News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penjelasan Buya Yahya Soal Hukum Janda Menikah Tanpa Wali Menurut Mazhab

Buya Yahya jelaskan hukum janda menikah tanpa wali menurut mazhab. Ia tegaskan nikah tanpa wali dan saksi tidak sah dalam Islam.
Selasa, 13 Januari 2026 - 23:27 WIB
ilustrasi menikah
Sumber :
  • Freepik/StockSnap

tvOnenews.com - Buya Yahya memberikan penjelasan tegas mengenai hukum pernikahan tanpa wali dan saksi, termasuk bagi seorang janda.

Pembahasan ini menjadi penting karena di masyarakat masih sering muncul pertanyaan seputar keabsahan nikah tanpa wali, terutama bagi perempuan yang sudah pernah menikah sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pandangan Islam, pernikahan bukan hanya persoalan cinta dan komitmen, tetapi juga urusan hukum yang memiliki syarat dan rukun yang jelas agar dianggap sah di mata agama.

Dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwa baik perempuan yang masih gadis maupun yang sudah janda tetap wajib menikah dengan wali dan saksi.

Pernikahan tanpa wali dan saksi, menurut beliau, tidak memenuhi syarat sahnya akad nikah dalam Islam.

“Selagi dia belum menikah, kita katakan tidak sah,” tegas Buya Yahya.

Namun, Buya Yahya juga menambahkan bahwa jika ada orang yang sudah terlanjur menikah tanpa wali dan saksi karena ketidaktahuan, maka sebaiknya tidak langsung dicap melakukan zina.

“Tapi jika ada orang yang terlanjur menikah dengan cara itu, maka orang awam perlu diberi fatwa agar tidak sampai dikatakan zina,” ujar beliau.

Hal ini disampaikan agar masyarakat tidak mudah menghakimi tanpa memahami perbedaan pendapat dalam mazhab-mazhab fikih Islam.

Dalam penjelasannya, Buya Yahya memaparkan bahwa di dalam Islam terdapat empat mazhab besar yang memiliki pandangan berbeda mengenai syarat sah pernikahan, yaitu mazhab Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali.

“Madzhab Hanafi mengatakan sah menikah tanpa wali, sementara madzhab Maliki sah tanpa saksi. Tapi kalau dua pendapat ini digabungkan, kacau namanya. Orang tidak boleh main-main dengan mazhab,” tegas Buya Yahya.

Menurutnya, walaupun ada perbedaan pendapat di antara mazhab, seseorang tidak boleh memilih bagian tertentu dari mazhab satu dan menggabungkannya dengan pendapat mazhab lain hanya untuk mempermudah keadaan.

“Memang di dalam madzhab Maliki tidak wajib adanya saksi, tapi wajib harus diramaikan. Itu bahkan lebih dahsyat dari saksi,” lanjutnya.

Buya Yahya kemudian menegaskan kembali pentingnya mengikuti syariat dengan benar, khususnya bagi mereka yang ingin menikah dalam mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia.

“Jadi kalau kita mau menikahkan orang dengan madzhab Syafi’i tidak susah, ada ilmunya. Jangan sampai melakukan hal seperti itu, menggabungkan antara madzhab Maliki dan Hanafi, hancur,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk menikah tanpa wali dan saksi karena dalam praktiknya, selalu ada jalan untuk menemukan keduanya.

“Persoalan wali itu mudah, bisa dicarikan jalannya agar mendapat wali nikah. Saksi pun demikian, banyak orang yang bisa dijadikan saksi. Apalagi kita tinggal di tengah-tengah masyarakat, pasti ada orang yang bisa dijadikan wali dan saksi,” jelasnya.

Dalam pandangan mazhab Syafi’i, kehadiran wali adalah rukun nikah yang tidak bisa ditinggalkan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi,

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tidak sah pernikahan tanpa wali dan dua saksi yang adil.”

Karena itu, baik perempuan yang belum pernah menikah maupun yang sudah menjadi janda tetap harus memiliki wali dalam akad nikahnya, kecuali dalam kondisi tertentu di mana wali tidak ada atau enggan menikahkan, maka peran wali hakim bisa menggantikan. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT