News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rakernas KONI Pusat 2021 Resmi Ditutup, Ini Beberapa Hasil Rekomendasi

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat 2021 resmi ditutup pada Kamis dengan menghasilkan beberapa rekomendasi.
Jumat, 10 Desember 2021 - 03:46 WIB
Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno membacakan keputusan Rakernas
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOne

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat 2021 resmi ditutup pada Kamis dengan menghasilkan beberapa rekomendasi, salah satunya terkait aturan mutasi atau perpindahan atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan Surat Keputusan KONI Pusat Nomor 22 Tahun 2016 tentang aturan mutasi atlet dalam rangka PON, tertulis bahwa pengajuan mutasi oleh atlet harus diajukan selambat-lambatnya dua tahun sebelum PON digelar.

Namun Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyebut aturan tersebut perlu disempurnakan kembali karena kini menjadi kekhawatiran para pimpinan cabang olahraga dan KONI Provinsi mengingat masih ada atlet yang mengajukan perpindahan mendekati pelaksanaan PON.

“Banyak sekali keresahan-keresahan yang terkait dengan mutasi atlet yang tidak bisa kita abaikan, bahwa itu perlu segera kita perbaiki,” kata Marciano usai Rakernas di Jakarta, Kamis.

“Penyempurnaan aturan mutasi atlet menjadi penting dan jadi atensi provinsi bahwa atlet yang dikirim ke PON itu seharusnya murni hasil pembinaan masing-masing daerah,” kata dia.

Dia berharap aturan mutasi atlet yang sudah disempurnakan membuat tidak akan ada lagi provinsi-provinsi yang mencari jalan pintas demi meraih prestasi instan, melainkan buah hasil pembinaan atlet yang berkelanjutan.

“Harapannya ke depan kita bisa melihat betul provinsi yang melakukan pembinaan atlet dengan baik, hasilnya dari mana, bukan provinsi yang secara instan mengambil atlet kanan-kiri untuk mendukung prestasi dari provinsinya, tetapi harus hasil pembinaan yang bisa membuat mereka bangga dengan hasil prestasinya,” tutur Marciano.

Rakernas bertema “Evaluasi Penyelenggaraan PON XX/Papua Menuju Sukses PON XXI/2024 Aceh-Sumut” itu juga menghasilkan beberapa rekomendasi guna meningkatkan kualitas pembinaan olahraga prestasi di Indonesia.

Beberapa rekomendasi tersebut, di antaranya keinginan menggelar kompetisi atau kejuaraan minimal dua kali dalam setahun, penyusunan database prestasi atlet dengan dukungan dari induk cabang olahraga dan KONI Provinsi, serta peran KONI dalam mengimplementasikan pembinaan olahraga Prestasi dan disinergikan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Rakernas KONI Pusat 2021 juga menghasilkan beberapa usulan termasuk keinginan untuk menggelar kembali Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja guna menyiapkan amunisi Merah Putih yang akan diturunkan dalam Olimpiade Remaja dan Asian Games Remaja.

Dengan adanya Asian dan World Beach Games, peserta Rakernas pun sepakat menggelar kejuaraan olahraga air nasional dengan nama Indonesia Beach Games.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, ada juga usulan menggelar Indonesia Mix Martial Arts Games untuk mempersiapkan atlet Merah Putih yang akan turun dalam Asian Indoor and Martial Arts Games.

Marciano mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk membahas kemungkinan mengadakan kejuaraan-kejuaraan tersebut. (umm/ant)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT