Berapa Rakaat Shalat Tarawih Sesuai Ajaran Rasulullah SAW? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
- Freepik/rawpixel.com
Saat itu, Umar mengumpulkan kaum Muslimin untuk melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah dengan jumlah 23 rakaat.
“Umar bin Khattab memahami benar hadis Rasulullah SAW bahwa shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat tanpa batas. Maka beliau menetapkan 23 rakaat, dan tidak satu pun sahabat yang memprotesnya. Itu artinya terjadi ijma’ (kesepakatan) di antara para sahabat,” tutur Ustaz Khalid.
Beliau menambahkan bahwa hingga kini di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 23 rakaat.
Namun, mereka juga tidak menilai salah orang yang hanya mengerjakan 11 rakaat, karena keduanya memiliki dasar yang kuat dalam hadis sahih.
Ustaz Khalid kemudian menegaskan agar umat Islam tidak kaku dalam menyikapi perbedaan ini.
“Boleh 11 rakaat, boleh juga 23 rakaat, karena semua itu benar dan memiliki dasar masing-masing. Yang salah itu justru ketika kita saling menyalahkan dalam hal yang sebenarnya masih menjadi ranah perbedaan ulama,” jelasnya.
Beliau juga menyarankan agar umat Islam yang ingin menunaikan shalat tarawih menyesuaikan dengan kebiasaan di masjid sekitar tempat tinggalnya.
Jika masjid melaksanakan 11 rakaat, maka ikutilah, begitu pula jika 23 rakaat.
“Kalau mau kerjakan 11 rakaat, cari masjid yang 11. Kalau mau 23, cari yang 23. Karena shalat bersama imam sampai imam selesai dicatat sebagai ibadah semalam suntuk,” ujar Ustaz Khalid sambil mengutip hadis Nabi SAW.
Tarawih, menurutnya, adalah kesempatan untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan keimanan dan harapan pahala, bukan untuk memperdebatkan hal yang tidak prinsipil. (adk)
Load more