Laga Indonesia's Horse Racing 2026 di Bantul: Maxi of Khalim Buka Jalan Menuju Gelar Triple Crown, Pacuan Kuda RI Siap Mendunia
- Sri Cahyani Putri
Bantul, tvOnenews.com - Dunia pacuan kuda Indonesia semakin bergairah setelah gelaran Indonesia's Horse Racing (IHR) 2026 dilangsungkan. Bertempat di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta pada Sabtu (4/4/2026) kemarin, laga ini sukses menyita perhatian publik dan pelaku olahraga berkuda nasional.
Sorotan utama tertuju pada kuda unggulan Maxi of Khalim dari Jawa Barat yang tampil impresif dan membuka peluang besar untuk meraih gelar Triple Crown 2026 setelah memenangkan kelas 3 tahun Triple Crown Serie I.
Dalam lintasan yang dipadati penonton dan atmosfer kompetitif tinggi, Maxi of Khalim menunjukkan performa yang luar biasa sejak start hingga garis finish.Â
Perebutan kejuaraan bertambah ketat, terlebih laga bergengsi ini diikuti sebanyak 138 kuda dari sebelas daerah di seluruh Indonesia, meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.Â
Namun, dengan penuh strategi, Maxi of Khalim mampu mengungguli para pesaingnya sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai kandidat dalam ajang perebutan Triple Crown Serie I di bulan April ini.
Ketua Komisi Pacu Pengurus Pusat Pordasi, Muchamad Munawir menjelaskan bahwa piala Triple Crown adalah rangkaian kejuaraan yang dimulai dari Triple Crown Serie I pada bulan ini, Serie II pada Mei 2026, dan Indonesia Derby pada Juli 2026.
"Kuda yang bisa memenangkan tiga seri tersebut berhak menyandang gelar Triple Crown 2026. Kuda Maxi of Khalim dari Jawa Barat membuka jalan menuju gelar Triple Crown setelah memenangkan kelas 3 tahun Triple Crown Serie I," tutur Munawir.Â
Sementara itu, kuda Fiona of Khalim dari Jawa Barat juga menjadi yang tercepat di kelas 3 tahun betina sehingga meraih Pertiwi Cup 2026. Piala ini diperebutkan setahun sekali oleh kuda betina (filly) dalam memperingati hari Kartini.Â
Fiona of Khalim berhasil mengalahkan Nara Eclipse dari Jawa Tengah yang menjadi favorit setelah memenangkan kelas 3 tahun Derby di IHR Jateng Derby pada Februari lalu.Â
Menariknya lagi, IHR 2026: Triple Crown Serie I dan Pertiwi Cup mengundang Shin Tae-yong. Kehadiran pelatih sepak bola asal Korea Selatan dalam ajang bergengsi ini membawa semangat 'Race to The World Stage' dengan harapan pacuan kuda Indonesia tembus ke kancah internasional mengingat sepak terjang Shin Tae-yong yang telah berhasil membawa Timnas Indonesia ke panggung dunia.
"Kita butuh semangat untuk membawa pacuan kuda Indonesia ke panggung dunia," ucap Kevin Jonathan, VP Marketing & Operation SARGA.CO.
Shin Tae-yong, mantan pelatih Timnas Indonesia Periode 2019-2025 hadir perdana sebagai tamu di IHR Triple Crown Serie I dan Pertiwi Cup 2026. Dia memuji penyelenggaraan pacuan kuda di Indonesia.Â
"Ini pengalaman pertama saya ke Yogyakarta. Juga pengalaman pertama menonton pacuan kuda. Saya melihat event pacuan kuda ini berjalan sangat rapi dan baik. Tentunya, hasil dari proses dan persiapan event yang sangat baik," kata Shin Tae-yong.
Menurutnya, olahraga pacuan kuda memiliki kemiripan dengan pertandingan sepak bola yang harus menguasai strategi dan taktik.Â
"Jadi, ada strategi dan taktik, bagaimana mengawali atau start lalu mengontrol pace sepanjang pertandingan dengan baik dan terakhir menyelesaikan laga atau finish dengan lebih baik lagi. Joki-joki yang bertanding sangat profesional, juga kuda-kuda pacunya sangat baik," ucapnya.Â
Laga bergengsi ini semakin seru dengan adanya pesta es krim gratis untuk penonton. IHR 2026: Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup mencatat total 12.000 pengunjung yang membuktikan antusiasme masyarakat untuk menonton lomba pacuan kuda sambil menikmati es krim sangat tinggi. (scp/ard)Â
Load more