News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Sembarangan Makan Buah Durian dan Tape Ketan, Meski Enak Ustaz Khalid Basalamah Ingatkan Hukumnya dalam Islam...

Ustaz Khalid Basalamah menguraikan hukum konsumsi buah durian dan tape ketan tidak boleh sembarangan. Sebab, agama Islam melarangnya kalau menimbulkan ini.
Senin, 3 Februari 2025 - 15:56 WIB
Ustaz Khalid Basalamah peringatkan harus hati-hati saat makan buah durian dan tape ketan
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/Putri Rani & iStockPhoto

tvOnenews.com - Ustaz Khalid Basalamah mengingatkan ada hal yang diperhatikan, apabila ingin memakan tape ketan dan buah durian.

Menurut Ustaz Khalid Basalamah, tape ketan dan buah durian minimal dihindari, jika telah menunjukkan tanda-tanda kurang baik untuk dikonsumsi manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ustaz Khalid Basalamah menambahkan ketika buah durian dan tape ketan seolah-olah berubah warna dan tidak pernah dikonsumsi, rentan menimbulkan bau kecut dan tak baik untuk kesehatan.

"Karena seperti khamr, yang berasal dari anggur yang asalnya buah itu halal tetapi kemudian menjadi haram setelah mengandung zat yang memabukkan," ungkap Ustaz Khalid Basalamah dalam suatu ceramah dinukil dari kanal YouTube Menara Islam, Senin (3/2/2025).

Tape ketan dan buah durian sama-sama bahan makanan memiliki rasa yang menyengat. Keduanya bahkan kerap kali menimbulkan bau alkohol.

Ilustrasi buah durian dan tape ketan
Ilustrasi buah durian dan tape ketan
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Durian adalah buah yang masih boleh dikonsumsi dalam agama Islam. Hukumnya masih bersifat halal walaupun berbau menyengat tetapi bukan minuman, walaupun alkoholnya muncul alami.

Durian memiliki cita rasa yang manis bahkan creamy, untuk tekstur dari buah ini sangat lembut, layaknya bantal dan tidak merusak rongga mulut. Ada perpaduan rasa manis pahit meskipun memunculkan alkohol.

Jika ingin mendapatkan rasa yang enak, bisa membedakan dari kematangan buah dan pengaruh dari tumbuhannya, baik alam maupun budidaya.

Ada pun tape ketan juga mempunyai rasa hampir serupa dengan durian, walaupun perbedaannya hanya sedikit asam, bahkan tekstur bentuknya pun berair dan lunak.

Namun, tape ketan tidak bersifat alami, makanan tradisional yang identik berasal dari Jawa. Sebab bahan-bahannya dari enzim amilase. Artinya, jenis makanan ini merupakan beras ketan merah hasil fermentasi.

Pro kontra dua makanan ini menimbulkan spekulasi bahwa tape ketan dan durian bisa haram dalam Islam soal hukumnya. Ustaz Khalid Basalamah mengupas tuntas hal ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendakwah kelahiran asal Makassar itu mengatakan makanan yang bersifat alkohol dan hukumnya haram dalam Islam, dilihat dari ciri-cirinya.

Perbedaan makanan tape ketan dan buah durian telah jelas, semisal baunya menyengat dipastikan mengandung alkohol.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT