News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buat yang Shalatnya Tidak Khusyu, Lakukan Amalan Ini untuk Menutupi Kekurangan Shalat Fardhu Kata Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber ungkap amalan yang bisa dilakukan untuk menutupi kekurangan shalat fardhu, misal shalat sering tidak khusyu maupun kurang ikhlas pelaksanaannya.
Rabu, 19 Juni 2024 - 11:55 WIB
Syekh Ali Jaber ungkap amalan untuk menutupi kekurangan shalat fardhu
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Syekh Ali Jaber ungkap amalan yang bisa dilakukan untuk menutupi kekurangan atau kelemahan shalat fardhu.

Setiap muslim diperintahkan untuk melaksanakan ibadah wajib shalat fardhu, yang pelaksanaannya lima kali dalam sehari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski shalat fardhu dilaksanakan setiap hari, namun terkadang ada yang mengerjakannya dengan tidak khusyu, bahkan dengan rasa malas.

tvonenews

Untuk menutupi kekurangan shalat fardhu, Syekh Ali Jaber menyebut ada amalan yang bisa dilakukan.

Simak penjelasan dari Syekh Ali Jaber berikut ini, dikutip dari kanal YouTube QolbuKu_Lentera Hati

Syekh Ali Jaber menyebut ada orang yang selamat dari neraka jahannam meski shalatnya banyak kekurangan. Ternyata hal itu karena orang tersebut banyak mengerjakan shalat sunnah.

Shalat sunnah ada dua macam, yaitu sunnah mutlak dan sunnah rawatib. 

Sunnah rawatib adalah adalah shalat sunnah yang terlibat dengan shalat fardhu. Dan yang termasuk shalat sunnah rawatib di antaranya shalat sunnah qobliyah maupun ba'diyah. 

Sedangkan shalat sunnah yang tidak ada kaitannya dengan shalat fardhu adalah sunnah mutlak atau umum. Seperti shalat dhuha, tahiyatul masjid, sunnah wudhu, dan lain-lain.

Sesuai hadits yang shahih, Rasulullah SAW menjelaskan ada 12 rakaat shalat sunnah rawatib. 

Rasulullah SAW bersabda 'Barangsiapa yang menjaga 12 rakaat dalam sehari dan malam, akan mendapatkan rumah dalam surga Allah SWT'.


Syekh Ali Jaber ungkap amalan yang bisa untuk menutupi kekurangan shalat fardhu. Sumber: kolase tim tvOnenews.com
 

"Dua rakaat sebelum subuh, empat rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat selepas dzuhur, dua rakaat selepas maghrib, dan dua rakaat selepas isya'. Itu namanya sunnah rawatib," kata Syekh Ali Jaber.

Hadits lain menjelaskan, barangsiapa yang shalat 4 rakaat sebelum dzuhur dan 4 rakaat setelah dzuhur, akan dijauhkan oleh Allah SWT dari neraka jahannam selama 100 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dijauhkan oleh Allah SWT dari neraka jahannam 100 tahun," ujar Syekh Ali Jaber. 

Keutamaan shalat sunnah rawatib lainnya juga dijelaskan dalam hadits yang menyebutkan bahwa orang yang shalat empat rakaat sebelum ashar akan dirahmati Allah SWT.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT