Agar Bisnis Makin Moncer, Memang Boleh Kasih Uang Pelicin dalam Agama Islam? Sebenarnya Kata Ustaz Khalid Basalamah...
- Tangkapan layar YouTube Khalid Basalamah Official
tvOnenews.com - Dalam menjalankan bisnis atau usaha kerap kali terjadinya praktik kecurangan dan hasil rezeki atas usahanya semakin cepat didapatkan.
Praktik kecurangan dalam bisnis yang paling populer di tengah kalangan masyarakat Indonesia, yakni inisiatif memberikan uang pelicin atau bonus kepada targetnya.
Melalui uang tersebut, seseorang dapat menjalankan bisnis dengan lancar, sehingga usaha yang dibangun akan semakin besar dan mempercepat dia menjadi orang sukses.
Dalam agama Islam, bisnis sesuatu kegiatan dagang diperbolehkan dan hukumnya sah dengan catatan tetap harus sesuai syariat, misalnya menggunakan cara syariah dan sebagainya.
Walau hukumnya sah, apakah boleh memberikan uang pelicin saat bisnis? Ustaz Khalid Basalamah mengupas tuntas kebingungan hal ini karena berkaitan kehalalan dan keharaman dalam usaha.
Hukum Kasih Uang Pelicin Lancarkan Bisnis dalam Agama Islam
- iStockPhoto
Dilansir tvOnenews.com melalui channel YouTube Khalid Basalamah Official, Sabtu (10/5/2025), Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan ada kaidah tertentu saat melakukan bisnis.
Hal ini bermula dari seorang jemaah mengaku pemilik usaha mendapat penawaran kerja sama dengan sebuah perusahaan ingin melakukan praktik kecurangan.
"Awalnya saya ajukan harga Rp10 juta, lalu dinegosiasi menjadi Rp8,5 juta. Kemudian PIC perusahaan itu meminta uang makan secara pribadi, saya menolak karena harga sudah saya turunkan. Apakah cara seperti ini diperbolehkan dalam Islam? Dan bagaimana hukumnya?," tanya seorang jemaah kepada Ustaz Khalid Basalamah dalam sesi Talkshow Tanya Ustadz.
Ustaz Khalid Basalamah menyoroti pernyataan "asalkan perusahaan saya dimenangkan". Niat seperti ini menjadi cikal bakal menerima praktik kecurangan tersebut.
"Kalau ini targetnya dan dia bayar ini, berarti sogok. Ini enggak boleh! Karena kalau tidak menang, maka tidak mau bayar, enggak bisa, bukan begitu tujuannya," respons Ustaz Khalid Basalamah.
Ustaz Khalid Basalamah mencontohkan sebagai pemilik usaha dalam menjalankan bisnis yang sesungguhnya, misalnya tetap mengikuti alur dengan menunjukkan kualitas terbaik produknya.
"(Jika menolak ada kecurangan) dia tidak dapat ya sudah dianggap bukan rezekinya, dia pindah ke yang lain itu paling ideal. Dia aman, orang lain juga aman," tuturnya.
Load more