News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Sebebas di Korea, Turki Pernah Punya Aturan Larangan Atlet Pakai Hijab, Bagaimana Nasib Megawati Hangestri di Manisa BBSK??

Di balik kabar bahagia volimania tanah air sangat bangga atas Megawati Hangestri, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai aturan berpakaian di negara Turki.
Minggu, 13 Juli 2025 - 21:31 WIB
Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Sumber :
  • Red Sparks

tvOnenews.com - Euforia volimania tanah air tak terbendung saat tahu pevoli andalan Timnas Voli Putri Indonesia, Megawati Hangestri bakal menjadi pemain Indonesia pertama yang akan berkarier di Liga Voli Turki.

Namun hal tersebut juga menyisakan pertanyaan mengenai aturan berpakaian di negara tersebut, yang sangat berbeda dengan Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tentunya ini sangat mengkhawatirkan, pasalnya, pemerintah Turki diketahui pernah menerapkan aturan larangan memakai hijab bagi semua atlet dari seluruh cabang olahraga di negara berjuluk Negeri Dua Benua tersebut.

Bintang voli timnas Putri Indonesia yang mencetak sejarah dan sukses besar di Liga Voli Korea, kini Megawati Hangestri menorehkan sejarah sebagai pemain Voli Indonesia pertama yang bermain di Turki.

Hal itu dipastikan setelah Manisa BBSK resmi mengkontrak Megatron, pada Sabtu dini hari (5/7), bertepatan pada hari bahagia resepsi pernikahannya dengan Dio Novandra.

"Selamat datang Megawati Hangestri Pertiwi! Manisa BBSK telah mencapai kesepakatan untuk musim depan dengan Megawati Hangestri, yang bermain di Daejeon Red Sparks V-League Korea Selatan," tulis akun Instagram resmi Manisa BBSK.

Selain itu, kepastian ini sekaligus menjawab teka-teki masa depan Megawati Hangestri setelah sebelumnya dirumorkan bakal berlabuh ke Amerika Serikat hingga Jepang.

Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks
Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

 

Manisa BBSK atau klub yang bernama lengkap Manisa Büyükşehir Belediyespor Kulübü, berdiri pada tahun 1994 lalu dengan nama Manisa Belediyespor.

Bukan hanya Megawati Hangestri saja yang dikontrak dari pemain asing, ada juga Tanja Grosser, pemain senior yang sudah berpengalaman bermain di Liga Voli Jerman.

Tanya Grosser bakal jadi bestie baru Megatron sebagai sama-sama pemain asing.

Kemungkinan besar Tanja Grosser bakal jadi tandem bersama Megawati Hangestri dengan taktik pelatih kepala bernama Gorkem Kazan.

Mereka bakal bahu-membahu untuk membawa Manisa BBSK meraih prestasi hingga dapat promosi klub Sultanlar Ligi.

Megatron bakal jadi tumpuan tim promosi itu untuk mengarungi Kadinlar 1. Ligi atau kasta kedua kompetisi Liga Voli Turki, hanya di bawah Sultan Lar Lig yang menjadi divisi utama atau teratas Voli Putri Turki.

Tak butuh waktu lama, Megawati Hangestri langsung jadi perbincangan hangat warga Turki, hingga menuai pro dan kontra.

Di pihak pro, warga Turki berharap jika Megawati Hangestri di masa depan bisa menembus kasta tertinggi atau Sultanlar Ligi dengan gabung ke klub yang lebih hebat seperti Fenerbahce hingga Vakifbank.

Namun, ada juga netizen Turki yang justru memperdebatkan keputusan Manisa BBSK memilih Megawati Hangestri untuk mengisi slot pemain asing mereka. 

Bukan karena rekam jejak Megawati Hangestri di klub sebelumnya Red Sparks, melainkan penampilan Megatron yang memakai hijab ketika sedang bertanding.

Lebih buruk lagi, ada netizen yang mengungkit aturan dari pemerintah Turki tentang larang atlet memakai hijab di seluruh cabang olahraga negara itu.

