Teks Khutbah Jumat Singkat 25 Oktober 2024: Transisi Pemimpin Indonesia, Ini Cara Bersikap yang Sah
- Istockphoto
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Sidang Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT
Pertama-tama, khatib mengajak kita senantiasa melantunkan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT masih memberikan kenikmatan, karunia, rahmat, dan ridho-Nya kepada kita semua sampai saat ini. Kita senantiasa bersyukur telah diberikan kesehatan dan menikmati rezeki.
Marilah kita tidak lupa mengucap sholawat serta salam untuk Baginda Nabi Muhammad SAW telah berjuang menyampaikan kebenaran dan larangan-larangan dari Allah SWT kepada umat manusia agar kembali ke jalan ketakwaan.
Sidang Jumat yang berbahagia
Pada kesempatan kali ini, khatib meminta izin menyampaikan tema terkait pemimpin dalam sesi ceramah shalat Jumat sekarang. Kebetulan sebelumnya Indonesia telah mengalami transisi pemimpin yang baru. Itu merupakan bentuk perjuangan baru agar kita menjadi bangsa kuat.
Kita juga mengharapkan agar kondisi kita dan seluruh masyarakat Indonesia bisa menemukan kesejahteraannya. Itu merupakan harapan kita semua sebagai bangsa yang merdeka.
Proses pelantikan presiden baru telah menentukan Indonesia mengalami transisi. Kita sebagai rakyat, harus menemukan bagaimana cara bersikap terhadap pemimpin dan pemerintahan daerah sendiri.
Khatib mengambil ulasan yang dirangkum bagaimana bersikap yang baik terhadap pemimpin baru.
Cara bersikap pertama, ada yang menyebutkan kita patut memberikan doa. Anjuran mendoakan pemimpin barunya suatu keharusan. Itu sebagai bentuk rakyat mendukung ketua dalam negaranya mendapat petunjuk dan mampu agar terus adil.
Pada dasarnya kemampuan pemimpin mengemban tugasnya secara amanah akan berdampak kepada rakyat negaranya.
Load more