Naskah Ceramah Tarawih Singkat 8 Maret 2025: Tolong Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Perbanyak Ibadah
- Istimewa
tvOnenews.com - Naskah ceramah Tarawih memiliki fungsi sebagai waktu kultum dalam pelaksanaan shalat Tarawih. Materinya mengandung pesan-pesan yang disebarkan kepada para jemaah.
Pesan-pesan dari materi naskah ceramah Tarawih mengandung seputar agama, mendidik atau pendidikan, hingga mempertebal ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT.
Selain itu, naskah ceramah Tarawih juga memberikan arti bahwa, orang-orang mukmin di suatu wilayah berkumpul dalam satu tempat, setidaknya mendengar secara seksama sebagai bentuk silaturahmi.
Manfaat dari mendengar naskah ceramah Tarawih disampaikan oleh khatib yang bertugas, bisa memperoleh ilmu agama, menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan sebagainya.
Sementara, waktu kultum menyampaikan naskah ceramah Tarawih singkat ini, biasanya antara setelah shalat Isya dan sebelum memulai shalat Tarawih.
Terkadang, sejumlah masjid di wilayah Indonesia selalu mengisi waktu kultum, sebagaimana memanfaatkan peluang emas yang terjadi di bulan Ramadhan.
Terlebih lagi, setiap malam minggu pada bulan Ramadhan, waktu kultum menjadi kesempatan emas bagi para khatib menyampaikan naskah ceramah Tarawih. Sebab, para jemaah memiliki waktu luang yang panjang karena libur bekerja.
Oleh karena itu, tvOnenews.com akan membagikan rekomendasi bahan materi naskah ceramah Tarawih pada Sabtu, 8 Maret 2025. Temanya seputar ibadah yang menghidupkan malam di bulan Ramadhan.
Berdasarkan rangkuman tvOnenews.com dari laman BAZNAS, Bank Mega Syariah, Muslim.or.id, dan Rumah Zakat, naskah khutbah Tarawih singkat untuk shalat Tarawih, Sabtu (8/3/2025), dengan tema bertajuk "Tolong Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Perbanyak Ibadah".
Naskah Ceramah Tarawih Singkat Tema Tolong Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Perbanyak Ibadah

- iStockPhoto
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَ شَهْرَ رَمَضَانَ عَلَى سَائِرِ الشُّهُوْرِ، وَجَعَلَهُ مَوْسِمًا لِلْخَيْرَاتِ وَالْبَرَكَاتِ وَالرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
Para jemaah shalat Tarawih sekalian dirahmati Allah
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Kita bersyukur kepada Allah SWT, yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, rahmat, dan maghfirah.
Dalam suatu hadis riwayat memberikan redaksi, keistimewaan besar bahkan begitu dahsyat dari bulan suci Ramadhan, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
Artinya: "Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan pun dibelenggu." (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis riwayat ini menunnjukkan bulan Ramadhan mendapat posisi paling spesial bahkan mulia di sisi Allah SWT. Sebab, bulan di mana pahala amal ibadah akan berlipat ganda ,dan pintu-pintu rahmat serta ampunan Allah SWT terbuka lebar.
Malam-malam di bulan ini memiliki keutamaan luar biasa yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, izinkan saya selaku khatib menyampaikan ceramah seputar Ramadhan pada kesempatan ini.
Marilah kita membahas tentang menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah. Hal ini bertujuan bisa meraih keberkahan dan pahala yang berlimpah.
Sidang shalat Tarawih yang diberkahi Allah SWT
Ada banyak sekali keutamaan yang menjadi kesempatan emas dan terbaik bagi kita meraih sebesar-besarnya. Namun, kita wajib mengetahui sejumlah keutamaannya agar tidak keliru.
Keutamaan Malam Ramadhan
1. Malam Ramadhan adalah Waktu Tingkatkan Rahmat dan Ampunan
Berdasarkan salah satu hadis riwayat, umat Muslim akan mendapat ampunan dosa kala senantiasa beribadah kepada Allah SWT, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang beribadah di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari & Muslim)
Hadits riwayat ini sukses memikat hati kita, betapa besarnya dan dahsyatnya rahmat yang dilimpahkan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya, hanya cukup bagi mereka menghidupkan ibadah di malam Ramadhan.
2. Allah SWT Menurunkan Al-Quran di Bulan Ramadhan
Kamu tahu sejarah dan peristiwa Nuzulul Quran? Ya, peristiwa ini memberikan arti sekaligus pengingat bahwa, Allah SWT menurunkan Al-Quran ke bumi, sekaligus menjadi wahyu dan mukjizat Nabi Muhammad SAW.
Surat Al-Baqarah Ayat 185 telah mewakili sebagai redaksi dalil Al-Quran tentang Nuzulul Quran, sebagaimana Allah SWT berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
Artinya: "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah, 2:185)
Ayat ini menunjukkan bahwa, Ramadhan memiliki keistimewaan karena menjadi bulan turunnya wahyu pertama. Oleh sebab itu, membaca dan memahami Al-Quran di bulan ini memiliki nilai yang sangat tinggi.
3. Adanya Malam Lailatul Qadar
Lailatul Qadar mendapat keistimewaan dan kedudukan paling populer di antara malam-malam Ramadhan. Bagi orang yang meraihnya di malam Lailatul Qadar, seolah-olah mendapat ganjaran pahala lebih baik dari seribu bulan, Allah SWT berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Artinya: "Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr, 97:3)
Jika kita berhitung dari segi matematika, hanya mendapat keistimewaan di malam ini, sama saja seperti telah beribadah selama lebih dari 83 tahun.
