Ibu-ibu Harus Tahu! Bolehkah Mencicipi Makanan Persiapan Buka Puasa Ramadhan? Simak Penjelasan Buya Yahya
- Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV
tvOnenews.com - Makanan dan minuman berfungsi sebagai bahan kebutuhan untuk buka puasa Ramadhan.
Sebelum jadwal buka puasa Ramadhan, biasanya kalangan wanita khususnya ibu-ibu menyiapkan makanan dan minuman dahulu.
Saat mereka sibuk memasak untuk bahan buka puasa Ramadhan, tidak sedikit ibu-ibu mencicipi makanan yang dibuatnya untuk mengetes cita rasanya.
Persoalan ibu-ibu mencicipi makanan saat puasa Ramadhan, tentunya berkaitan dengan hal-hal yang membuat ibadahnya bikin batal.
Lantas, apa hukum mencicipi makanan agar disantap saat buka puasa Ramadhan untuk memuaskan keluarga? Ini pemaparan Buya Yahya secara gamblang.
- iStockPhoto
Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (18/2/2025), Buya Yahya memaparkan persoalan mencicipi makanan ketika berpuasa.
Menurut Buya Yahya, mencicipi makanan telah menjadi kebiasaan di setiap pelaksanaan puasa Ramadhan.
Kegiatan mencicipi makanan sangat berguna rasa dan kualitas makanan yang telah dimasak sudah pas dan tidak ada kekurangan sedikit pun.
Kematangan menjadi aspek terpenting dan sebisa mungkin makanan yang dibuat tidak kurang. Rata-rata hal ini terjadi saat di siang hari.
Buya Yahya mendapat pertanyaan dari contoh ibu-ibu yang memasak sayur-sayuran, mencicipi makanan lebih dulu setelah matang.
Bagi Buya Yahya, mencicipi makanan adalah hal yang berbeda dan tidak membatalkan ibadah puasa.
Ia memahami ibu-ibu yang mencicipi makanan dilakukan dengan sengaja. Artinya, ada makanan masuk ke rongga mulut dan hal itu penyebab puasa disebut bikin batal.
"Gimana Buya kalau saya cicipi sayur? Kalau ibu nyicip sayuran, biar pun satu tim tidak batal. Asalkan jangan ditelan," ungkap Buya Yahya.
Pengasuh LPD Al Bahjah itu menuturkan selama hanya tersenduh di bagian lidah tidak akan batal.
Sebaliknya, jika mencicipi makanan tetapi sampai tertelan, sama saja memasukkan bagian makanan melewati tenggorokan. Hal itu pasti membatalkan ibadah puasanya.
"Pokoknya ibu pas masak itu boleh mencicipi sayuran biar tahu rasanya asin atau tidak," tegasnya.
Pendakwah karismatik ini menjelaskan makanan yang dicicipi sebagai wujud menyemarakkan dan menumpahkan kebahagiaan ketika buka puasa.
Setelah mereka melewati ujian terberatnya saat puasa, bisa membalas rasa laparnya dengan menyantap makanan bersama keluarga tercinta.
"Nantinya ibu kalau lagi masak tentu saja boleh menyicipi sayur, tetapi mencicipi yang dimaksud hanya dirasakan di lidahnya, kemudian itu dibuang," tandasnya.
(hap)
Load more