News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memangnya Boleh Muslim Merayakan Tahun Baru Masehi dengan Pesta dan Tiup Terompet? Tegas Buya Yahya Itu Kebiasaan...

Hal inilah yang mendapat sorotan Buya Yahya kalau merayakan tahun baru masehi juga dianggap lumrah oleh sebagian orang beragama Islam. Apakah diperbolehkan? ..
Jumat, 27 Desember 2024 - 16:24 WIB
Memangnya Boleh Muslim Merayakan Tahun Baru Masehi dengan Pesta dan Tiup Terompet? Tegas Buya Yahya Itu Kebiasaan...
Sumber :
  • dok.ilustrasi iStock

Jakarta, tvOnenews.com-- Merayakan malam tahun baru umum dilakukan di manapun, termasuk Indonesia dengan berbagai aktivitas. Bisa meniup terompet hingga menyalakan kembang api dan pesta. 

Hal inilah yang mendapat sorotan Buya Yahya kalau merayakan tahun baru masehi juga dianggap lumrah oleh sebagian orang beragama Islam (muslim). Apakah diperbolehkan?.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyimak hal tersebut, tentu Pendakwah Indonesia Buya Yahya ini menjawab dengan tegas dari sisi pandang Islam. Dikutip dari YouTube Buya Yahya, Jumat (27/12). 

KH Prof. KH.Yahya Zainul Ma arif atau Buya Yahya
KH Prof. KH.Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar/YouTube Al-Bahjah TV

 

 

Buya menyebutkan tidak boleh. Perayaan Tahun Baru Masehi dianggap kebiasaan buruk.

"Dipermasalahkan bukan zatnya, bulannya dan hari akan tetapi kebiasaan dan kebudayaan yang terjadi di tahun baru tersebut," ucap Buya Yahya.

Apakah yang dilakukan umat saat itu berhura-hura berfoya-foya. Jadi yang kita hentikan adalah kebiasaan-kebiasaan jelek," tegasnya.

"Sehingga anak Pak Haji bu haji itu ada yang meniup terompet dan ada yang mabuk. Sementara orang Nasrani banyak di gereja mereka berdoa dan sebagainya," beber Buya.

Memangnya Boleh Muslim Merayakan Tahun Baru Masehi dengan Pesta dan Tiup Terompet? Tegas Buya Yahya Itu Kebiasaan...
Memangnya Boleh Muslim Merayakan Tahun Baru Masehi dengan Pesta dan Tiup Terompet? Tegas Buya Yahya Itu Kebiasaan...
Sumber :
  • dok.ilustrasi iStock

 

 

Menurutnya perayaan tahun baru Masehi sering disalahartikan. Sehingga terbitlah kebiasaan buruk yang menyimpang keluar dari aturan agama Islam.

"Apa yang dilakukan oleh anak-anak kaum muslimin saat itu berhura-hura kemudian setelah itu berantem mabuk dan sebagainya," kata Pendiri Ponpes Al Bahjah itu.

"Jadi mengikuti budaya-budaya kafir itu yang tidak diperkenankan," jelas Buya.

Dengan demikian, kata Buya Yahya umat muslim sudah seharusnya lebih berbahagia dan semangat dengan tahun barunya sendiri yaitu pakai Tahun Hijriah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Banyak amalan baik dianjurkan untuk dilakukan setiap hari dan semakin mendekatkan diri pada Allah SWT. Kalau masalah hari kita pakai hari kita Hijriah, bukan pakai tanggal mereka," pesannya.

"Semestinya kita mulai merubah dalam diri kita rumah kita membiasakan dengan menggunakan tahun Hijriyah," imbuh Buya Yahya.(klw)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT