News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mulai Sekarang Jangan Biasakan Pelihara Kucing di Rumah, Meski Menggemaskan Bikin Masuk ini, Syekh Ali Jaber Ungkap itu Kata...

Almarhum Syekh Ali Jaber pernah mengungkapkan bahwa, orang-orang yang memelihara hewan kucing dalam rumah akan mendapatkan tanda bahaya karena bisa masuk ini
Rabu, 21 Agustus 2024 - 16:53 WIB
Almarhum Syekh Ali Jaber pernah mengatakan bahaya pelihara kucing dalam rumah menyebabkan masuk ini
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Emaan & Freepik

tvOnenews.com - Kucing menjadi hewan lucu yang hidup di darat dan tengah akrab dengan manusia sampai sering memasuki area rumah.

Kucing juga menjadi pilihan orang-orang untuk memelihara hewan tersebut dalam rumah karena mempunyai sikap yang lucu dan imut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski lucu, kucing menjadi golongan jenis hewan mamalia karnivora yang membuat pemelihara harus menyediakan banyak makanan di rumah.

Namun, Almarhum Syekh Ali Jaber pernah mengatakan apabila seseorang memelihara kucing dalam rumah bisa masuk ini.

Lantas, mengapa manusia tidak boleh memelihara kucing di rumah? Almarhum Syekh Ali Jaber pernah mengungkap hal ini sebagai berikut.


Ilustrasi seorang anak perempuan memeluk kucing saat dipelihara dalam rumah. (Freepik)

Seperti apa Almarhum Syekh Ali Jaber pernah mengutarakan alasan kucing tidak boleh dipelihara dalam rumah dan dibiarkan hidup liar? Mari simak penjelasannya di sini agar tidak salah tafsir.

tvOnenews.com melansir dari tayangan channel YouTube Putar IQ, Rabu (21/8/2024), Almarhum Syekh Ali Jaber mengambil tema ceramah tentang kucing.

Almarhum Syekh Ali Jaber memahami kucing dapat memacu adrenalin dan kebahagiaan bagi pihak pemeliharanya.

Hal ini mengingatkan kucing sering kali memberikan tingkah lucu dan mudah akrab dengan manusia.

Tak hanya itu, ia pernah menyatakan kalau kucing sebagai salah satu hewan yang cepat memahami dan mempunyai kemampuan luar biasa untuk melantunkan adzan.

Menurutnya, kucing mengumandangkan adzan sebagai fenomena luar biasa lantaran kucing menjadi hewan kesayangan Rasulullah SAW.

Namun, almarhum mantan Imam besar Masjidil Haram itu pernah menyampaikan kucing juga bisa berbahaya selain memberikan kebaikan.

Ia pernah memberikan kabar bahwa, kucing bisa membuat seseorang masuk neraka meski dipelihara dengan penuh kasih sayang dalam rumah.

Almarhum mantan Imam Besar Masjid Nabawi sejak 13 tahun itu mengatakan orang yang sudah rajin ibadah bisa masuk neraka karena memelihara kucing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengapa orang rajin ibadah yang memelihara kucing dalam rumah bisa menjadi penghuni neraka?

Almarhum Syekh Ali Jaber menuturkan biasanya orang yang rajin ibadah dan memperbanyak amalan maka mendapat jaminan masuk surga.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT