Sudah Bekerja Keras tapi Rezeki Terasa Seret? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kemungkinan Penyebabnya
- Pexels/Ketut Subiyanto
tvOnenews.com - Tidak sedikit orang merasa heran, padahal sudah bekerja keras dari pagi hingga malam, usaha dijalani dengan sungguh-sungguh, namun rezeki tetap terasa sempit dan hidup seakan penuh kesulitan.
Dalam kajian keislaman, persoalan ini ternyata tidak selalu berkaitan dengan kurangnya ikhtiar, melainkan bisa jadi ada hal mendasar yang luput diperhatikan.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Al-Quran telah memberi petunjuk yang sangat jelas mengenai kunci kelapangan hidup dan rezeki, sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Baqarah ayat 2–3.
"Ini Quran memberi petunjuk kepada orang-orang takwa, jangan pernah diragukkan," ujar Ustaz Adi Hidayat.

- Ilustrasi AI
Ciri Orang Bertakwa: Shalat sebagai Bukti Keimanan
Menurut Ustaz Adi Hidayat, orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari Al-Quran adalah mereka yang memiliki sifat takwa.
Takwa bukan sekadar pengakuan lisan, tetapi dibuktikan melalui amal nyata, terutama shalat.
Orang bertakwa, menurut Ustaz Adi Hidayat adalah mereka yang beriman dan membuktikan keimanannya dengan menunaikan shalat.
"Kalau dia bisa mengerjakan shalat, itu bagian dari ciri takwanya," kata Ustaz Adi Hidayat.
Shalat menjadi indikator utama karena di sanalah hubungan seorang hamba dengan Allah SWT terbangun. Bahkan, orang-orang bertakwa telah dijamin langsung oleh Allah SWT dalam Al-Quran.
"Sedangkan orang takwa dijamin oleh Allah di Surah ke 65 (At-Talaq) ayat 2 dan 3," lanjutnya.
Jaminan Allah bagi Orang Bertakwa
Ustaz Adi Hidayat juga mengutip QS. At-Talaq ayat 2–3 yang berisi jaminan luar biasa bagi orang-orang bertakwa:
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya diberi-Nya kelapangan dan diberi-Nya rezeki yang tidak diduga-duga. Siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya dijamin-Nya, sesungguhnya Allah sangat tegas dalam perintah-Nya dan Dialah yang mentakdirkan segala sesuatu".
Ayat ini bukan sekadar janji biasa, melainkan jaminan langsung dari Allah SWT yang tidak mungkin meleset.
"Siapa yang bisa meningkatkan takwanya kepada Allah, maka jaminan dalam Quran, Allah akan menjaminkan kita semua, tidak ada peluang bagi kita untuk menolaknya," kata Ustaz Adi Hidayat.
Bahkan lebih jauh, Allah tidak hanya menjanjikan rezeki, tetapi juga kemudahan dalam seluruh aspek kehidupan.
"Siapa yang bisa meningkatkan takwanya, kata Allah, maka Kami akan berikan kemudahan pada setiap kehidupannya. Kami berikan solusi dari setiap masalah-masalahnya," lanjutnya.
Hidup Orang Bertakwa Pasti Dimudahkan
Secara sederhana, Ustaz Adi Hidayat menyimpulkan bahwa meningkatnya ketakwaan akan berbanding lurus dengan kemudahan hidup.
Orang yang bertakwa akan merasakan kemudahan dalam berbagai urusan: pekerjaan terasa ringan, kebutuhan makan dan minum tercukupi, rumah tangga lebih tenang, bahkan hingga menghadapi kematian pun dimudahkan.
"Jadi kalau kita buat persamaan, orang takwa cirinya shalat. Orang takwa, hidupnya mudah," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Mengapa Shalat Justru Membuat Hidup Lebih Mudah?
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa perintah shalat bukanlah bentuk beban dari Allah SWT kepada hamba-Nya.
Justru sebaliknya, shalat adalah sarana agar hidup manusia menjadi lebih mudah. Allah SWT tidak membutuhkan shalat manusia.
Seandainya seluruh makhluk di langit dan bumi tidak bersujud sekalipun, hal itu tidak akan mengurangi keagungan-Nya sebagai Tuhan.
"Kita yang butuh. Sebab ketika kita shalat, hidup kita jadi mudah," ucap Ustaz Adi Hidayat.
Namun, di sinilah letak persoalan yang sering tidak disadari.
"Tapi persoalannya, kalau ada orang shalat tapi hidupnya tidak jadi mudah, berarti ada yang salah dari cara menunaikan shalatnya," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Padahal, Allah SWT telah menegaskan bahwa rezeki bagi orang bertakwa akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
"Bahkan kata Allah SWT, rezekinya akan dikirimkan dari sisi-sisi yang tidak diduga," lanjutnya.
Kualitas Shalat Menentukan Kedekatan dengan Allah
Orang yang benar-benar bertakwa, menurut Ustaz Adi Hidayat, akan Allah mudahkan dalam setiap urusannya. Rezeki terasa lapang, hidup pun mengalir dengan ringan.
"Kalau mudah, Alhamdulillah ada kebenaran dalam shalatnya. Tapi kalau Anda dalam shalat kita tunaikan tapi kemudian tidak mendapat kemudahan dalam hidup, sekali lagi, (mohon maaf) ada sesuatu yang kurang tepat dalam shalatnya," ujar Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat kemudian menjelaskan makna mendalam dari shalat itu sendiri.
Secara bahasa, shalat berarti “sampai” dan “terhubung”.
Itulah sebabnya shalat juga dimaknai sebagai doa, karena dalam doa terdapat hubungan langsung antara hamba dan Allah SWT.
Asal kata shalat menunjukkan adanya hubungan yang kuat. Artinya, shalat sejatinya adalah ikatan yang kokoh antara manusia dengan Sang Pencipta.
Jika hubungan tersebut benar-benar terjalin dengan kuat, maka dampaknya akan terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Hidup menjadi lebih mudah, urusan terasa ringan, dan hati pun lebih tenang.
Maka, jaminan pertama dalam Al-Quran adalah bahwa orang yang benar shalatnya akan memiliki hubungan yang dekat dengan Allah SWT dan dari kedekatan itulah segala kemudahan dan rezeki akan mengalir. (gwn)
Load more