News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saat Belum WNI, Ole Romeny Jadi Pemain Timnas Indonesia yang Terheran-heran dengan Budaya dan Agama di Jakarta, Katanya...

Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny tampaknya merasa kagum atas budaya dan toleransi agama yang terjadi di Indonesia sebelum mendapat status sebagai WNI.
Senin, 3 Maret 2025 - 19:25 WIB
Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny
Sumber :
  • Instagram/Ole Romeny

Ole membagikan momen kebersamaannya dengan anak-anak tersebut di pelataran salah satu komplek perumahan di Jakarta. Potret bermain sepak bola dengan anak-anak tersebut terpantau dari unggahan Instagram miliknya.

"The Youth," tulis Ole Romeny.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak tahu mengapa, Ole Romeny tampaknya menikmati bermain sepak bola bahkan sambil hujan-hujanan dengan anak-anak tersebut.

Jika mengacu pada gaya permainannya, kualitas Ole Romeny mengolah si kulit bundar jauh lebih berbeda dengan anak-anak tersebut.

Ole Romeny memamerkan pose foto bersama anak-anak tersebut seusai bermain sepak bola walaupun hanya di lapangan ala kadarnya saja.

Dalam kesempatan yang sama, Ole Romeny mulai mendapat pengalaman barunya mengenai budaya dan agama di Indonesia, mungkin akan menjadi memori barunya yang paling berharga.

Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny
Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny
Sumber :
  • Instagram - @oleromeny

 

Dipantau tvOnenews.com dari kanal YouTube Star Football, Senin, Ole Romeny merasa terkejut betapa besarnya toleransi beragama yang dipamerkan oleh anak-anak tersebut.

Anak-anak tersebut menghentikan permainan sepak bolanya sementara, hanya demi kejar mengerjakan shalat Ashar bersama-sama. Sebab, di tengah bermain bola, masjid sekitar mengumandangkan adzan.

"Sangat menakjubkan. Saat tempat ibadah berbunyi (suara adzan), semua anak-anak yang bermain pergi ke sana (shalat)," ngaku Ole Romeny.

Melansir dari video short YouTube @goalsports93, Ole Romeny mengabarkan, dirinya kedapatan dua anak yang bermain sepak bola dengannya, tidak mengikuti proses shalat Ashar berjamaah.

Dua anak tersebut bernama Mikael dan Badon yang turut menemani Ole Romeny, karena keduanya tidak ikut pergi ke masjid lantaran bukan penganut agama Islam.

"Di lapangan tersisa hanya saya dan dua orang anak yang bernama (Mikael dan Badon)," terang Ole.

Mikael dan Badon mengetahui jika tidak ada mereka, Ole Romeny hanya berdiam sendirian sambil menunggu anak-anak selesai shalat Ashar berjamaah di masjid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aku tanya kenapa tiduk ikut yang lain? Mereka menjawab, mereka beragama Kristen. Aku kagum dengan toleransi di sini sangat kuat," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT