News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Haramkah Keluarga Ikut Memakan Daging Kurban Kita? Buya Yahya Justru Berikan Jawaban Tegas Kalau Hukumnya…

Sebagai contoh, seorang ayah melaksanakan ibadah kurban tahun ini, bolehkah daging hewan kurbannya dimakan oleh anak dan istrinya? Apakah hukumnya dalam Islam?
Minggu, 25 Mei 2025 - 21:39 WIB
Ilustrasi berbagi daging hewan kurban
Sumber :
  • iStockPhoto

tvOnenews.com - Jelang peringatan hari raya Idul Adha, umat muslim harus memahami mengenai ibadah kurban.

Menjalani hari raya Idul Adha bukan hanya dengan pemotongan hewan kurban saja, namun ada banyak hal yang perlu dipahami dan diamalkan oleh umat muslim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkadang, hukum keluarga memakan daging kurban masih kerap menjadi persoalan. 

Sebagai contoh, seorang ayah melaksanakan ibadah kurban tahun ini, bolehkah daging hewan kurbannya dimakan oleh anak dan istrinya?

Atau justru daging kurban tersebut haram bagi keluarga orang yang berkurban?

Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Buya Yahya, berikut penjelasan tentang hukum daging kurban dimakan oleh anggota keluarga sendiri.

Menanggapi hal tersebut, awalnya Buya Yahya menjelaskan terkait hakikat dasar Hari Raya Idul Adha.

"Intinya ayo kita buktikan bahwa hari itu hari bahagia, hari senangnya umat Nabi Muhammad SAW," ungkap Buya Yahya pada tayangan YouTube miliknya.

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

 

Oleh karena itu, pada Hari Raya umat Islam dianjurkan merayakan dengan suka cita, salah satunya bisa menyantap hidangan daging kurban.

Berkaitan dengan pelaksanaannya, menurut Buya Yahya boleh seseorang menyembelih hewan kurbannya di rumah sendiri.

Kemudian daging kurbannya dibagikan kepada tetangga, tamu, maupun keluarga.

"Anda boleh sembelih kurban di rumah anda sendiri, dengan cara dibagi sepertiga anda bagi pada tetangga, sepertiga anda masak untuk keluarga," jelas Buya Yahya.

"Sepertiga anda masak untuk tamu boleh," sambungnya.

Namun, Buya Yahya berpesan kepada orang-orang yang ingin berkurban. jangan sampai ketika berkurban lantas keluarga sendiri tak ikut merasakan nikmatnya daging hewan kurban.

"Jangan sampai anda sembelih kambing ternyata anak anda ngenes ngelihat kambing tapi enggak boleh makan katanya," ujarnya.

Dari sini Buya Yahya menegaskan bahwa hukumnya halal atau boleh jika daging kurban dimakan oleh anggota keluarga sendiri.

"Boleh," tutur Buya Yahya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga tak benar jika anggota keluarga tidak boleh ikut makan daging kurban.

"Jadi sembelih, terus makan, anaknya biar ngerasain sop, soto, sate, dan seterusnya," pungkasnya. (far/kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT