Hukum Mencium Hajar Aswad saat Haji atau Umrah Sebenarnya Wajib atau Tidak? Buya Yahya Jelaskan kalau itu...
- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
tvOnenews.com - Hampir semua jemaah haji atau umrah ingin mendapat kesempatan mencium Hajar Aswad, sebagaimana batu yang begitu istimewa dalam agama Islam.
Hajar Aswad merupakan batu istimewa sebagai tangan Allah di bumi. Hal ini membuat jemaah saat haji atau umrah bisa mencium batu tersebut.
Terlebih lagi, umat Muslim mempercayai bahwa asal-usul batu Hajar Aswad langsung dari surga. Mereka bisa melihatnya saat melaksanakan ibadah haji atau umrah.
Kepercayaan inilah menjadikan salah satu hal paling dikenang saat haji atau umrah adalah mencium batu Hajar Aswad.
Namun, untuk bisa mencium Hajar Aswad tidak mudah, walaupun terletak di bagian sudut Ka'bah yang sekiranya dapat dilihat saat melakukan tawaf haji atau umrah.
Para jemaah rela berdesak-desakkan dengan ribuan bahkan jutaan jemaah lainnya saat tawaf, sehingga bisa mendapat posisi paling dekat dengan Ka'bah dan mudah mencium Hajar Aswad.
Akibat fenomena ini, Buya Yahya mengungkapkan hukum mencium batu Hajar Aswad. Lantas, apakah sifatnya wajib saat haji maupun umrah? Simak di bawah ini agar tidak salah paham!
Hukum Mencium Hajar Aswad saat Haji atau Umrah
- Istimewa
Dilansir tvOnenews.com dari unggahan video short kanal YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (22/4/2025), Buya Yahya membahas tentang kegiatan mencium Hajar Aswad.
Buya Yahya menjelaskan mengapa ada Hajar Aswad di bumi dan mengapa batu ini sangat diistimewakan oleh umat Muslim dan dalam ajaran agama Islam.
Menurut Buya Yahya, Hajar Aswad sebenarnya tidak begitu istimewa, ibaratnya hanya sekadar batu pada umumnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, Hajar Aswad menjadi target agar dicium oleh seluruh umat Muslim di dunia.
"Mencium Hajar Aswad semulanya adalah batu-batu biasa, karena Nabi menciumnya menjadi ibadah," ungkap Buya Yahya.
Dalam kisah Nabi Muhammad SAW, kata Buya Yahya, memunculkan perspektif barang siapa yang menyentuh dan mencium Hajar Aswad, tanda memberikan penghormatan kepada Rasulullah SAW.
Tak hanya itu, umat Muslim yang mencium Hajar Aswad juga mengandung sisi ibadah karena mematuhi salah satu sunnah dari Rasulullah SAW.
Terlepas dari itu, Hajar Aswad menunjukkan simbol yang begitu kuat membuktikan adanya kebesaran dan keagungan diperlihatkan oleh Allah SWT di bumi.
Umat Muslim yang mencium Hajar Aswad dianggap mendapatkan keutamaan besarnya, antara lain memperoleh pahala, mengingat atas dosa dan maksiat, bak bersalaman dengan Allah SWT.
Kemudian, keutamaan lainnya juga menunjukkan seorang hamba tengah bertunduk dan tawadhu atau merendahkan diri kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, Buya Yahya menerangkan dari fenomena mencium Hajar Aswad selalu dikejar oleh umat Muslim berangkat melalui kisah Sayyidina Umar Bin Khattab RA.
"Sayyidina Umar pun menciumnya. Di saat beliau mencium batu, dia berkata 'Hey batu, engkau adalah batu yang tidak membahayakan dan tidak bermanfaat. Kalau bukan aku melihat engkau dicium Baginda, maka engkau tidak akan aku cium'," jelas Buya Yahya sambil mengutip ucapan Umar Bin Khattab RA.
Kisah Umar Bin Khattab berbicara dengan batu Hajar Aswad diabadikan oleh Imam Al-Ghazali melalui kitab Ihya Ulumiddin.
Dikutip dari NU Online Islam, dalam hadis riwayat Imam Bukhari, berikut kisah Umar Bin Khattab berbicara dengan Hajar Aswad:
أنَّهُ جَاءَ إلى الحَجَرِ الأسْوَدِ فَقَبَّلَهُ، فَقالَ: إنِّي أعْلَمُ أنَّكَ حَجَرٌ، لا تَضُرُّ ولَا تَنْفَعُ، ولَوْلَا أنِّي رَأَيْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يُقَبِّلُكَ ما قَبَّلْتُكَ.
Artinya: "Sesungguhnya Rasulullah saw mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya, Umar bin Khattab kemudian berkata (kepada Hajar Aswad), ‘Sungguh aku tahu bahwa kau hanya batu, tidak bisa memberikan mudarat dan manfaat. Sungguh, andai aku tidak melihat Nabi saw menciummu, niscaya aku pun tidak akan menciummu!." (HR. Bukhari).
Melalui hadis riwayat ini, Buya Yahya menganggap bahwa, tidak ada keharusan dalam mencium Hajar Aswad, baik saat ibadah haji maupun umrah di Tanah Suci.
"Setelah itu, mencium Hajar Aswad adalah sesuatu yang disunnahkan, tapi pun demikian, bagi yang dimudahkan untuk umrah dan haji, mencium Hajar Aswad adalah semampunya," tegasnya.
"Jangan sampai memaksa, lalu menyakiti orang lain saat mengejar dan mencium Hajar Aswad, sehingga apalagi ada keyakinan mencium Hajar Aswad adalah begini begitu," sambungnya.
Buya Yahya mengimbau umat Muslim jangan sampai memiliki perspektif liar, misalnya tidak mencium Hajar Aswad, maka niat ibadah haji atau umrah belum afdhol atau tak sah.
"Akhirnya ada orang yang memaksakan diri mencium Hajar Aswad. Bagian daripada kesunnahan yang mampu melakukan, kalau tidak bukan masalah. Bukan dari ukuran tulus tidak tulus di situ," paparnya.
"Sehingga pemahaman tentang Hajar Aswad ini sering menjadi keliru dan berbahaya bagi keselamatan mereka (jemaah haji atau umrah)," tandasnya.
(hap)
Load more