Sisi Lain Berkiprah di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Indonesia Pernah Ibadah di Pelataran Tempat Pemersatu Agama
- tvOnenews.com/Julio Tri Saputra
"Kita harus maksimal secara taktik. Stabilitas yang mulai terbangun mesti dipertahankan sehingga saat main, taktik sudah siap dan matang," sambung Erick.
Namun begitu, perjalanan Garuda patut mendapat apresiasi. Mereka telah berjuang mati-matian berjalan di berbagai ajang kompetisi sampai ke titik tembus babak kualifikasi Piala Dunia.
Sebelumnya, Timnas Indonesia pernah berkompetisi di Piala Asia 2023. Itu telah berlangsung digelar di Abdullah bin Khalifa Stadium sebagai venue bergengsi tim-tim asia pada ajang tersebut.
Hal yang menarik dari Timnas Indonesia saat melakoni pemusatan latihan sambut Piala Asia 2023 di Turkiye. Di sana, skuad asuhan STY sapaan akrabnya, mempunyai pengalaman baru dalam segi religius masing-masing pemain.
Sebagai tim mayoritas penganut agama Islam, para pemain Muslim menyempatkan shalat Jumat. Ibadah tersebut dikerjakan di Masjid kompleks Garden of Tolerance, Belek, Antalya, Turkiye.
Uniknya tidak hanya sebagai masjid belaka, Garden of Tolerance mempunyai fungsi di mana seluruh tempat ibadah dari berbagai agama menyatu dalam suatu tempat. Penganut agama Islam, Kristen, dan Yahudi bisa beribadah di sana.
Masjid itu menunjukkan simbol persatuan agama. Ada refleksi cinta yang ditanamkan oleh pemerintah Turkiye demi mewujudkan toleransi dan membentuk persaudaraan erat dalam menciptakan moderasi dan toleransi beragama.
Kebetulan, tempat hotel para pemain Timnas Indonesia berada di dekat Garden of Tolerance. Witan Sulaeman dan kawan-kawan hanya memerlukan perjalanan kurang lebih delapan menit untuk sampai di sana.
- PSSI
Mereka dapat melihat keindahan berbagai bangunan ibadah masing-masing agama saling bersandingan, seperti sinagoge, gereja hingga masjid itu sendiri sesuai dengan nama kompleks Masjid Garden of Tolerance.
Tempat itu memang memiliki identik yang fungsinya dijadikan gelaran shalat Jumat bagi umat Muslim. Bahkan mereka kerap kali mendapat ruang menunaikan ibadahnya di Sinagoge dan gereja sekitaran tersebut karena ruangan masjid tidak cukup menampung mereka.
Witan Sulaeman cs juga turut merasakan saat mencoba peruntukkan ibadah shalat Jumat di Garden of Tolerance. Kala itu mereka tidak beribadah di dalam tempat tersebut yang kebetulan kondisi jemaah hampir penuh.
Load more