News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ternyata Bukan Tikus, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Selama Ada Hewan ini Tanda Banyak Sarang Makhluk Gaib di Rumah

Ustaz Adi Hidayat (UAH) membahas hewan dalam suatu ceramahnya bahwa ada satu jenis hewan selain tikus menunjukkan tanda makhluk gaib sedang bersarang di rumah.
Selasa, 31 Desember 2024 - 13:18 WIB
Ustaz Adi Hidayat (UAH) sebut tikus bukan hewan pembawa tanda banyak sarang makhluk gaib di dalam rumah
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat menyoroti pendapat hewan menunjukkan tanda makhluk gaib bersarang di rumah melalui kehadiran tikus.

Perihal tikus, Ustaz Adi Hidayat memahami bahwa hewan ini kerap kali digadang-gadang memberikan tanda rumah telah disarangi makhluk gaib.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menegaskan hewan pembawa tanda banyak sarang makhluk gaib dalam rumah bukan tikus.

"Karena jin senang di tempat yang kotor," ungkap UAH dalam suatu kajian dilansir dari tayangan channel YouTube Rohman Story, Selasa (31/12/2024).

Sebab, hewan merupakan salah satu bagian makhluk hidup yang memperoleh hak kehidupannya sebagaimana mereka juga hamba Allah SWT.

Ilustrasi hewan tikus sedang berada di rumah
Ilustrasi hewan tikus sedang berada di rumah
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Pada dasarnya hewan juga telah mendapat kodrat sadar akan Tuhan telah dijelaskan dalam hadis riwayat dan dalil Al Quran.

Hewan kerap kali bertasbih dan menyeru nama Allah SWT di setiap aktivitas kehidupannya.

Dalam dalil Al Quran dari Sura Al Isra Ayat 44 menerangkan setiap makhluk yang bernyawa khususnya hewan bertasbih kepada-Nya, Allah SWT berfirman:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

Artinya: "Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya senantiasa bertasbih kepada Allah. Tidak ada sesuatu pun, kecuali senantiasa bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (QS. Al Isra, 17:44)

Hewan membutuhkan kasih sayang dan perlindungan sebagaimana makhluk hidup yang memiliki kedudukan rendah daripada manusia.

Namun, ada beberapa penjelasan dalam agama Islam mengenai anjuran hewan yang boleh dibunuh dan dilindungi oleh manusia.

Perihal tikus telah mendapat perspektif sebagai hewan pengerat karena bisa memberikan hama dan menularkan penyakit kepada manusia.

Islam juga menyebutkan status tikus merupakan hewan berbahaya yang boleh dibunuh sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadis riwayatnya, seperti ini bunyinya:

خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِىالْحَرَمِ الْفَأْرَةُ ، وَالْعَقْرَبُ ، وَالْحُدَيَّا ، وَالْغُرَابُ ،وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

Artinya: "Ada lima jenis binatang yang seorang muhrim hendaknya dibunuh walaupun di tanah haram, yaitu: burung gagak, burung had'ah, kalajengking, tikus, dan anjing liar." (HR. Bukhari & Muslim)

Meski demikian, UAH mengingatkan kepada jemaahnya satu hewan yang lebih buruk dari tikus kerap kali muncul di rumah.

Direktur Quantum Akhyar Institute itu menjelaskan hewan yang dimaksud adalah cicak karena memiliki habitat di sekeliling manusia.

"Ada sebagian yang diciptakan dari Allah SWT sebagai ujian yang hadirkan mudharat di situ supaya kita mengetahui ada keburukan yang harus kita hindari," terangnya.

Cicak mempunyai catatan kisah telah memberikan tanda tergolong dalam fuwaisiqah yang artinya "si kecil paling jahat".

Sa'ad bin Abi Waqqash meriwayatkan hadis terkait cicak merupakan hewan fuwaisiqah, seperti ini bunyinya:

"Bahwa Nabi SAW memerintahkan untuk membunuh cicak dan beliau menamakannya fuwaisiqah (binatang jahat yang kecil)." (HR. Muslim)

"Makanya ketika ditunjukkan oleh Allah dia muncul fitrahnya dia memang mesti misal dieksekusi, dibunuh," kata UAH.

Ilustrasi cicak muncul dan menempel dinding dalam rumah
Ilustrasi cicak muncul dan menempel dinding dalam rumah
Sumber :
  • Istockphoto

 

Lantas, mengapa ada anjuran membunuh cicak? UAH mengimbau kehadiran hewan tersebut menandakan ada yang kotor di dalam rumah.

"Membunuhnya cicak itu seperti kita membunuh nyamuk untuk menunjukkan adanya kotoran-kotoran di situ yang harus kita jauhkan," paparnya.

"Memang diciptakannya untuk menunjukkan itu. Nah, harus dibunuh dia (cicak)," sambungnya menambahkan.

Pengurus PP Muhammadiyah itu mengambil penjelasan dalam hadis riwayat terkait satu pukulan diarahkan ke cicak akan meraih pahala besar.

"Pahalanya dengan satu kali pukul, ada 100 kebaikan. Berdasarkan Hadis Riwayat Bukhari Nomor 3359. Dan terbunuhnya cicak menghadirkan kebaikan-kebaikan dengan menghilangkan kotoran-kotoran yang ada di dalam," jelasnya.

tvonenews

Namun, pendakwah kelahiran asal Pandeglang itu menyampaikan keuntungan dari kehadiran cicak bisa mengetahui tempat yang disinggahinya menunjukkan jin sedang bersarang di rumah.

"Termasuk di situ mengusir jin. Makanya saya bisa katakan, kalau ada cicak di beberapa tempat, itu biasanya jin juga ada di situ, karena senang di tempat-tempat yang kotor," ujarnya.

Pendakwah karismatik usia 40 tahun ini memaparkan alasan cicak dijadikan hewan fuwaisiqah berangkat dari kisah Nabi Ibrahim AS dibakar hidup-hidup oleh pasukan Raja Namrud.

Saat itu, cicak bantu bala tentara Raja Namrud untuk meniupkan api agar semakin besar. Kisah ini membuat hewan tersebut dianggap buruk.

"Selain membawa kotoran, dia juga pernah meniup-niup api yang sedang membakar Nabi Ibrahim supaya makin menyala," terangnya lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Diharapkan menjadi dingin dan teduh, ini malah ditiup-tiup sama hewan ini," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Presiden UFC, Dana White, menyatakan optimisme bahwa Conor McGregor akan segera kembali bertarung di oktagon, dengan peluang comeback yang kini semakin nyata.
Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan tipis Bulgaria dengan skor 0-1 dalam laga puncak FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno GBK
Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut tiga dokter internship atau magang yang meninggal dunia dalam waktu berdekatan di lokasi berbeda. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait
Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Megawati Hangestri dipastikan tak kembali ke V-League musim depan, media Korea tetap menyoroti kehebatan “Megatron” saat membahas draft pemain asing.
Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan keberhasilan Indonesia meraih komitmen investasi lebih dari Rp380 triliun di Jepang. Keberhasilan ini
Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah mendorong percepatan pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela, Maluku. Bahkan Bahlil jelaskan,

Trending

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kekalahan perdana yang dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia tidak serta-merta membuatnya pesimistis. Meski takluk 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion -
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.
Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan jelaskan, tidak ada titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT