News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hukum Mencium Hajar Aswad saat Haji atau Umrah Sebenarnya Wajib atau Tidak? Buya Yahya Jelaskan kalau itu...

Buya Yahya mengupas tuntas hukum keharusan mencium batu Hajar Aswad saat menunaikan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci akibat banyak jemaah sering berdesakan.
Selasa, 22 April 2025 - 16:07 WIB
KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Hampir semua jemaah haji atau umrah ingin mendapat kesempatan mencium Hajar Aswad, sebagaimana batu yang begitu istimewa dalam agama Islam.

Hajar Aswad merupakan batu istimewa sebagai tangan Allah di bumi. Hal ini membuat jemaah saat haji atau umrah bisa mencium batu tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlebih lagi, umat Muslim mempercayai bahwa asal-usul batu Hajar Aswad langsung dari surga. Mereka bisa melihatnya saat melaksanakan ibadah haji atau umrah.

Kepercayaan inilah menjadikan salah satu hal paling dikenang saat haji atau umrah adalah mencium batu Hajar Aswad.

Namun, untuk bisa mencium Hajar Aswad tidak mudah, walaupun terletak di bagian sudut Ka'bah yang sekiranya dapat dilihat saat melakukan tawaf haji atau umrah.

Para jemaah rela berdesak-desakkan dengan ribuan bahkan jutaan jemaah lainnya saat tawaf, sehingga bisa mendapat posisi paling dekat dengan Ka'bah dan mudah mencium Hajar Aswad.

Akibat fenomena ini, Buya Yahya mengungkapkan hukum mencium batu Hajar Aswad. Lantas, apakah sifatnya wajib saat haji maupun umrah? Simak di bawah ini agar tidak salah paham!

Hukum Mencium Hajar Aswad saat Haji atau Umrah

Ilustrasi mencium Hajar Aswad saat haji atau umrah
Ilustrasi mencium Hajar Aswad saat haji atau umrah
Sumber :
  • Istimewa

 

Dilansir tvOnenews.com dari unggahan video short kanal YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (22/4/2025), Buya Yahya membahas tentang kegiatan mencium Hajar Aswad.

Buya Yahya menjelaskan mengapa ada Hajar Aswad di bumi dan mengapa batu ini sangat diistimewakan oleh umat Muslim dan dalam ajaran agama Islam.

Menurut Buya Yahya, Hajar Aswad sebenarnya tidak begitu istimewa, ibaratnya hanya sekadar batu pada umumnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Hajar Aswad menjadi target agar dicium oleh seluruh umat Muslim di dunia.

"Mencium Hajar Aswad semulanya adalah batu-batu biasa, karena Nabi menciumnya menjadi ibadah," ungkap Buya Yahya.

Dalam kisah Nabi Muhammad SAW, kata Buya Yahya, memunculkan perspektif barang siapa yang menyentuh dan mencium Hajar Aswad, tanda memberikan penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Tak hanya itu, umat Muslim yang mencium Hajar Aswad juga mengandung sisi ibadah karena mematuhi salah satu sunnah dari Rasulullah SAW.

Terlepas dari itu, Hajar Aswad menunjukkan simbol yang begitu kuat membuktikan adanya kebesaran dan keagungan diperlihatkan oleh Allah SWT di bumi.

Umat Muslim yang mencium Hajar Aswad dianggap mendapatkan keutamaan besarnya, antara lain memperoleh pahala, mengingat atas dosa dan maksiat, bak bersalaman dengan Allah SWT.

Kemudian, keutamaan lainnya juga menunjukkan seorang hamba tengah bertunduk dan tawadhu atau merendahkan diri kepada Allah SWT.

Lebih lanjut, Buya Yahya menerangkan dari fenomena mencium Hajar Aswad selalu dikejar oleh umat Muslim berangkat melalui kisah Sayyidina Umar Bin Khattab RA.

"Sayyidina Umar pun menciumnya. Di saat beliau mencium batu, dia berkata 'Hey batu, engkau adalah batu yang tidak membahayakan dan tidak bermanfaat. Kalau bukan aku melihat engkau dicium Baginda, maka engkau tidak akan aku cium'," jelas Buya Yahya sambil mengutip ucapan Umar Bin Khattab RA.

Kisah Umar Bin Khattab berbicara dengan batu Hajar Aswad diabadikan oleh Imam Al-Ghazali melalui kitab Ihya Ulumiddin.

Dikutip dari NU Online Islam, dalam hadis riwayat Imam Bukhari, berikut kisah Umar Bin Khattab berbicara dengan Hajar Aswad:

أنَّهُ جَاءَ إلى الحَجَرِ الأسْوَدِ فَقَبَّلَهُ، فَقالَ: إنِّي أعْلَمُ أنَّكَ حَجَرٌ، لا تَضُرُّ ولَا تَنْفَعُ، ولَوْلَا أنِّي رَأَيْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يُقَبِّلُكَ ما قَبَّلْتُكَ.

Artinya: "Sesungguhnya Rasulullah saw mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya, Umar bin Khattab kemudian berkata (kepada Hajar Aswad), ‘Sungguh aku tahu bahwa kau hanya batu, tidak bisa memberikan mudarat dan manfaat. Sungguh, andai aku tidak melihat Nabi saw menciummu, niscaya aku pun tidak akan menciummu!." (HR. Bukhari).

Melalui hadis riwayat ini, Buya Yahya menganggap bahwa, tidak ada keharusan dalam mencium Hajar Aswad, baik saat ibadah haji maupun umrah di Tanah Suci.

"Setelah itu, mencium Hajar Aswad adalah sesuatu yang disunnahkan, tapi pun demikian, bagi yang dimudahkan untuk umrah dan haji, mencium Hajar Aswad adalah semampunya," tegasnya.

"Jangan sampai memaksa, lalu menyakiti orang lain saat mengejar dan mencium Hajar Aswad, sehingga apalagi ada keyakinan mencium Hajar Aswad adalah begini begitu," sambungnya.

Buya Yahya mengimbau umat Muslim jangan sampai memiliki perspektif liar, misalnya tidak mencium Hajar Aswad, maka niat ibadah haji atau umrah belum afdhol atau tak sah.

"Akhirnya ada orang yang memaksakan diri mencium Hajar Aswad. Bagian daripada kesunnahan yang mampu melakukan, kalau tidak bukan masalah. Bukan dari ukuran tulus tidak tulus di situ," paparnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sehingga pemahaman tentang Hajar Aswad ini sering menjadi keliru dan berbahaya bagi keselamatan mereka (jemaah haji atau umrah)," tandasnya.

(hap)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT