News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Disangka-sangka, Buya Yahya Akhirnya Lulus Sarjana Psikologi setelah Wisuda di Unissula Semarang

Prof. KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya resmi lulus menjadi sarjana Psikologi setelah ikut wisuda di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.
Sabtu, 15 Maret 2025 - 19:17 WIB
Buya Yahya dalam prosesi Upcara Wisuda 92 Unissula di Auditorium Unissula, Semarang, Sabtu (15/3/2025)
Sumber :
  • Unissula

Semarang, tvOnenews.com - Pengasuh LPD Al Bahjah, Prof. KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya resmi lulus menjadi sarjana Psikologi setelah wisuda di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Buya Yahya menjalani wisuda program studi sarjana (S1) Fakultas Psikologi bersama ribuan wisudawan lainnya dalam prosesi Upcara Wisuda 92 Unissula di Auditorium Unissula, Semarang, Sabtu (15/3/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai pendakwah karismatik, Buya Yahya menyampaikan harapannya setelah sukses mengenyam pendidikan keilmuan psikologi dapat berkontribusi kepada masyarakat, serta memperkokoh ilmu agamanya.

"Karena itu ilmu yang sangat dibutuhkan hari ini untuk bisa menolong saudara-saudara kita. Banyak permasalahan, ternyata tidak cukup diselesaikan dengan cara hukum-hukum agama," ujar Buya Yahya setelah prosesi wisuda dalam Upacara Wisuda 92 Unissula.

"Tapi, ada sisi lain yang harus dibidik dari sisi psikologis, misalnya," tambah dia menjelaskan.

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

 

Buya Yahya tidak merasa malu masih mengenyam pendidikan di bidang psikologi, walaupun sudah memiliki gelar sebagai profesor kehormatan dari Unissula Semarang.

"Harapannya adalah lebih banyak orang yang rindu untuk belajar ilmu-ilmu seperti ini. Ilmu umum semuanya dan ada sinergi antara ilmu dunia sama ilmu agama," jelasnya.

Menurutnya, seorang faqih atau tokoh agama yang sekiranya sudah menguasai ilmu keagamaan tetap saja sulit matang, meskipun mereka memang sudah mantap dalam satu bidang.

Setinggi-tingginya pemahaman ilmu agama, kata Buya Yahya, tetap harus selalu upaya berkeinginan belajar seputar berbagai ilmu yang sifatnya umum dan terus menggali ilmu di bidang apa pun.

Bagi dia, ilmu pengetahuan tidak sekadar berguna untuk orang lain saja, melainkan untuk kesempurnaan pada diri sendiri.

"Karena enggak mungkin kita akan memberikan fatwa pada seseorang, kecuali tahu bagaimana keadaan orang itu, ekonominya, psikologinya dan seterusnya," terangnya.

Ia berpendapat bahwa, semua bidang ilmu penting untuk dikuasai dan dipelajari bergantung dengan pemijatan, misalnya mulai dari ilmu kedokteran, hukum, dan semuanya harus dipastikan untuk membantu kemanusiaan.

"Maka, hendaknya semuanya itu harus terbuka untuk bisa belajar ilmu apapun demi menyempurnakan dirinya, untuk bisa berkhidmad pada umat lebih besar lagi, lebih bagus lagi," katanya.

Sementara, Rektor Unissula Prof Gunarto turut memberikan apresiasi kepada Buya Yahya. Bahwasanya pendakwah kelahiran asal Blitar itu yang tertarik untuk belajar kembali bidang ilmu psikologi.

Tak hanya itu, Prof. Gunarto merasa bangga kepada Buya Yahya dapat menyelesaikan pendidikannya di program sarjana Unissula.

"Buya Yahya memberikan keteladanan bagi kita semuanya. Meskipun beliau sudah master, sudah doktor, profesor, beliau tetap menyelesaikan studinya di program sarjana Fakultas Psikologi Unissula," ujar Prof. Gunarto.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Unissula Semarang itu menyampaikan nasihat kepada para wisudawan untuk mengamalkan ilmu yang sudah didapat selama kuliah dalam kehidupan bermasyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gunarto juga mengingatkan kepada wisudawan untuk selalu berbakti kepada orang tua yang selama ini sudah berjuang mendidik dan membiayai hingga sekarang bisa lulus dan kelak sukses.

(ant/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT