News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Maraknya Konvoi Ugal-ugalan, Apa Hukum Tradisi Takbir Keliling Sambut Idul Fitri? Buya Yahya Jelaskan dari Ajaran Islam

Buya Yahya menguraikan hukum terkait tradisi takbir keliling di malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan cara konvoi hingga menyalakan petasan.
Selasa, 1 April 2025 - 23:25 WIB
KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Buya Yahya memahami takbir keliling telah menjadi tradisi di Indonesia setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Banyak masyarakat Indonesia sampai konvoi di malam takbiran.

Takbir keliling memang menjadi tradisi dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, sehingga tak sedikit dari mereka pawai sampai ugal-ugalan bahkan menggunakan suara remix hingga petasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, sejumlah warga Karawang melakukan aksi konvoi menyemarakkan malam takbiran sebagai bentuk menjalankan tradisi takbir keliling menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ketika memeriahkan malam takbiran, puluhan ribu warga Karawang konvoi di wilayah perkotaan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (30/3/2025) malam hari.

Aksi konvoi tersebut ada yang sampai menaiki truk dan bak terbuka yang diduga atas hasil sewaan. Namun, beberapa warga sampai memutar lagu religi dan lagu remix.

Selain itu, ada juga yang menggunakan bedug hingga menyalakan petasan atau kembang api yang dikenal dengan barang red flare. Aksi ini dianggap mengganggu warga sekitar dan pengguna jalan.

Hukum Takbir Keliling Sambut Hari Raya Idul Fitri

Ilustrasi tradisi takbir keliling menggunakan petasan dan red flare di malam takbiran sambut Hari Raya Idul Fitri
Ilustrasi tradisi takbir keliling menggunakan petasan dan red flare di malam takbiran sambut Hari Raya Idul Fitri
Sumber :
  • ANTARA/Winda Herman

 

Sebagai pendakwah karismatik, Buya Yahya menguraikan hukum takbir keliling di malam takbiran untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri yang menjadi tradisi sulit terpisahkan di Indonesia.

Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Al-Bahjah, Selasa (1/4/2025), Buya Yahya menjelaskan esensi dari takbir itu sendiri.

Menurut Buya Yahya, takbir bagian dari ibadah, baik bergetar saat malam Hari Raya Idul Fitri maupun Hari Raya Idul Adha. Agama Islam sesungguhnya sangat menganjurkan hal tersebut.

"Akan tetapi, bagaimana cara kita melakukan takbir juga harus memperhatikan sesuai dengan ajaran agama (Islam)," kata Buya Yahya.

Pengasuh LPD Al Bahjah itu berpendapat, sebenarnya masih diperbolehkan untuk melakukan takbir keliling, dengan catatan tak memunculkan kegaduhan.

Ketertiban menjadi aspek terpenting saat takbir keliling. Buya Yahya menegaskan, aksi konvoi atau pawai yang ugal-ugalan bisa memberikan kemudaratan saat menyambut Idul Fitri.

"Namun, kalau bikin macet, mengganggu kenyamanan warga sekitar, apalagi berbahaya, sebaiknya jangan (konvoi) kalau bisa harus dihindari," tuturnya.

Buya Yahya menuturkan, hati dan lisan yang benar-benar berfungsi untuk mengagungkan Allah SWT bukti menunjukkan esensi takbir sesungguhnya.

Takbir yang benar dalam menyambut Idul Fitri, kata Buya Yahya, bisa mengumandangkannya di tempat ibadah, seperti masjid, musholah, bahkan rumahnya sendiri.

Ia menyarankan hal ini agar seseorang bisa lebih khusyuk saat mengagungkan Allah SWT. Menurutnya, ada nilai ibadah yang mengandung pahala besar ketimbang arak-arakkan di jalanan.

"Takbir yang tadinya ibadah (esensi) mendadak berubah memberikan tanda kemaksiatan, misalnya konvoi ugal-ugalan, menyalakan petasan (red flare), hingga membuat masyarakat tidak nyaman ketika istirahat," terangnya.

Pendakwah kelahiran asal Blitar itu menerangkan bahwa, mudarat yang terlampau jauh ketimbang manfaat dari takbir itu sendiri harus dihindari.

Hal ini menjadi aspek terpenting harus memahami keutamaan dari takbir dan mudarat yang ditimbulkan ketika takbir keliling di malam takbiran.

"Cara bertakbir yang baik mulai ditekankan dari sekarang, jangan ikut-ikutan zaman karena rentan mengganggu. Tujuan takbir yang utamanya memang mengagungkan Allah SWT, tidak arak-arakkan di jalan," jelasnya.

Buya Yahya lebih mengarahkan malam takbiran yang bermanfaat diisi dengan amalan-amalan, misalnya berdoa, berdzikir, dan mengerjakan ibadah lainnya yang memberikan pahala besar.

"Oleh karena itu, esensi malam takbiran menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah dan mengagungkan Allah SWT," pesannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kekhusyukkan faktor utama didasari dengan hati yang ikhlas agar memperoleh keberkahan di Hari Raya Idul Fitri," tutupnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT