Jadwal Haid Tepat Saat Malam Nifsu Syaban, Perempuan Bisa Isi Malam dengan Amalan Berikut, Begini Penjelasan Ulama
- iStockPhoto
tvOnenews.com - Malam Nisfu Syaban dikenal memiliki keutamaan tersendiri, khususnya bagi umat Islam yang ingin semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Buya Yahya menjelaskan bahwa pembahasan mengenai amalan di malam Nisfu Syaban masih sering menimbulkan pertanyaan, meskipun terdapat hadis sahih yang menjadi penguatnya.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga menyoroti hukum pelaksanaan amalan di malam Nisfu Syaban bagi perempuan yang sedang mengalami haid.
Perempuan dalam kondisi haid memang memiliki batasan dalam menjalankan ibadah tertentu, termasuk pada malam Nisfu Syaban.
Lalu, bagaimana ketentuan bagi perempuan haid dalam memperbanyak amalan di malam Nisfu Syaban?
Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Al Bahjah Jamblang, Buya Yahya menjelaskan ketentuan hukum bagi perempuan yang sedang mengalami haid.
Dalam kondisi tersebut, terdapat sejumlah ibadah yang memang dibatasi sesuai ajaran Islam.
Perempuan haid berada dalam keadaan tidak suci, sehingga tidak diperkenankan melaksanakan shalat, membaca Al-Qur’an, melakukan tawaf, menyentuh mushaf, maupun berpuasa.
Namun demikian, Buya Yahya meluruskan anggapan bahwa perempuan haid sama sekali tidak dapat melakukan amalan di malam Nisfu Syaban.
Penjelasan ini disampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan salah satu jemaah yang merasa bingung karena ingin tetap memperbanyak amalan demi meraih pahala dari Allah SWT.

- Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV
Lebih lanjut, Buya Yahya menguraikan keutamaan malam Nisfu Syaban sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abu Musa al-Asy’ari, begini bunyinya:
"Dari Abu Musa al-Asy'ari, dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan'." (HR. Ibnu Majah atau Syaikh al-Albani)
Hadits tersebut sejatinya tidak hanya bersumber dari Abu Musa, tetapi juga diriwayatkan oleh beberapa sahabat lain, seperti Muadz bin Jabal, Abu Tsa’labah Al-Khusyani, Abu Hurairah, serta Abdullah bin Amr Radhiyallahu ‘Anhu.
Penafsiran dari hadis-hadis tersebut menunjukkan bahwa pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memberi perhatian khusus kepada seluruh hamba-Nya.
Dengan demikian, berbagai amalan yang dilakukan pada malam yang penuh keutamaan ini berada dalam pengawasan Allah SWT.
"Ada yang bertanya, bagaimana kalau kami dalam keadaan halangan? Bagaimana kami menghidupkan malam Nisfu Syaban?," ujar Buya Yahya saat mengulas pertanyaan jamaahnya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa meskipun perempuan haid tetap dapat mengisi amalan, ada ibadah tertentu seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lain yang mensyaratkan kesucian yang memang dilarang dalam Islam.
Namun demikian, pengasuh LPD Al Bahjah tersebut mengarahkan perempuan haid untuk mengerjakan amalan lain yang tetap sah dan tidak berkaitan dengan syarat suci.
"Kami sampaikan kepada saudari yang kami sangat cintai, dalam keadaan haid bukan berarti seluruh amalan ibadah terputus," katanya.
"Memang Anda tidak membaca Al Quran, tidak shalat, tapi masih ada ibadah lain yang bisa Anda lakukan," lanjut dia.
Lalu, seperti apa amalan bagi wanita haid di malam Nisfu Syaban? Buya Yahya menegaskan bahwa dzikir dan amalan sejenis masih diperbolehkan dilakukan.
"Anda bisa berdzikir, istighfar, mengadu meminta ampun memohon kepada Allah di malam itu," tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa perempuan haid tidak dapat melaksanakan i’tikaf di masjid untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban.
Meski begitu, mereka tetap bisa mengisi malam tersebut dengan beribadah di rumah, dengan niat tulus semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
"Matikan televisi, handphone matikan malam itu, selebihnya anda sholawat, istighfar memohon ampun pada Allah," jelasnya.
Selain dzikir, Buya Yahya menambahkan bahwa bershalawat juga termasuk amalan yang boleh dikerjakan oleh perempuan haid.
Tak kalah penting, tafakkur dan muhasabah diri di waktu tersebut menjadi alternatif amalan yang sangat dianjurkan.
"Jangan lupa ya fungsikan malam itu sebagai malam tafakur, merenungi semua kesalahan kita, dan berdoa untuk diri sendiri dan orang lain, supaya diangkat derajatnya," pungkasnya.
(hap/kmr)
Load more