News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Merasa Kesal pada Anak Laki-laki yang Tak Merespon Orang Tua Saat Bicara, Aisah Dahlan Ungkap Alasannya Ternyata Memang ...

Secara umum dipahami, anak laki-laki cenderung menggunakan akal dan sementara perempuan lebih pakai perasaan. Sementara dr Aisah Dahlan ungkap fakta lain kalau.
Selasa, 6 Agustus 2024 - 11:38 WIB
Merasa Kesal pada Anak Laki-laki yang Tak Merespon Orang Tua Saat Bicara, Aisah Dahlan Ungkap Alasannya Ternyata Memang .....
Sumber :
  • dok.ilustrasi freepik

Jakarta, tvOnenews.com--Karakteristik anak laki-laki dengan perempuan diciptakan oleh Allah SWT berbeda. Umumnya dilupakan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Secara umum dipahami, kalau laki-laki cenderung menggunakan akal dan sementara perempuan lebih pakai perasaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari pandangan psikologi, anak dari segi karakteristik juga disampaikan berbeda, di mana jumlah kata saat berbicara dalam sehari-hari, berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Aisah Dahlan yang Ahli Parenting ini mengungkapkan hal ini sebagai informasi mendasar, agar pasangan maupun orang tua saling mengerti.

Khususnya dapat mendidik anak-anak mereka secara berbeda antara laki-laki dan perempuan.


"Rata-rata komunikasi perempuan dalam sehari ialah 20.000 kata, sedangkan laki-laki hanya 7.000 kata," kata dr Aisah Dahlan dikutip dari Youtube SUAS Videos, Selasa (6/8/2024).


Ilustrasi anak-anak/ilust.freepik

 


Dengan begitu, tak jarang orang tua, seperti ibu merasa marah atau kesal terhadap anak laki-lakinya. Saat anak dinasehati terlihat mengabaikan atau tidak melihat ibunya saat bicara.

Bahkan juga sering hanya diam atau tidak merespon apapun, hal ini berbeda dengan perempuan kala dinasehati.

"Tidak bisa begitu ibu itu perempuan, yang bisa begitu, kalau nasihat anak laki-laki bicara saja saat dia tidak melihat kita biarkan saja. Dia pasti dengar, asal setelah 10 menit ibu berhenti bicara ke anak cukup," jelas dr Aisah Dahlan yang juga akrab disapa Ustazah.

 

"Cukup tanyakan satu kali saja ya bu, ibu-ibu suka berlanjut dengan tanya sudah paham nak, tapi ditanya lagi dan coba ulang tadi ibu bilang apa?, disuruh ulang anaknya," tambahnya.

Sehingga saat bicara dengan anak laki-laki, orang tua juga perlu memperhatikan waktunya.

 

Sebab jumlah kata yang sebanyak 7.000 sudah habis (dipakai) di luar rumah, seperti Sekolah atau tempat ia bermain. Maka tak heran sesampainya di Rumah anak laki-laki hanya diam terlihat acuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


"Sudah malam waktunya. Sementara 7000 kata sudah habis di Sekolah," katanya.

"Ini sering buat ibu-ibu marah-marah ke anak laki-lakinya. Jadi memang anak laki begitu ya bu,' ucap dr Aisah.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT