News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lebih Baik Salat Sendiri karena Lebih Khusyu atau Tetap Lakukan Salat Berjamaah? Buya Yahya Bilang Sebaiknya…

Buya Yahya menjelaskan perihal rasa khusyu saat salat sendiri atau salat berjamaah. Lantas lebih baik mendapat rasa khusyu atau pahala salat berjamaah? Simak.
Sabtu, 29 Juni 2024 - 15:17 WIB
Buya Yahya
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Salat berjamaah merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Muslim terutama laki-laki.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda,

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة 

Artinya: "Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian." (HR. Bukhari dan Muslim).

Salat berjamaah memiliki banyak keutamaan dibandingkan dengan salat sendirian.

Namun, terkadang ada orang yang merasa tidak khusyu saat salat berjamaah dan malah lebih khusyu saat salat sendiri.

Jika dalam kondisi seperti itu, lebih baik salat sendiri atau tetap melaksanakan salat jamaah?

Dalam suatu kesempatan, Buya Yahya menjelaskan perihal perkara ini.

Mulanya, Buya Yahya menjelaskan perihal khusyu yang artinya ketenangan hati dan jiwa saat beribadah.

Pada saat ibadah, pikiran akan fokus pada bacaan salat dan tidak memikirkan sesuatu yang di luar salat.

Ketenangan hati saat salat tersebut akan terpancar pada anggota badan, sehingga melahirkan sikap yang tenang pula.

Buya Yahya menjelaskan, menurut jumhur ulama lebih baik tetap mengikuti salat berjamaah meski merasa kurang khusyu.

Sebab, jika sudah terbiasa salat berjamaah akan terbiasa dan menjadi khusyu dengan sendirinya.

"Jumhur ulama mengatakan, ikuti yang berjamaah. Nanti akan dapat khusyu," ujar Buya Yahya.

Sementara itu, Imam Ghazali mengatakan kekhusyuan penting, maka salat sendiri lebih bagus.

Rasa khusyu merupakan karunia dari Allah SWT. Mendapat khusyu saat salat merupakan salah satu keberkahan.

Meski ulama memiliki perbedaan pendapat terkait salat dengan khusyu, namun kembali lagi pada jumhur ulama yang mengatakan lebih baik salat berjamaah.

Agar mendapat rasa khusyu, Buya Yahya membagikan tips-tips agar mendapatkan khusyu ketika salat.

"Ada tips-tips tersendiri. Khusyu itu karunia dari Allah SWT. Dari satu orang saja berbeda-beda. Kadang kita salat subuh khusyu, dzuhur sudah tidak lagi. Kadang dzuhur khusyu, ashar tidak lagi," kata Buya Yahya.

"Tapi kita mengusahakan untuk khusyu itu penting. Untuk berusaha khusyu, yang pertama, salatlah di waktu salat. Artinya memang jadwal salat itu kita kosongkan dari jadwal yang lainnya," sambungnya.

Tips pertama agar khusyu menurut Buya Yahya adalah salat di awal waktu. Artinya pada waktu salat tidak memiliki janji atau rencana dengan yang lain.

"Jadi, salatlah di waktu salat, jangan ada janji sama yang lain, nomor satukan salat. Bahkan hp itu dimatikan," ungkap Buya Yahya.

Tips kedua untuk khusyu adalah berusaha memahami bacaan salat.

Meski belum terlalu paham makna bacaan salat, boleh membayangkan lafadznya, untuk meminimalisir memikirkan hal-hal lain.

"Yang kedua, ikuti, pahami bacaannya. Jadi kita bawa akal dan pikiran kita kepada bacaan tersebut, bukan ngelantur ke mana-mana," kata Buya Yahya.

"Bahkan kalau kita belum paham maknanya, membayangkan lafadznya supaya tidak ke mana-mana pikiran kita. Jadi khusyu itu memahami makna yang dibaca," tambahnya.

Dan tips ketiga yaitu salat dengan tenang dan tidak terburu-buru.

Salat qabliyah, ba'diyah, dan dzikir setelah salat dapat mengurangi perasaan terburu-buru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang ketiga, kalau salat jangan terburu-buru. Makanya ada salat qabliyah, ada salat ba'diyah. Setelah salat ada yang namanya dzikir. Kalau terburu-buru, masih salat, sudah merencanakan (sesuatu)," ujar Buya Yahya.

"Qabliyah ba'diyah membantu kekhusyuan di dalam salat. Setelah itu mintalah kepada Allah kekhusyukan," pungkasnya. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT