News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Cuma Syekh Ali Jaber, Ustaz Abdul Somad Ingatkan Jangan Pelihara Kucing di Rumah, Bisa Masuk ini jika Lakukan...

Almarhum Syekh Ali Jaber dan Ustaz Abdul Somad pernah menyapakati agar tidak perlu memelihara hewan kucing dalam rumah demi menghindari hal buruk yang terjadi.
Minggu, 29 September 2024 - 19:12 WIB
Almarhum Syekh Ali Jaber dan Ustaz Abdul Somad sarankan hindari perbuatan ini saat pelihara kucing dalam rumah
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Emaan/Ustadz Abdul Somad Official & IstockPhoto

tvOnenews.com - Almarhum Syekh Ali Jaber dan Ustaz Abdul Somad menjelaskan tentang hewan kucing yang dipelihara dalam rumah.

Dalam suatu ceramah mereka, almarhum Syekh Ali Jaber dan Ustaz Abdul Somad memahami bahwa kucing dijadikan hewan peliharaan dapat membawakan kebahagiaan di rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini mengingat kucing sebagai hewan peliharaan yang tengah akrab dan selalu menunjukkan tingkah lucu imutnya dalam rumah.

Kebanyakan orang menganggap kucing dipelihara bisa memberikan keberhakan yang ada di dalam rumah.

Namun, kucing juga bisa membawa malapetaka saat melakukan keburukan kepada hewan imut tersebut di rumah.


Ilustrasi dua kucing bergaya saat dipelihara dalam rumah. (IstockPhoto)

Lantas, apa malapetaka berasal dari kucing apabila majikannya berperilaku keburukan kepada hewan peliharaan tersebut dalam rumah? Almarhum Syekh Ali Jaber dan Ustaz Abdul Somad menerangkan hal ini sebagai berikut.

Dikutip tvOnenews.com melalui kanal YouTube Putar IQ, Minggu (29/9/2024), almarhum Syekh Ali Jaber menjelaskan kucing sebagai hewan imut rumahan.

Almarhum Syekh Ali Jaber pernah menyampaikan bahwa kucing memang kerap kali dipelihara lantaran dianggap sebagai hewan suci.

Tak hanya suci dan bersih, ia menyebutkan bahwa kucing juga dijadikan hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW.

Maka, almarhum mantan Imam Besar Masjidil Haram itu menyatakan seseorang diperbolehkan memelihara kucing.

Meski demikian, ia menyarankan agar kucing yang dipelihara dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab.

Dari situlah ia menjelaskan kucing akan berbahaya saat dipelihara jika tidak dilakukan secara penuh kasih sayang.

Almarhum mantan Imam Besar Masjid Nabawi sejak 13 tahun itu menuturkan seseorang bisa dijebloskan masuk neraka akibat melakukan keburukan terhadap kucing.

"Dengan satu amalan bisa membawa kita masuk neraka," ujar almarhum Syekh Ali Jaber.

Almarhum pendakwah kelahiran asal Madinah itu mengambil kisah seorang wanita masuk neraka Jahannam akibat kucing dipelihara dalam rumahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Seorang wanita yang Rasul SAW menceritakan dan saya yakin bapak-ibu sudah banyak mengerti cerita itu," jelasnya.

"Seorang wanita ahli ibadah tapi masuk neraka gara-gara apa? Gara-gara seekor kucing," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT