Sebaiknya Utamakan Pilih Wudhu atau Tayamum saat Ingin Shalat di Pesawat? Buya Yahya Menjawab Tegas
- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
tvOnenews.com - Shalat di dalam pesawat menjadi bagian dalam tata cara pelaksanaan di perjalanan. Terkadang, seorang mukmin merasa bingung hendak memulainya apakah memilih Wudhu atau tayamum.
Dalam suatu konten YouTube pribadinya, KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya mendapat pertanyaan. Seorang host bertanya saat dihadapi situasi antara Wudhu atau tayamum sebelum shalat.
Host tersebut menanyakan kepada Buya Yahya karena kebanyakan orang sebelum shalat, mereka lebih memilih tayamum. Satu sisi, seseorang bisa melakukan Wudhu di ruangan kamar mandi pesawat.
"Banyak sekali orang-orang yang ketika di pesawat itu langsung mengambil tayamum. Padahal di kamar mandi pesawat itu sebenarnya bisa berwudhu, tapi kadang tidak semua orang ngerti caraya," tanya seorang host kepada Buya Yahya dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Buya Yahya, Minggu (16/3/2025).
Host itu kembali bertanya bagi orang yang sudah bertayamum namun berkeinginan untuk wudhu agar lebih afdhol. Buya Yahya dengan semangatnya menjawab jika dalam kondisi di pesawat.
Wudhu dan Tayamum di Pesawat Penjelasan Buya Yahya

- Tangkapan layar YouTube PDM Jogja
Buya Yahya sudah memahami apakah seseorang harus mengutamakan Wudhu atau tayamum, apabila ingin mengerjakan shalat dalam kondisi di perjalanan menggunakan pesawat.
Dengan gaya karismatiknya, Buya Yahya menyebutkan, keinginan harus mengulang Wudhu di rumah, meskipun sudah mengisi shalat di pesawat patut diapresiasi karena ingin mendapat kesempurnaan ibadahnya.
Namun demikian, Buya Yahya mengambil penjelasan dari Mazhab Imam Syafi'i. Menurut mazhab tersebut, tayamum minimalnya menggunakan debu. Jika tidak ada debu, maka bukan bagian tayamum.
"Jika tidak ada air, maka langsung shalat saja. Tanpa tayamum. Langsung shalat saja bisa," kata Buya Yahya.
Pengasuh LPD Al Bahjah itu memprediksi pertanayan shalat tanpa Wudhu dan tayamum diperbolehkan, karena memang masuk dalam kategori sulit menyucikan diri.
Meski begitu, shalat di pesawat tanpa berwudhu dan bertayamum masih sah, dengan catatan kondisi ini menjadi kategori bagian diwajibkan qadha shalat.
"Ini sebabnya shalat tanpa bersuci, dalam Mazhab Syafi'i," tutur dia.
Tidak semata-mata dari Mazhab Syafi'i, Buya Yahya mengambil ulasan Abu Hanifah atau Imam Malik, maka seseorang yang ingin shalat harus bertayamum dengan sesuatu yang terhampar.
Tayamum Pengganti Wudhu Sebelum Shalat

- Shutterstock
"Jadi, pesawat enggak sah untuk Mazhab Malik. Tapi menurut Mazhab Hanafi itu sah," ucapnya.
Buya Yahya menjelaskan alasan Mazhab Imam Malik bisa tidak sah jika kedapatan kondisi tersebut. Dalam pendapatnya, mengarahkan seseorang bertayamum yang melekat dengan bumi.
Pendakwah karismatik itu sudah bisa membedakan dari ketiga mazhab, apabila memilih Imam Syafi'i, masih mendapat keringanan karena masuk kondisi terdesak.
Buya Yahya menyayrankan, selama masih ada air di pesawat, baik hasil dari kamar mandi atau segelar air minum, maka lebih mengutamakan Wudhu dulu daripada tayamum.
Orang yang akan berwudhu di dalam pesawat rentan mengalami kesulitan. Ia harus menyeimbangkan tubuh seperti kasus umumnya, yakni tubuhnya bisa melayang-layang di udara dalam pesawat.
Wudhu di Pesawat

- Instagram/@s4lw4.k4n
"Paling saya hanya akan ketinggalan shalat satu waktu. Maka Anda bisa gunakan satu gelas air tersebut," tuturnya.
Cara menyucikan seperti ini terutama menggunakan Mazhab Imam Syafi'i, sangat memudahkan bagi orang yang bersungguh-sungguh ingin mengerjakan shalat tanpa ribet lagi.
Ia membagikan gambaran cara menyucikan diri di dalam pesawat lewat contoh umum, misalnya beristinja maka harus dibersihkan menggunakan tisu, lap, dan sebagainya.
"Mohon maaf, tidak harus membersihkan dengan air, cukup dengan tisu. Selesai, tisu kering bukan tisu basah," jelasnya.
Menurut Buya, air minum yang tersisa juga dapat dimanfaatkan sebelum benar-benar berada di posisi terpojok ketika berada di perjalanan.
"Segelas tuh cukup untuk wudhu, cukup. Sekali tok, karena kasusnya, kasus darurat. Ini semua ada aturannya," bebernya.
"Kakinya hanya sekedar dikucurkan air. Rambut diusap, kuping tidak usah. Kemudahan ini," tukasnya.
(udn/hap)
Load more