News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Baru Tahu, Ternyata Kebiasaan Buruk ini Bisa Menggugurkan sebagian Pahala Salat di Masjid

Ada satu kebiasaan buruk sering dilakukan saat salat di Masjid. Berikut penjelasan Buya Yahya.
Jumat, 30 Januari 2026 - 23:12 WIB
Baru Tahu, Ternyata Kebiasaan Buruk ini Bisa Menggugurkan sebagian Pahala Salat di Masjid
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com- Menjalankan salat di Masjid menjadi salah satu anjuran dalam Islam. Terutama bagi kaum pria itu sifatnya diutamakan.

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Al Bahjah TV

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun tanpa disadari, ada satu aktivitas atau kebiasaan buruk di dalam Masjid. Hal inilah yang dianggap bisa loh menggugurkan sebagian pahala.

Berdasarkan ceramah Buya Yahya, kebiasaan buruk ini umumnya dilakukan kaum pria saat salat berjamaah, seperti salat Jumat.

Menurut pemimpin Ponpes Al Bahjah itu, kebiasaan buruk ini sering dianggap sepele kebanyakan orang. Padahal bisa gugurkan pahala anda. 

"Jadi kalau Anda datang ke masjid itu jangan ganggu orang, geser orang itu enggak boleh," ucap Buya Yahya dikutip dari YouTube buyayahyaofficial, Jumat (30/1/2026).

Baru Tahu, Ternyata Kebiasaan Buruk ini Bisa Menggugurkan sebagian Pahala Salat di Masjid
Baru Tahu, Ternyata Kebiasaan Buruk ini Bisa Menggugurkan sebagian Pahala Salat di Masjid
Sumber :
  • Istimewa

Seperti mendorong orang lain untuk pindah tempat duduk agar bisa di depan. Katanya, itu bentuk gangguan yang bisa menghilangkan pahala salat Jumat atau salat fardhu.

Dengan begitu, Buya menyarankan lebih baik yang sudah terlambat datang ke Masjid. Jangan sampai menggeser orang lain atau meminta mereka untuk pindah shaf salat.

"Sudah telat, geser orang suruh minggir-minggir, sok banget ini orang," pesannya.

Buya menegaskan lagi, itu gambaran akhlak buruk yang sering terjadi di Masjid. Dia sering melihat, ketika orang terlambat datang, namun ingin duduk di depan dengan cara melangkahi orang lain.

"Sudah datang terakhir, melangkahi orang, itu melangkahi lehernya orang, ini model akhlak apa ini," tambah Buya Yahya. 

Ia pun menambahkan, kebiasaan buruk itu sebagai perilaku tidak pantas, sebab bisa merusak suasana sakral di Masjid. Buya Yahya katakan sudah ada aturan duduk dalam Masjid. 

Apalagi ketika bagi imam dan khatib. Sebaiknya dihindari, dan baiknya datanglah lebih awal jika ingin duduk dibelakang atau sejajar dengan khatib dan imam.

 "Kecuali Imam, karena Imam harus sama khatib. Khatib harus di depan, khatib di belakang enggak sah, Imam di belakang enggak sah," jelas Buya. (klw)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

waallahualam

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT