News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Firasat Marissa Haque Ingin Meninggal Dunia Lebih Cepat Jadi Sorotan, Pandangan Buya Yahya: Bagaimana Bisa Tahu?

Buya Yahya berbicara tentang firasat tanda-tanda kematian berkaca dari video viral Marissa Haque berkeinginan meninggal dunia lebih cepat dari Ikang Fawzi.
Kamis, 3 Oktober 2024 - 20:46 WIB
Buya Yahya (kiri) & Mendiang istri Ikang Fawzi, Marissa Haque (kanan)
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV & Instagram/@marissahaque

tvOnenews.com - Mendiang Marissa Haque sempat mengutarakan keinginannya meninggal dunia.

Marissa Haque menyampaikan firasat ingin meninggal dunia lebih dulu dari sang suami, Ikang Fawzi menjadi sorotan publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Firasat Marissa Haque berbicara kepada Ikang Fawzi terkait keinginan meninggal dunia lebih cepat viral di media sosial sejak Rabu (2/10/2024).

Dalam video viral tersebut memperlihatkan Marissa Haque dan Ikang Fawzi mendapat pertanyaan tentang ketakutan kehilangan.

Marissa Haque memberikan jawaban yang mengejutkan setelah mendengar pertanyaan terkait kehilangan dalam suatu pasangan rumah tangga.


Kebersamaan mendiang Marissa Haque dengan sang suami, Ikang Fawzi. (Instagram/@ikangfawzi)

Aktor terkenal pada era 1980-an itu mengaku dirinya pernah ingin agar wafat duluan daripada suaminya.

"Oh iya takut, aku bilang sama Ikang. Nanti kalau meninggal duluan mendingan ibu ya," ungkap mendiang Marissa Haque dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Insertlive, Kamis (3/10/2024).

Mendiang Marissa Haque menuturkan alasannya keinginan wafat lebih cepat karena tidak bisa mengurus rumah tangga.

Hal ini mengingat rumah tempat tinggal mereka mempunyai ukuran besar membuat Marissa ingin meninggal lebih cepat.

"Karena aku nggak ngerti cara ngurus rumah segede ini," tuturnya.

Ia sempat menjelaskan bahwa sang suami juga bisa berperan menggantikan posisi dirinya untuk mengurusi anak-anak mereka.

"Kalau mati lampu nanti tinggal bilang 'ayah ini lampu gimana? Ini listriknya di mana'," terangnya.

Meski demikian, Ikang Fawzi langsung menegur atas keinginan sang istri ingin meninggal lebih cepat darinya.

Menurut Ikang Fawzi, perempuan mempunyai umur yang lebih panjang daripada laki-laki.

Namun, ia mempercayai setiap manusia akan mengalami kematian lantaran sudah menjadi takdir dari Allah SWT.

"Enggak lah. Enggak usah dipikirin yang kayak begitu lah. Yang pasti akan terjadi, terjadilah," jelas Ikang Fawzi.

Keinginan mendiang Marissa Haque mengingatkan pandangan dari Buya Yahya terkait firasat kematian.

Dikutip tvOnenews.com melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Kamis, Buya Yahya menerangkan tentang kematian berkaca dari isu mendiang Marissa sudah mempunyai keinginan wafat.

Buya Yahya menjelaskan bahwa kematian menjadi rahasia dari Allah SWT. Hal ini membuat manusia dan makhluk hidup tidak mengetahui takdirnya.

Buya Yahya menyampaikan perihal tanda kematian sebaiknya seseorang harus menanamkan sikap husnudzan.

Hal tersebut berlaku bagi orang yang merasakan tanda-tanda keinginan meninggal dunia.

"Hendaknya kita berhusnudzon kepada Allah, tidak berprasangka buruk," kata Buya Yahya.

Kemudian, pengasuh LPD Al Bahjah, Cirebon itu juga menyinggung orang yang memprediksi kematian orang lain.

"Terutama enggak perlu kita berprasangka atau menduga orang ini ada tanda kematian," ucap Buya Yahya.

Ia berpendapat meski seseorang telah merasakan hidupnya akan berakhir selama Allah SWT belum berkehendak maka prediksi tersebut tidak benar.

"Karena biar pun ada tanda kematian pun belum tentu mati," tegasnya.

tvonenews

Ia sering melihat banyak orang bercerita terkait tanda-tanda kematian sebaiknya harus dihilangkan agar terhindar sikap suudzon.

"Tapi ada tanda yang dilihat tapi enggak mati-mati, jadi enggak perlu lah. Kalau pun itu keluarga atau orang tua ada tanda kematian kita husnudzon semoga panjang umur," terangnya.

"Jadi yang namanya tanda enggak mesti ada bahkan ada kematian tanpa tanda ngobrol asyik balik ke kamar meninggal," sambungnya.

Pendakwah karismatik itu mengingatkan jika hal tersebut terus menghantui maka akan menimbulkan sikap was-was.

"Jadi hendaknya kita jangan berurusan dengan ini nanti bikin kita was-was," pesannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Akan tetapi hendaknya kita setiap saat menyiapkan diri untuk mati, kapan pun mati mari kita siapkan jauhi kemaksiatan minta ampun kepada Allah," tandasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT