Pendidikan formalnya ditempuh di Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Sejak masa SMP pada tahun 1976, Mat Solar sudah aktif di dunia seni peran dengan bergabung dalam Teater Mama, sebuah kelompok teater yang dikenal dengan kritik sosialnya terhadap pemerintahan Orde Baru.
Namanya mulai dikenal luas setelah membintangi sitkom "Bajaj Bajuri" pada tahun 2002, di mana ia berperan sebagai Bajuri, seorang sopir bajaj yang sederhana dan humoris. Kesuksesan sitkom ini mengantarkannya pada peran-peran selanjutnya, termasuk dalam sinetron "Tukang Bubur Naik Haji" yang mencatat rekor sebagai salah satu tayangan dengan episode terpanjang di Indonesia.
Selain dikenal lewat perannya sebagai Bajuri, aktor kawakan tersebut juga membintangi sinetron "Tukang Bubur Naik Haji", sinetron religi populer di Indonesia yang tayang di RCTI mulai tahun 2012 hingga 2017.
Sinetron ini mengangkat kisah inspiratif tentang seorang penjual bubur yang taat beribadah dan akhirnya bisa menunaikan ibadah haji.
Sinetron dimana Mat Solar menjadi pemeran pria utama itu berkisah tentang Haji Sulam, seorang tukang bubur yang hidup sederhana tetapi memiliki keimanan yang kuat. Dengan kerja keras dan ketulusan, ia akhirnya dapat menunaikan ibadah haji.
Berkat aktingnya, Mat Solar berhasil memberi pesan religius kepada pemirsa dimana melalui perannya ia mengajarkan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, ketulusan, dan pentingnya ibadah.
Dalam kehidupan pribadinya, Mat Solar dikenal sebagai seorang Muslim yang taat. Ia menikah dengan Ida Nurlela dan dikaruniai tiga orang anak: Idham Aulia, Mikhail Ali Sidqi, dan Haidar Rasyad.
Load more