Lantas, bagaimana fakta tentang pemerintah Turki yang memberlakukan aturan larangan bagi atlet untuk bermain mengenakan hijab seperti Megawati Hangestri?

Sejak Republik Turki didirikan oleh Mustafa Kemal Ataturk pada 1924, negara tersebut menganut prinsip sekularisme, di mana agama dipisahkan dari negara.

Salah satu implementasinya adalah setiap warga negara dilarang memakai hijab dalam berbagai aktivitas. Hal itu sempat diprotes keras lantaran 96% orang Turki beragama Islam.

Bahkan penerapannya sampai di bidang olahraga, aturan larangan berhijab terlebih dahulu diterapkan untuk atlet dari kampus-kampus di seluruh negara Turki sejak tahun 1997. 

Akan tetapi, amandemen konstitusi Turki pada 2008 mengubah semuanya. Aturan tersebut akhirnya dilonggarkan, namun dengan catatan memakai hijab sampai menutupi leher masih dibatasi. 

Barulah pada Oktober 2013, Recep Tayyip Erdogan yang saat itu masih berstatus Perdana Menteri menghapus larangan memakai hijab di semua sektor.

Bahkan, istri dari Recep Tayyip Erdogan yaitu Emine Erdogan juga memakai hijab. Sampai akhirnya di tahun 2016, polwan diizinkan mengenakan jilbab saat bertugas. 

Lebih lanjut, pasal 9 putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) juga mengatur bagaimana memakai hijab oleh seorang atlet merupakan bentuk kebebasan beragama.

“Dalam konteks ini, harus diakui bahwa jilbab juga merupakan bentuk ekspresi dalam lingkup kebebasan beragama dan berkeyakinan,“ bunyi isi pasal 9 ECHR. 

Keseriusan Turki dengan nilai-nilai Islam juga terbukti ketika atlet wushu mereka yaitu Zeynep Akyuz dilarang tampil di kompetisi Eropa karena memakai hijab. 

Sikap tegas Turki dibuktikan dengan menarik keanggotaan dari Federasi Wushu Eropa pada 2014 silam. Menurut mereka, hijab sama sekali tidak mencederai nilai-nilai olahraga.

Berkaca dari hal di atas, Megawati Hangestri tetap bisa mengenakan hijab saat bermain di liga Turki bersama Manisa BBSK lantaran pemerintah setempat telah menghapus aturan itu.

Manisa BBSK jadi klub terpopuler di dunia usai rekrut Megawati Hangestri
Manisa BBSK jadi klub terpopuler di dunia usai rekrut Megawati Hangestri
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

 

Tak hanya itu, dalam konteks bola Voli, Federasi Bola Voli Turki (TVF) merujuk pada aturan Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) yang memperbolehkan pemakaian hija selama memenuhi standar keselamatan bertanding.

Meski regulasi TVF tidak secara eksplisit mencantumkan soal hijab, tidak ada pelarangan eksplisit terhadap penggunaannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal serupa juga terjadi di sepak bola. Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah mencabut larangan pemakaian hijab pada 5 Juli 2012, setelah mempertimbangkan laporan medis FIFA yang menyatakan tidak ada risiko keselamatan dari penggunaan hijab oleh pemain.

Dengan berbagai penjelasan di atas, Megawati Hangestri tetap dapat tampil mengenakan hijab di kompetisi Kadinlar 1 Ligi bersama Manisa BBSK. (han/ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan yang menyasar seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Mimi Maisyarah turut menyita perhatian publik.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Cuaca panas ekstrem saat ibadah haji bisa merusak obat. Simak cara aman menyimpan obat agar tetap efektif dan tidak berisiko bagi kesehatan jemaah.

Trending

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Cuaca panas ekstrem saat ibadah haji bisa merusak obat. Simak cara aman menyimpan obat agar tetap efektif dan tidak berisiko bagi kesehatan jemaah.
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT