Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Ramadhan sebagai Momentum Membangun Madrasah Iman dan Takwa
- Ilustrasi AI
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah, 2:183)
Dalam tafsir ayat ini sudah sangat jelas, Allah SWT menegaskan kehadiran bulan Ramadhan tidak sekadar menahan lapar dan dahhaga, melainkan sebagai momentum atau waktu terbaik madrasah iman dan takwa.
Ibaratnya, Ramadhan menjadi salah satu bagian sekolah kehidupan. Hal ini bertujuan agar karakter spiritual semakin terbentuk dengan kuat dan teguh.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Dalam konteks madrasah ruhaniyah, puasa di bulan Ramadhan memberikan latihan keras kepada kita bagaimana terus mengevaluasi diri.
Cara yang umum namun sulit dilaksanakan adalah membentuk kedisiplinan ibadah. Menahan hawa nafsu tidak sekadar lewat fisik, melainkan batin atau self control, kesabaran, kepasrahan, dan keikhlasan kepada Allah SWT.
Cara-cara tersebut menjadi bagian pendidikan spiritual selama di Bulan Suci Ramadhan. Akan tapi, puasa adalah ibadah yang bersifat rahasia, apa pun kondisinya hanya seorang hamba dengan Rabb-nya yang mengetahuinya.
Dalam hadis riwayat qudsi dari Imam Bukhari dan Imam Muslim, Allah SWT berfirman:
ِ«إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، إِنَّهُ تَرَكَ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ مِنْ أَجْلِي»
Artinya: "Semua amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia meninggalkan syahwatnya, makanannya, dan minumannya karena Aku." (HR. Bukhari & Muslim)
Load more