News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Walau Rasanya Maknyus, Tolong Mulai Sekarang Perhatikan Hukumnya saat Makan Keong atau Bekicot Kata Gus Baha

Gus Baha menjelaskan hukum hehwan yang boleh dijadikan menu makanan dari pemahaman mazhab, terkhusus saat makan keong dan bekicot dijadikan bahan konsumsi.
Minggu, 23 Februari 2025 - 17:16 WIB
Gus Baha ungkap hukum keong dan bekicot sebagai hewan dijadikan menu makanan
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Krapyak TV & iStockPhoto

Gus Baha membandingkan manfaat dari bekicot atau keong dengan mengonsumsi daging ayam sebagai hewan langganan dijadikan menu makanan.

"Khawatir saya, suatu saat, seperti ayam itu divonis banyak mengandung flu burung, sementara yang seperti bekicot dinyatakan sehat bagus secara medis," ujar Gus Baha.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Persoalan hukumnya, Gus Baha membicarakan dari perspektif mazhab ulama mengenai apa saja makanan yang dilarang dan dibolehkan agama Islam.

"Kalau kamu ngotot secara Mazhab Syafi’i, kamu akan kehilangan arah. Demi Mazhab Syafi’i, kamu kehilangan sesuatu yang prinsip," pesannya.

Dengan kelakarnya namun memberikan pesan tersirat dalam suatu tausiyahnya, Gus Baha berharap rahmatan lil 'alamin tidak boleh disia-siakan, jika seseorang menggunakan Mazhab Imam Syafi'i.

Ia mengatakan perbandingan hukum makanan tidak serta merta dari satu mazhab. Setiap umat Muslim wajib memahami beberapa mazhab lainnya, seperti dari Imam Hanafi dan Imam Maliki.

"Makanya saya ngaji di sini, di mana-mana, kita harus sesering mungkin cerita Mazhab Maliki, Mazhab Hanafi, terutama di bab math’uumaat, hal-hal yang sifatnya kepada makanan," jelasnya.

Gus Baha memberikan contoh, semisalnya ada kasus kiai di salah satu wilayah Indonesia, tetapi memiliki sifat bahkan sangat menyukai makan tikus.

Kiai tersebut memberikan persoalan mengapa bisa makan tikus dan menyukai hewan tersebut. Menurut Gus Baha, secara tidak langsung, kiai itu tidak dipandang baik oleh pengikutnya.

Murid kesayangannya Mbah Moen itu menuturkan secara syariat dalam agama Islam, hewan yang berbau bangkai dan daging babi, maka hukumnya haram.

Gus Baha berpendapat bekicot, serangga maupun hewan berjenis tenggiling berdasarkan Mazhab Imam Maliki, tidak ada masalah apa pun dijadikan menu makanan bagi manusia.

Ia mengharapkan perbedaan pendapat soal hukum makan bekicot atau keong dari pemahaman masing-masing mazhab, tidak menyebabkan adanya perdebatan satu sama lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi mengikuti bukan berarti kita harus sepaneng (terlalu serius) harus begitu. Karena kalau kamu sepaneng nanti akan weleh," tegasnya.

Pada dasarnya, setiap ulama hadis akan saling berkaitan terhadap pemahamannya, karena bertujuan untuk meluruskan mana yang benar, mana yang salah, guna tidak terjebak dalam kesesatan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT