Walau Sepele, Jangan Sekali-kali Lakukan ini Bikin Pahala Sendiri Langsung Menghilang, Pesan Ustaz Adi Hidayat
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
tvOnenews.com - Dalam agama Islam, pahala merupakan bentuk imbalan atau balasan yang bernilai positif dari amal kebaikan yang dilimpahkan oleh Allah SWT.
Secara umum, pahala bisa berbentuk untuk manfaat di dunia dan menjadi pembekalan di akhirat.
Cara mendapatkan pahala selain amal kebaikan bisa melakukan hal lain, seperti ibadah shalat dan kegiatan yang mampu membuat pahala mengalir deras.
Namun, pahala sendiri yang sudah didapatkan bertahun-tahun juga bisa menghilang begitu saja, misalnya melakukan hal-hal keburukan.
Dalam suatu ceramah, Ustaz Adi Hidayat selaku Direktur Quantum Akhyar Institute menerangkan salah satu penyebab pahala sendiri dihapuskan oleh Allah SWT.
Lantas, apa hal keburukan menyebabkan pahala menghilang? Simak baik-baik pemaparan dari Ustaz Adi Hidayat di bawah ini!
Penyebab Pahala Sendiri Hilang
- iStockPhoto
Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube laskar dadas, Kamis (24/4/2025), Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahayanya mencela orang lain.
Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa, perbuatan mencela atau merendahkan orang lain memang mengasyikkan, tetapi sebenarnya bisa membawa malapetaka untuk diri sendiri.
Ustaz Adi Hidayat menambahkan, dampak mencela bisa membuat pahala sendiri ditransfer oleh Allah SWT kepada korbannya.
Bagi Ustaz Adi Hidayat, pahala ibadah yang sudah bertahun-tahun akan ditransfer kepada orang yang dicela olehnya.
"Bahaya mencela itu contohnya ada orang shalat, setelah shalat malah mencela orang lain dan begitu terus, pahala dari shalatnya akan mengalir kepada yang dicela dan itu sifatnya otomatis," terang Ustaz Adi Hidayat.
UAH sapaan akrabnya, lisan yang tidak terjaga sangat mempengaruhi pahala dari amal kebaikannya berpindah tempat.
Ketika bertutur kata, kata Ustaz Adi Hidayat, sebaiknya umat Muslim yang sudah rajin ibadah harus menjaga lisannya.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, pahala yang berpindah sangat berdampak pada nasib di akhirat nanti.
Sebaliknya, Ustaz Adi Hidayat berpesan agar orang yang dicela atau korban tidak boleh membalas apa pun, hanya perkara marah dan tersulut emosi.
Jika tetap sabar dan menunjukkan sikap dewasa, maka otomatis sudah mendapat bonus pahala hanya modal berdiam diri saja tanpa memicu pertengkaran.
"Sudah pasti ada transfer pahala gratis. Pahala kamu sudah digandakan Allah," tuturnya.
Dikutip dari Quran Kemenag RI, dalil Al-Quran menerangkan keistimewaan sabar dipaparkan melalui redaksi Surat Ali Imran Ayat 146, Allah SWT berfirman:
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Artinya: "Allah SWT menyukai orang-orang yang bersabar." (QS. Ali Imran, 3:146).
Sebaliknya, orang yang mencela telah diperingatkan dari Surat Al-Hujurat Ayat 11, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim." (QS. Al-Hujurat, 49:11).
Maka dari itu, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahaya ini sudah dibuktikan dari kisah ahli ibadah tetapi segudang pahalanya menghilang seketika akibat meremehkan orang lain.
"Jika sudah kemudian persiapan amal baiiknya tersisa keburukannya, yang ditimpahkanlah keburukan orang itu kepada dia," tandasnya.
(hap)
Load more