Tafsir Surah As-Syarh Ayat 7 dan 8: Bekerjalah, Jangan Sampai Menganggur
- pexels
tvOnenews - As-Syarh adalah surah ke-94 dalam Al-Qur’an. Dalam bahasa Arab As-Syarh atau syarahah artinya melapangkan.
As-Syarh terdiri dari 8 ayat dan termasuk dalam golongan surah makkiyah. Dalam surah ini dijelaskan mengenai berbagai nikmat Allah.
Sementara dalam ayat 7 dan 8 terdapat tafsir yang memerintahkan manusia agar terus bekerja dan jangan sampai menganggur.
Adapun bunyi Surah As-Syarh ayat 7-8 adalah sebagai berikut:
فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ (7) وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب (8)
Artinya:
“Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain; dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah.”
Dilansir dari NU Online dengan penulis Ustadz Muhammad Hanif Rahman berikut penjelasan tafsir Surah As-Syarh ayat 7-8.
Dijelaskan Al-Qurthubi, banyak pendapat mufasir tentang penafsiran ayat "faidza faragta".
Berikut pendapat-pendapat yang dinukil dalam tafsirnya:
(1) Ibnu Abbas dan Qatadah berkata: "Maka apabila kamu telah selesai dari shalatmu, "fanshab" artinya bersungguh-sunguhlah dalam berdoa dan mintalah hajat-hajatmu kepada Allah.
(2) Ibnu Masud berkata: "Apabila kamu telah selesai dari shalat fardhu, maka kemudian dirikanlah shalat malam atau qiyamul lail."
(3) Al-Kalbi berkata: "Jika kamu telah selesai menyampaikan risalah, "fanshab" memintalah ampuni dosa-dosamu, dosa-dosa mukminin dan mukminat. (4) Al-Hasan dan Qatadah berkata: "Maka apabila kamu telah selesai memerangi musuh-musuhmu, bersegeralah ibadah kepada Tuhanmu".
(5) Al-Junaid berkata: "Jika kamu telah selesai dengan urusan pencipta, maka bersungguh-sungguhlah dalam menyembah Dzat Yang Haq". (Syamsudin al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubi, [Mesir, Darul Kutub al-Mishriyah: 1384 H/1964 M], juz XX, halaman 109).
Sementara Syekh Nawawi Banten menafsirkan ayat "Faidza faragta fanhsab", dengan makna: "Apabila engkau telah selesai dari ibadah, maka susulkan ibadah lain dengan saling berkesinambungan antara sebagian ibadah dengan bagian yang lain; dan dengan tidak mengosongkan satu waktu dari ibadah".
Kemudian beliau menyebutkan sebuah riwayat dari Ali bin Abi Thalhah dan riwayat Umar bin al-Khatthab.
Load more