Kisah Dosen UM yang Siap Bergulat di SEA Games 2025, Tetap Mengajar Meski Harus Latihan Pagi–Sore
- kliping.um.ac.id
tvOnenews.com - Kisah inspiratif kembali datang dari kontingen Indonesia yang berlaga di SEA Games 2025 Thailand.
Kali ini sorotan tertuju pada cabang olahraga gulat, lewat sosok Lulut Gilang Saputra, M.Pd, dosen Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM).
Lulut bukan nama baru di dunia gulat nasional. Ia telah menekuni olahraga ini selama kurang lebih 16 tahun dan mencatatkan prestasi konsisten di berbagai ajang bergengsi.
Pada SEA Games 2023 di Kamboja, Lulut sukses meraih medali emas di nomor gulat gaya bebas kelas 87 kilogram putra senior.
Prestasi itu berlanjut setahun kemudian saat ia kembali menyabet emas di PON Aceh–Sumatera Utara 2024.
Kini, dosen UM tersebut kembali dipercaya memperkuat tim Merah Putih di SEA Games 2025.
Ia membawa target besar yakni mempertahankan tradisi emas sekaligus mengharumkan nama Indonesia dan almamaternya.
Di balik capaian gemilang itu, Lulut harus menjalani peran ganda yang tentunya tidak gampang.
Menjadi dosen aktif sekaligus atlet nasional menuntut disiplin tinggi, terutama dalam mengatur waktu.
Ia mengakui, tantangan terbesar justru datang dari upaya menyeimbangkan kewajiban akademik dengan tuntutan latihan intensif.
“Latihan pagi dan sore harus tetap jalan, sementara tugas mengajar, penelitian, dan pengabdian juga tidak boleh tertinggal,” tuturnya, dikutip dari laman UM.
Padatnya agenda tak membuat perkuliahan terhenti.
Dukungan pimpinan fakultas serta penerapan strategi perkuliahan berbasis tim menjadi kunci agar proses pembelajaran tetap berjalan meski dirinya harus mengikuti pemusatan latihan nasional.
Sebelum masuk pelatnas, Lulut juga memastikan seluruh kegiatan lapangan untuk penelitian dan pengabdian masyarakat telah rampung.
Menurutnya, sinergi tersebut justru memberi energi positif dan membantu menjaga fokus di tengah jadwal yang semakin padat.
Saat ini, Lulut menjalani persiapan akhir di Jakarta.
Ia telah bertolak ke Thailand pada 15 Desember 2025 dan akan bertanding dua hari setelahnya.
Meski tekanan dan intensitas latihan meningkat, rasa syukur dan tekad kuat tetap menjadi pegangan utama.
“Kesempatan ini akan saya perjuangkan semaksimal mungkin. Semoga diberi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan, serta bisa menyumbangkan medali emas kedua untuk Indonesia dan mengharumkan nama Universitas Negeri Malang,” ucapnya.
Load more