GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Melekat Doakan Orang Meninggal Dunia, Tahlilan Ternyata Bukan Tradisi Lokal, Benarkah? Gus Baha Tegaskan itu...

Gus Baha menjelaskan tentang pandangan bahwa tahlilan saat memberikan doa untuk orang meninggal dunia selalu dianggap sebagai tradisi lokal. Mari simak di sini!
Senin, 30 September 2024 - 19:15 WIB
Gus Baha ungkap soal pandangan tahlilan kegiatan beri doa orang meninggal dunia dianggap tradisi lokal
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Nabawi TV

tvOnenews.com - Gus Baha menerangkan soal pandangan tahlilan dianggap sebagai tradisi lokal bagi masyarakat Indonesia.

Gus Baha menjelaskan bahwa tahlilan kerap kali dilakukan umat Muslim Indonesia dalam memberikan doa kepada orang meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gus Baha juga menambahkan tahlilan disebut sebagai memperingati untuk orang yang sudah meninggal dunia.

Gus Baha menerangkan tahlilan biasanya berupa ibadah dikerjakan secara bersamaan sambil melantunkan kalimat thayyibah dan doa kepada orang meninggal dunia.

Namun, banyak yang berpendapat tahlilan sudah disebut menjadi tradisi lokal agar dijadikan pengingat bahwa mereka kelak akan meninggal dunia.


Ilustrasi tahlilan saat mendoakan orang meninggal dunia. (NU Online/Google Plus)

Lantas, benarkah tahlilan berupa kegiatan berdoa untuk orang meninggal dunia berasal dari tradisi lokal? Gus Baha mengupas tentang pandangan tersebut.

Dikutip tvOnenews.com melalui video pendek kanal YouTube Lentera Santri Indonesia, Senin (30/9/2024), Gus Baha membahas tentang tahlilan.

Gus Baha menyinggung tentang pembahasan tahlilan karena masih banyak yang salah kaprah perihal asal-usulnya.

Biasanya umat Muslim melakukan tradisi tahlilan sering adakan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) dan warga beragama Islam di Indonesia.

Mereka biasanya mengadakan tahlilan dalam acara-acara tertentu dalam menjaga tradisi memberikan doa saat ada orang meninggal dunia di sekitarnya.

Penceramah asal Rembang itu menyebutkan bahwa tahlilan sebagai kegiatan ketika seseorang mengalami musibah.

Musibah tersebut memiliki arti sebagai bentuk mengalami meninggal dunia telah melalui proses kematian.

Ia menyebutkan bahwa ulama kelas internasional menyetujui kegiatan tahlilan atau yasinan.

Hal ini mengingatkan keduanya meliputi berbagai kegiatan di antaranya mengisi banyak amalan mengandung pahala, membaca Surat Yasin, Surat Al Fatihah dan sebagainya.

Ia menyatakan ulama internasional yang memberikan verifikasi terkait tahlilan bernama Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dan Ibnu Taimiyah.

"Yang membolehkan hadiah Yasin, Fatihah, Tahlil ke mayit itu adalah orang sekaliber Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim," ungkap Gus Baha.

Pendakwah usia 54 tahun itu menyoroti berbagai pihak yang menganggap tahlilan adalah salah satu tradisi lokal sebagai kegiatan ibadah umat Muslim.

Menurutnya, kedua nama ulama berbasis internasional tersebut menjadi pembuktian bahwa tahlilan sudah ada dalam lingkup yang luas.

Ia berpendapat kebanyakan orang yang menyebutkan tahlilan tradisi lokal karena kurangnya literasi.

"Tapi karena kita tidak baca seakan-akan mereka anggap tahlilan itu hanya tradisi lokal, yang tidak diterima, tidak disetujui ulama kelas internasional," jelasnya.

tvonenews

Lanjut, Gus Baha mengutip penjelasan dari Ibnu Taimiyah bahwasanya orang yang mengamalkan Al-Quran ditujukan kepada jenazah bagian penting dalam tahlilan.

"Ibnu Taimiyyah berpendapat, qiratul Quran yang dihadiahkan ke mayit atau tahlil itu sangat penting supaya orang itu pakai tradisi tadi," tandasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu A'lam Bishawab.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Fasilitas kesehatan di berbagai negara diwajibkan menerapkan sistem rekam medis elektronik
Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Baru-baru ini eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro lontarkan pengakuan yang mengejutkan publik. Pengakuan ini terkait koper miliknya yang berisi
Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Spekulasi mengenai masa depan Marc Marquez kembali memanas setelah sang juara dunia MotoGP 2025 membuat prediksi mengejutkan tentang susunan pembalap musim 2027
Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Baru-baru ini mencuat detik-detik mengerikan rumah anggota DPRD Jateng ditembak OTK, di Desa Capgwen, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan
Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Pramac Yamaha ikut meramaikan rumor transfer pembalap MotoGP 2027 dengan memberikan isyarat soal potensi membawa kembali Jorge Martin dari tim Aprilia Racing.
Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Mabes Polri menjadwalkan sidang kode etik terhadap Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus

Trending

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Galau doa belum dikabulkan Allah SWT. Bisa jadi karena syarat utama ini belum terpenuhi? simak penjelasannya
Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro belum dilakukan penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika sabu
Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Pelatih Barcelona Hansi Flick memastikan Raphinha siap tampil saat timnya bertandang ke markas Girona pada lanjutan Liga Spanyol pekan ke-24, Selasa (17/2/2026)
Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Fasilitas kesehatan di berbagai negara diwajibkan menerapkan sistem rekam medis elektronik
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT