News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sorotan Tajam Habib Jafar ke Gus Miftah yang Hina Penjual Es Teh Manis, Singgung Tentang Kerendahan: Kita Sama-sama...

Habib Jafar menyoroti secara tegas tentang kerendahan hati setelah video kajian Gus Miftah melakukan penghinaan kepada penjual es teh manis, Surhaji viral.
Kamis, 5 Desember 2024 - 16:06 WIB
Habib Jafar soroti Gus Miftah mengolok-olok penjual es teh manis, Surhaji
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Jeda Nulis & Tim tvOnenews

tvOnenews.com - Pendakwah karismatik Habib Jafar turut menyoroti Gus Miftah yang viral akibat menghina penjual es teh manis, Surhaji.

Habib Jafar menyinggung tentang kerendahan hati yang dimiliki seorang manusia pasca video penghinaan Gus Miftah kepada penjual es teh manis viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Habib Jafar menyayangkan sikap yang dilontarkan Gus Miftah saat menghina penjual es teh manis. Padahal pendakwah itu berstatus sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto dalam Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

"Seperti yang kalian tahu, gue gak suka ngomongin orang atau peristiwa, melainkan nilai agar jadi pelajaran bagi semua dan sepanjang waktu," ungkap Habib Jafar dalam tulisannya pada unggahan Instagram pribadinya dikutip, Kamis (5/12/2024).

"Maka, apa nilai yang bisa kita ambil hikmahnya?," tanya Habib Jafar.

tvonenews

Habib Jafar menyampaikan betapa pentingnya sikap kerendahan dalam hati setiap manusia. Bahkan sampai menunjukkan arti dan tafsir salah satu Ayat Suci Al Quran.

Ia mengunggah penafsiran dalam Surat Asy Syu'ara Ayat 215 yang memiliki arti "Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin".

Pria bernama asli Habib Husein bin Ja'far Al Hadar itu menyinggung Gus Miftah bahwa tidak ada kerendahan hati yang dimiliki sosok pendakwah sekaligus utusan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Yaitu kita sama-sama belajar tentang satu rumus dunia bahwa siapa yang merendahkan hatinya, maka ia telah meninggikan dirinya," terang dia menjelaskan.

Kemudian, Habib Jafar kembali menjelaskan pelajaran diambil lainnya dari kasus viral Gus Miftah kepada penjual es teh manis bernama Surhaji.

Ia menyampaikan nasehat yang diterangkan dalam Surat At Tin Ayat 4 memiliki tafsir kesempurnaan dari manusia.

"Kita semuanya diciptakan sebagai ciptaan yang agung oleh Yang Maha Agung," tuturnya.

"Maka, mari agungkan siapa yang dianggap rendah, berterima kasih atas siapa yang berjasa, dan memaafkan siapa yang meminta maaf," sambung dia lagi.

Ia berpendapat bahwa pekerjaan sebagai tukang es teh sangat mulia. Meski kerap kali dianggap rendah oleh orang-orang telah meninggikan dirinya sendiri.

Ia memahami jualan es teh manis sebagai pekerjaan sederhana jika dalam mengacu konsep bisnis untuk mencari keuntungan besar.

"Satu lagi, bahwa jual es saat hujan atau bakso saat udara panas memang terasa kurang tepat secara ilmu bisnis, tapi tidak secara ilmu Tuhan," jelasnya.

Ia mencontohkan bahwa konsep bisnis berbeda-beda. Ada yang berupaya mencari hasil paling besar juga hanya ingin meraih ketetapan rezeki dari Allah SWT.

Gus Miftah rangkul penjual es teh manis, Surhaji
Gus Miftah rangkul penjual es teh manis, Surhaji
Sumber :
  • Antara

 

Bahwasanya Allah SWT telah memberikan jaminan ketetapan setiap rezeki makhluk hidup. Meski mereka harus berupaya meraihnya sebagai bentuk tawakal dan ikhtiar kepada-Nya.

"Seperti orang Madura yang sering gue ceritakan, ada orang yang umpamanya bukan berbisnis untuk cari uang semata, tapi berusaha sebagai ibadah untuk cari dari Tuhannya," paparnya.

"Hingga membuat Tuhannya ridho dan membuat rezekinya datang berlimpah dari sumber yang tak terduga-duga, sebagaimana firman dalam Surat At Thalaq Ayat 3," tambahnya.

Sebelumnya, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah menggemparkan publik setelah potongan video dalam suatu kajiannya sangat viral di media sosial.

Utusan Khusus dalam Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu secara sengaja memberikan penghinaan kepada penjual es teh manis, Surhaji di tengah-tengah kajiannya.

Dalam suatu acara kajian di Magelang, Jawa Tengah, Gus Miftah sampai memberikan olok-olokan dan ucapan tidak pantas di depan para jemaahnya.

"Es tehmu masih banyak enggak? Masih? Ya sana dijual, g*k," ucap Gus Miftah dalam video viral ceramahnya dikutip, Kamis.

Tak hanya itu, Gus Miftah sampai menyinggung takdir dan merendahkan usaha Surhaji menyempatkan jualan es teh di dalam acara kajian tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jual dulu, nanti kalau masih belum laku, ya sudah itu takdir," tandas Gus Miftah.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT