Teks Khutbah Jumat Singkat Desember 2025: Dari Bencana Banjir dan Longsor, Hujan Rahmat atau Azab?
- Antara
Artinya: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum, 30:41).
Melalui tafsir ayat ini, maka musibah yang terjadi sebagai tanda Allah SWT menguji seberapa jauh iman hamba-hamba-Nya. Dalam ahdis riwayat shahih, Rasulullah SAW bersabda:
"Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang terbaik setelahnya." (HR. At-Tirmidzi No 3298).
Dari dalil dan hadis riwayat ini, maka musibah memberikan peluang bagi kita semua, khusus untuk mereka yang terdampak bisa mendapat peluang pahala besar, doa, dan solidaritas sosial.
Khutbah Kedua
Ma'asyiral muslimin rahimahumullah
Demikianlah khutbah pertama pada hari ini. Kita sebagai umat Muslim harus menunjukakn sikap dalam menghadapi musibah.
Pertama-tama, marilah kita bertaubat dan memperbaiki diri. Setidaknya kita bisa menggunakan cara memperbanyak istighfar.
Selain itu, marilah kita menolong para korban terdampak bencana. Karena tolong-menolonglah sebagai bukti iman dan menunjukkan kepedulian terhadap saudara kita. Terakhir, marilah kita menjaga lingkungan sebagai amanah.
Maka dari itu, tolong jangan menjadikan musibah ini sebagai panggilan agar kembali mendekatkan diri kepada-Nya. Jangalah kita saling menyalahkan, semoga negeri ini kembali kuat dan musibah ini menguatkan tali persaudaraan terhadap sesama.
Penutup Doa
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Bacaan Latin: Allahumma hawalaina wala ‘alaina. Allahumma ‘alal akami wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wamanabitisyajari.
Artinya: "Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan." (HR. Bukhari & Muslim).
Load more