News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

SBY Usir Ular Kobra Sampai Panggil Kiai, Tak Disangka Temukan Benda Pusaka Saat Merintis Partai Demokrat: Saya Muslim, Tapi…

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menceritakan menemukan banyak ular kobra kecil hingga benda pusaka di rumahnya saat merintis partai Demokrat
Selasa, 4 Maret 2025 - 21:32 WIB
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono
Sumber :
  • Wahyu Kurniawan/tvOne

tvOnenews.com - Belum lama ini, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menceritakan kejadian tidak terduga saat merintis partai Demokrat.

SBY menemukan banyak ular kobra kecil hingga benda pusaka di rumahnya. Hal ini diceritakan olehnya saat 38 ketua DPD Partai Demokrat melakukan silaturahmi ke Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/2/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Silaturahmi ini digelar saat menjelang kongres ke-6 Partai Demokrat dengan agenda pemilihan ketua umum periode 2025-2029. 

Mantan Presiden RI ini menceritakan kejadian tidak terduga yang terjadi di rumahnya saat ia merintis Partai Demokrat. 

Disela-sela ceritanya, SBY menjelaskan peristiwa yang dinilai seperti diluar logika manusia. Menurutnya cerita ini merupakan hal ghaib yang tidak bisa dijangkau oleh manusia. 

“Saya muslim, saya orang beriman, tapi kadang-kadang ada peristiwa yang diluar jangkauan akal. Saya sebagai manusia Alhamdulillah memiliki kekuatan logika common sense,” ungkap Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. 

Bila ada sesuatu yang diluar logika manusia, dirinya menganggap segala sesuatunya milik Allah SWT. 

“Tapi kalau ada sesuatu yang diluar logika saya, itu milik Allah, milik Tuhan. Ada yang bilang, ‘ah nggak percaya, itu omong kosong, tahayul itu’. Saya tidak se gegabah itu, saya nggak paham kok bisa begini,” jelas SBY. 

“Saya daripada salah, saya serahkan pada Tuhan, pada Allah. Barangkali Tuhan bilang, ‘kamu batasnya hanya sampai disini manusia. Yang ini (bukan) milik kamu, kalau masuk ke situ malah celaka kehidupan ini’,” sambungnya.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Sumber :
  • Sigid Kurniawan-Antara

 

Saat itu, SBY bersama almarhumah ibu Ani Yudhoyono menemukan banyak ular kobra kecil di pekarangan rumahnya sebelum dibangun ruangan sebagai tempat cikal bakal dibentuknya Partai Demokrat. 

Ular kobra itu telah diusir dengan berbagai cara, namun jumlahnya tidak kunjung berkurang justru semakin banyak. 

Bahkan dirinya sampai mengadakan ngaji bersama juga tidak mempan.

Akhirnya, SBY sempat menanyakan kepada pramuwisma tentang kiai yang mengetahui dunia gaib untuk dapat mengusir ular kobra tersebut.

“Saya tanya, ada tidak kiai yang mengetahui dunia seperti ini tuh ada apa. Ini betul-betul ular atau orang bilang jadi-jadian,” ujarnya.

Setelah beberapa lama kemudian, seorang kiai datang kerumahnya dan membaca doa-doa serta menulis-nulis sesuatu.

Akan tetapi, dirinya tidak bisa mendapatkan jawabannya secara langsung dari kiai tersebut.

“Saya tidak bisa menjawabnya sekarang, saya akan mencari waktu,” kata SBY menirukan kata Kiai tersebut.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
Sumber :
  • Tim tvOne/Taufik

 

Mendengar jawaban kiai itu membuat SBY dan ibu Ani pun semakin deg-degan.

Kemudian, kiai tersebut mengungkapkan terdapat sebuah pusaka yang ingin keluar dan ingin memiliki pemilik baru.

“Bapak ibu mau percaya atau tidak, di bawah ini ada pusaka yang sudah tidak tahan. Dia ingin keluar, ingin mencari pemilik yang baru,” katanya.

“Disini dulu perbatasan kerajaan Pajajaran dan Jayakarta. Pusaka ini sebetulnya melambangkan itu,” imbuhnya.

Apapun yang terjadi, SBY pun hanya bisa pasrah dan berharap ular-ular tersebut dapat segera pergi dari rumahnya. 

Namun, ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono ini hanya diminta agar jangan takut dan khawatir serta menyiapkan seember air. 

“Kiai ini membaca doa Islam, ketika lebih dekat dengan pusakanya tiba-tiba muncul sinar yang menyambar tanah dan terbakar,” tutur SBY.

“Rupanya air tersebut digunakan untuk menyiram api tersebut, lalu ditemukan sebuah pusaka indah tetapi tidak digunakan untuk perang,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada akhirnya, SBY mengatakan dirinya mempercayai adanya dunia ghaib. Namun ia berpesan kepada seluruh orang untuk selalu beriman kepada tuhan.

“Tetapi, dunia ghaib itu selalu ada. Yang jelas, keimanan kepada tuhan tidak boleh goyang. Kalau dalam Islam tentu kepada Allah dan sunnah Rasulullah juga nasehat para wali,” pesannya. (kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT