News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gaji Terbesar 10 Pemain Red Sparks, Megawati Hangestri Ternyata Bukan Nomor 1, Pevoli Berhijab asal Indonesia Itu …

Tak sampai satu musim, Megawati Hangestri berhasil menjadi bintang baru di liga voli Korea Selatan. Timnya Red Sparks bahkan sampai lolos ke babak playoff ...-
Rabu, 13 Maret 2024 - 14:45 WIB
Gaji Terbesar 10 Pemain Red Sparks, Megawati Hangestri Ternyata Bukan Nomor 1, Pevoli Berhijab asal Indonesia Itu …
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Megawati Hangestri tengah mendapat sorotan di dunia voli Korea Selatan V League musim 2023/2024. Tak butuh waktu lama bagi dirinya untuk mengantarkan Red Sparks lolos ke babak playoff.

Megawati Hangestri memastikan timnya lolos ke babak playoff setelah mengalahkan GS Caltex dengan skor 3-0 (25-13, 25-21, 25-19) pada Kamis (7/3/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Red Sparks terakhir kali lolos playoff tujuh tahun lalu atau tepatnya pada musim 2016/2017. Kehadiran Megawati Hangestri langsung membawa perubahan yang signifikan untuk tim.

Sebelum kedatangan Mega, Red Sparks hanya dipandang sebagai tim medioker. Paling maksimal mereka finish di papan tengah. 

Lantas seberapa besar gaji Megawati Hangestri yang telah berjasa mengubah citra Red Sparks itu? Berikut 10 pemain Red Sparks dengan gaji terbesar:

Dilansir dari media terkemuka Korea Yonhap News pada posisi 10 gaji terbesar di Red Sparks adalah outside hitter Kim Se In. Kisaran gajinya mencapai 68 juta Won atau sekitar 888 juta Rupiah. 

Di peringkat 9 ada outside hitter cantik Park Hye Min yang per musimnya mendapat honor sebesar 115 juta Won atau sekitar 1,3 miliar Rupiah. 

Noh Ran si libero lincah menempati urutan ke-8 dengan bayaran termahal. Pevoli berusia 29 tahun ini digaji 120 juta Won atau sekitar 1,4 miliar Rupiah. 

Selanjutnya di peringkat 7 ada middle blocker yang dikenal sebagai monster block tim Red Sparks Jung Ho Young. Ia dibayar sekitar 130 juta Won per tahunnya atau jika dirupiahkan mencapai angka 1,5 miliar. 

Urutan ke-6 juga diisi oleh middle blocker Red Sparks lainnya Park Eun Jin. Sama seperti Jung Ho Young, pemain yang ikut terlibat di Olimpiade Tokyo 2020 kemarin ini diberi bayaran sebesar 130 juta Won atau Rp1,5 miliar. 

Nah, jagoan pecinta voli Indonesia Megawati Hangestri nyatanya ada di urutan kelima dengan bayaran terbesar di Red Sparks. Mega mendapatkan gaji tahunan sebesar 135 juta Won atau setara dengan Rp1,7 miliar. 

Uniknya gaji yang diterima oleh Mega ini sama dengan pemain asing yang dimiliki oleh Rrd Sparks lainnya yakni Giovanna Milana sang outside hitters dengan nominal Rp1,7 miliar.

Sementara itu di atas Mega dan Gia ada middle blocker andalan Red Sparks Han Song Yi. Pemain veteran yang sudah berkiprah di dunia voli Korea Selatan selama 18 tahun ini diketahui memiliki gaji sebesar 210 juta Won atau setara Rp2,4 miliar. 

Lalu di peringkat ke-2 ada setter yang pernah dinobatkan sebagai best setter di liga Korea Selatan 4 musim berturut-turut Yeum Hye Seon mendapatkan gaji sebesar 350 juta Won atau setara dengan 4,1 miliar per tahun dari Red Sparks. 

Dan terakhir di peringkat pertama ada kapten dari Red Sparks Lee So Young yang mendapat gaji sebesar 650 juta Won atau setara dengan 7,7 miliar Rupiah.

Cukup kontras dengan apa yang diterima Megawati Hangestri sampai empat kali lipatnya. 

Namun jika kontrak Mega diperpanjang di Red Sparks honor yang akan ia terima dijamin bakal bertambah bukan lagi Rp1,7 miliar per musim.

Dikutip dari Naver, salah satu pengurus federasi voli Korea KOVO juga mengakui bahwa Megawati Hangestri telah membuat gebrakan baru bagi bola voli Korea sehingga menonjol di kawasan Asia. 

Bahkan KOVO menyebut bahwa ada salah satu perusahaan yang berusaha membeli hak siar eksklusif V League. “Dia akan menjadi pelopor V League menembus pasar Asia,” katanya. 

Pada acara pameran hak siar olahraga dunia yang digelar di Monaco bulan lalu, ada salah satu perusahaan Indonesia yang berniat membeli hak siar V League. 

Mengingat tingginya lonjakan penonton siaran langsung liga voli Korea, terlebih saat Red Sparks bertanding. Mega telah membuat V League semakin populer. 

Akibatnya pendapatan pun mengalami peningkatan baik melalui hak siar, ticketing, hingga merchandise. Itulah mengapa V League dikabarkan akan meningkatkan gaji pemain asing Asia musim depan. 

Dari yang sebelumnya 100.000 Dolar Amerika untuk pemain di tahun pertama menjadi 125.000 Dolar untuk tahun pertama. 

Kemudian 150.000 Dolar untuk selanjutnya. Artinya jika Megawati Hangestri mau bertahan di Red Sparks, di musim selanjutnya ia akan mendapatkan bayaran jauh lebih tinggi bisa mencapai 2,3 miliar Rupihak.

Menurut pihak KOVO itu terjadi karena kehadiran pemain kuota Asia telah mendapatkan respon positif sejak tahun pertama dan KOVO pikir jelas impact Mega tak bisa disangkal. 

Dalam hal ini kuota pemain Asia dalam bola voli profesional Korea telah mendapat respon positif sejak tahun pertama diperkenalkan khususnya di divisi wanita. 

Jadi itulah pesona dari Megawati Hangestri pevoli berhijab asal Indonesia yang sudah mengukir sejarah tak hanya lewat penampilannya di dalam lapangan tapi juga dampak yang ia berikan di luar lapangan. 

Dia jelas bintang bahkan mungkin layak untuk menyebutnya sebagai super bintang yang sukses memulai revolusi baru V League menembus pasar Asia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(amr)

Follow tvOnenews.com di sini Google News.

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT