News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Inspirasi Pria di Ponorogo, Amalkan Sholawat dan Al Fatihah Setiap Habiskan Waktu dengan Berkebun

Sosok pria di Ponorogo, Doktor H Sutejo memiliki kisah inspirasi selalu mengamalkan sholawat dan Surat Al Fatihah saat menikmati masa tua dengan cara berkebun.
Sabtu, 1 Februari 2025 - 16:13 WIB
Pria tua di Ponorogo, Doktor H Sutejo selalu baca sholawat dan Surat Al Fatihah setiap berkebun
Sumber :
  • ANTARA/Masuki M. Astro

tvOnenews.com - Sosok pria di Ponorogo, Doktor H Sutejo mempunyai kisah inspirasi sembari menggetarkan sholawat dan Surat Al Fatihah saat menikmati masa tuanya.

Pria tua di Ponorogo itu telah membiasakan sholawat dan Al Fatihah terus diamalkan untuk menemani kegiatan berkebun sebagai aktivitas sehari-harinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Doktor H Sutejo yang tinggal di Ponorogo, Jawa Timur itu selalu mengisi kegiatan dengan menanam bibit namun tidak lupa sambil membaca Al Fatihah dan sholawat.

Bacaan sholawat dan Al Fatihah selalu menjadi teman H Sutejo saat menanam bibit hingga melakukan perawatan tanaman selanjutnya ketika berkebun.

Kegiatan berkebun sembari ditemani sholawat dan Al Fatihah, menjadi kisah inspirasi dari Sutejo yang wajib diketahui oleh semua orang.

Pria tua di Ponorogo, Doktor H Sutejo saat mengajak mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia ujian skripsi di kebun
Pria tua di Ponorogo, Doktor H Sutejo saat mengajak mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia ujian skripsi di kebun
Sumber :
  • STKIP PGRI Ponorogo

 

Pada suatu kisah, Kang Tejo sapaan akrabnya, mengakui sulit melupakan kedua amalan tersebut saat berkebun.

Namun begitu, Kang Tejo tidak menginginkan semua orang menganggap, bahwa dirinya terlalu agamis, hanya perkara tak bosan membaca sholawat dan Al Fatihah.

"Jadi, mohon maaf, saya tidak sok agamis," ungkap Doktor H Sutejo dikutip tvOnenews.com, Sabtu (1/2/2025).

Kang Tejo memaparkan secara gamblang mengapa sholawat dan Al Fatihah menjadi amalan yang dibiasakan dirinya ketika menanam tanaman.

Sejatinya kedua amalan tersebut, kata dia, cara agar Tuhan selalu dekat kepada dirinya, terutama di setiap aktivitas di masa tuanya.

Ia tidak menginginkan telah menginjak masa uzur tetapi lupa terhadap Tuhan, maka dari itu kedua amalan ini menjadi senjatanya.

Selain dekat dengan Tuhan, sholawat dan Al Fatihah, menurut Kang Tejo, cara dirinya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada alam.

Tanaman-tanaman menghiasi di halaman rumahnya membuat dirinya memperoleh kedamaian.

"Namun saya memang hanya ingin memberikan sesuatu pada alam atau bentuk terima kasih pada alam, yang telah membawa pikiran dan hati pada rasa damai saat berinteraksi dengan tanaman itu," terang Kang Tejo.

Semua orang tidak meragukan totalitas yang dilakukan Kang Tejo di setiap kegiatannya. Mereka menganggap sosok pria tua itu telah menancapkan rasa cintanya terhadap tanaman.

tvonenews

Kang Tejo kembali mengakui ada kedamaian ketika memperlakukan baik terhahdap tanaman-tanaman.

Sebab, ia meyakini cara penyikapan dirinya terhadap tanaman dikaitkan dengan unsur spiritual. Hal ini menjadi pemantik sholawat dan Al Fatihah selalu bergetar saat berkebun.

Sebelum fokus menikmati kegiatan berkebun, sejatinya Kang Tejo adalah seorang tokoh ternama di Ponorogo, Jawa Timur.

Semua warga di Ponorogo tidak heran terhadap Kang Tejo yang menjalani kariernya sebagai doktor, dosen, sastrawan terkenal.

Tidak sekadar dosen, Kang Tejo pernah berstatus rektor. Kiprahnya saat itu memimpin salah satu perguruan tinggi swasta berbasis di Kota Reog.

Kemudian, Kang Tejo menjadi penulis di mana karyanya telah menciptakan puluhan buku. Bahkan menyandang sebagai pegiat literasi.

Meski demikian, Kang Tejo sama sekali mendamba-dambakan seluruh profesinya walaupun ia mengetahui jabatan tersebut, membantu kehidupannya.

Bagi dia, memberikan kebahagiaan adalah tujuan hidup sebenarnya daripada jabatan yang sesungguhnya hanya bersifat fana.

"Apalah arti gelar dan jabatan itu? Semua hanya sampiran yang nanti akan tidak bermakna apa-apa jika diri kita pribadi tidak bermakna bagi orang banyak," katanya.

Terkini, berkebun menjadi aktivitas rutinnya tanpa henti. Ia bahkan sempat merasa sangat beruntung saat Indonesia digempur pandemi COVID-19.

Sejak COVID-19 melanda pada awal 2020, area tanah kosong di sebelah halaman rumahnya memunculkan inspirasi Kang Tejo untuk bikin perkebunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanaman singkong menjadi target utama Kang Tejo saat baru memanfaatkan tanah kosongnya. Hal ini menjadi titik awal sholawat dan Al Fatihah sebagai amalan sehari-harinya.

(ant/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT