News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Megatron, Mantan Pelatih Klub Liga Voli Korea Sebut Julukan Ini Lebih Layak Disematkan untuk Megawati Hangestri

Cha Sang-hyun yang di Liga Voli Korea 2024-2025 menjadi komentator, memberikan perhatian lebih bagi Megawati Hangestri.
Kamis, 6 Februari 2025 - 19:44 WIB
Bukan Megatron, Mantan Pelatih Klub Liga Voli Korea Sebut Julukan Ini Lebih Layak Disematkan untuk Megawati Hangestri
Sumber :
  • Red Sparks

Jakarta, tvOnenews.com - Pemain Red Sparks, Megawati Hangestri mendapatkan julukan baru oleh mantan pelatih GS Caltex, Cha Sang-hyun. 

Cha Sang-hyun yang di Liga Voli Korea 2024-2025 menjadi komentator, memberikan perhatian lebih bagi Megawati Hangestri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari lawan menjadi kawan, Cha Sang-hyun mengakui Megawati Hangestri benar-benar melebur dengan Liga Voli Korea musim ini. 

tvonenews

"Mega sebenaranya musim lalu juga bermain dengan bagus, tapi tidak sampai sebagus ini," kata Cha Sang-hyun dikutip dari kanal YouTube Off the TV, Kamis (9/2/2025). 

Cha Sang-hyun menyebut Megawati Hangestri benar-benar mendominasi Liga Voli Korea di musim ini. 

Peran kapten Red Sparks, Yeon Hye-seon pun menjadi bagian dari bersinarnya Megawati Hangestri di musim ini.  

"Musim ini dia benar-benar aik sebagai pemain yang mendominasi liga. Mega juga, di satu sisi bertemu dengan setter yang cocok, Yeon Hye-seon," kata Cha Sang-hyun. 

Di luar lapangan, Mega berhasil menarik perhatian penggemar khususnya dari Indonesia. 

Tak hanya meningkatkan penonton di layar kaca, berbondong-bondong WNI datang untuk mendukung langsung Mega di kandang Red Sparks. 

"Di Indonesia sendiri, saat ini sedang mendapatkan popularitas yang besar karena datang ke voli Korea," kata Cha Sang-hyun.

Dengan kemampuan di dalam dan di luar lapangan tersebut, Cha Sang-hyun memberikan julukan baru bagi Megawati Hangestri. 

Alih-alih 'Megatron' sebagai julukan Megawati Hangestri selama ini, Cha Sang-hyun memberikan julukan 'Mega Power'.

"Tidak ada alasan untuk tidak bermain voli dengan sungguh-sungguh, secara harfiah saya melihatnya sebagai 'Mega Power'," kata Cha Sang-hyun. 

"Karena satu pemain bernama Mega itu jumlah penonton meningkat, perhatian semakin besar," katanya.

Tak hanya meningkatkan pamor sendiri, Mega pun disebut Cha Sang-hyun membuat para pemain Red Sparks semakin dikenal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hanya karena satu pemain Mega ini, ini secara harfiah disebut 'Mega Power," tegas Cha Sang-hyun.

Legenda voli Korea ini pun kembali mengingatkan bahwa tujuan awal dibukanya pemain asing kuota Asia adalah untuk membagikan ilmu pada pemain Asia. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT