kepala hingga bola melewati net. Selain itu, mereka wajib menjaga jarak minimal satu meter dari rekan setimnya dari sudut pandang wasit.
KOVO menegaskan aturan baru ini akan diberlakukan lebih dulu pada KOVO Cup 2025 yang digelar di Gymnasium Jinnam mulai 13 September mendatang.
Meski Megawati Hangestri sudah resmi hengkang dari Red Sparks dan bergabung dengan Manisa BBSK di kasta kedua Liga Voli Turki (Kadinlar 1 Ligi 2025-2026) yang akan dimulai pada 4 Oktober, namanya masih disinggung terutama saat regulasi baru ini diumumkan.
Pasalnya, Megawati dikenal sebagai pemain yang sempat menerima Green Card dari wasit saat membela Red Sparks musim lalu.
Sekadar catatan, kartu hijau pertama kali diterapkan di KOVO Cup 2024. Penghargaan ini diberikan kepada pemain yang menunjukkan kejujuran.
Misalnya mengakui menyentuh bola atau net tanpa menunggu challenge. Hal tersebut dinilai membantu menjaga sportivitas dan fair play tanpa perlu mengulur waktu.
Selain itu ada banyak hal terkait aturan baru ini yang mengingatkan akan penampilan Megawati Hangestri maupun Red Sparks dan tim lainnya di media sosial.
"Biasanya Red Sparks kalau ada yang servis suka main kereta-keretaan"
"Berarti ga boleh bergerombol ya pas serv. Padahal dulu Mega sering saling berpegangan tangan dengan pemain lain ya"
"Jarang ada yang ngaku kan, gak laku kartu hijaunya gak berguna."
"Megawati dulu pernah dapat green card kan"
(nad)
Load more