Rasulullah SAW memberikan anjuran kepada umat Islam, di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, untuk meningkatkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Lailatul Qadar biasanya terdapat di malam-malam ganjil dari tanggal 21 Ramadhan.
4. Malam yang Diselimuti Keberkahan dan Rahmat Allah SWT
Allah SWT telah memberkahi setiap malam di bulan Ramadhan. Keistimewaan besarnya menjadi waktu terkabulnya doa, pintu langit terbuka lebar, dan Allah SWT melipatgandakan pahala hamba-Nya yang beribadah secara sungguh-sungguh.
Kaum muslimin rahimahumullah
Sebagai umat Muslim yang taat kepada Allah SWT, kita tidak boleh melewatkan sedikit pun keistimewaan yang terdapat di malam-malam bulan Ramadhan. Sekiranya hanya memperbanyak amal ibadah, sudah cukup meraih keutamaan besar dari-Nya.
Terdapat beberapa amalan dan ibadah setidaknya menjadi rutinitas kita selama malam-malam bulan Ramadhan. Kesempatan mendapat pahala dan terkabulnya hajat, bukan semata-mata untuk orang lain, tetapi paling penting dapat dimanfaatkan oleh diri sendiri.
1. Shalat Tarawih dan Qiyamul Lail
Shalat Tarawih menjadi salah satu ibadah utama di malam Ramadhan, seperti dalam kegiatan kita saat ini. Ibadah ini bersifat sunnah namun bisa dilakukan secara berjamaah di masjid atau pun sendiri di rumah, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari & Muslim)
Selain Tarawih, Qiyamul Lail (shalat malam) juga menjadi ibadah sunnah yang mustajab, terkhusus pada 10 malam terakhir Ramadhan. Shalat sunnah malam menunjukkan ikhtiar dalam mencari Lailatul Qadar.
2. Menggetarkan dan Tadabbur Ayat Suci Al-Quran
Momentum membaca Al-Quran sebagai amalan ibadah yang dianjurkan untuk dilantunkan setiap malam di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bahkan selalu mengkhatamkan Al-Quran bersama malaikat Jibril setiap Ramadhan.
Selain membaca, kita juga mendapat anjuran untuk mentadabburi (merenungkan) makna dan setiap tafsir-tafsir yang terkandung dalam kalimat ayatnya, seenggaknya berguna agar bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Berdzikir dan Berdoa
Salah satu redaksi hadis riwayat menekankan, setiap umat Muslim harusu berdoa karena malam Ramadhan adalah waktu mustajab menyampaikan hajat, Rasulullah SAW bersabda:
"Ada tiga golongan yang doanya tidak akan ditolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi." (HR. Tirmidzi)
Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak doa, terutama di malam hari, untuk memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.
Ma'asyiral muslimin rahimahumullah
4. Sedekah dan Melakukan Amal Sosial
Sedekah dan hal-hal yang sifatnya memberi, sama saja telah menunjukkan aksi sosial karena sudah membantu terhadap sesama. Bersedekah di bulan Ramadhan, mendapat kedudukan yang berbeda daripada sedekah di bulan-bulan lainnya.
Pahala sedekah akan berlipat ganda di bulan Ramadhan karena mendapat posisi utama, sebagaimana yang tercantum dalam hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan." (HR. Tirmidzi)
Sedekah di bulan Ramadhan mengingatkan kegiatan Rasulullah SAW sering berbagi, berdasarkan pendapat dari para sahabatnya, begini redaksinya:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ (أَجْوَدَ) مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
Artinya: "Rasulullah SAW adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari & Muslim)
Beberapa rekomendasi untuk kita bisa bersedekah di bulan Ramadhan sebagai berikut:
- Memberikan makanan berbuka kepada orang lain
- Membantu fakir miskin dan anak yatim
- Menyumbangkan sebagian harta untuk kemaslahatan umat
5. Memanfaatkan Waktu 10 Hari Terakhir dengan I'tikaf
I'tikaf merupakan bagian ibadah terpenting saat memasuki fase 10 harii terakhir Ramadhan. Banyak orang mukmin, termasuk di antara dari kita berdiam diri di masjid untuk mencari Lailatul Qadar.
Kegiatan ini mengingatkan hadis riwayat dari redaksi Sayyidah Aisyah Radhiyallahu 'Anha, begini bunyinya:
"Rasulullah sangat bersungguh – sungguh beribadah pada 10 hari terakhir (bulan Ramadhan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut." (HR. Muslim)
I’tikaf adalah kesempatan untuk fokus beribadah, memperbanyak doa, dan melakukan introspeksi diri tanpa gangguan duniawi.
Para hadirin shalat Tarawih yang dibanggakan oleh Allah SWT
Demikianlah khatib menerangkan secara singkat ceramah Tarawih dalam sesi pertama ini. Semoga kita mampu istiqomah menghidupkan malam-malam Ramadhan, sekiranya minimal shalat Tarawih, membaca Al-Quran, berdzikir, bersedekah, dan beri’tikaf. Jika ini rutin, maka kita bisa meraih pahala yang besar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
(hap)
Load more