News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Sudah Rajin Salat tapi Rezeki Masih Tak Kunjung Datang, Apa Ada yang Salah? Buya Yahya Bilang kalau itu...

Buya Yahya menjelaskan alasan umat Muslim yang rajin mengerjakan salat Fardhu tetapi rezeki masih belum datang atau seret ternyata penyebabnya karena hal ini.
Sabtu, 18 Mei 2024 - 14:20 WIB
Buya Yahya menjelaskan penyebab seseorang sudah rajin ibadah salat tapi rezeki masih belum datang
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews & Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Salat menjadi kewajiban yang harus dikerjakan umat Muslim.

Bagi orang yang melaksanakan salat tentunya Allah SWT akan membuka pintu rezeki umat-Nya selebar-lebarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, mengapa masih banyak orang yang sudah rajin mengerjakan salat tetapi rezeki tak kunjung datang?

Hal itu yang menjadi tanda tanya terkait alasan seseorang selalu menunaikan salat, Allah SWT masih belum mendatangkan rezeki.

Lantas, apakah ada yang salah bagi orang telah melaksanakan salat tetapi rezeki masih saja sempit? Buya Yahya menerangkan tentang hal tersebut.


Ilustrasi seseorang bersujud saat salat untuk meraih rezeki. (Kemenag Sumsel)

Seperti apa penjelasan Buya Yahya mengenai tentang hal tersebut, mari simak penjelasannya di sini.

Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Buya Yahya, pendakwah itu menjelaskan tentang salat dan rezeki manusia.

Ia mengatakan sebenarnya rezeki setiap manusia sudah diatur oleh Allah SWT.

Baik orang beriman maupun tidak beriman bahwa, Allah SWT telah menetapkan rezeki umat-Nya selama di kehidupan mereka.

"Dunia ini Allah persiapkan untuk orang yang beriman dan orang yang tidak beriman, itulah kasih sayang Allah kepada semua makhluk-Nya," ucap Buya Yahya.

Pria bernama KH Yahya Zainul Ma'arif tersebut menjelaskan bahwa, Allah SWT tidak membedakan rezeki mereka meski kaya maupun miskin.

Walaupun sudah rajin salat, ia menegaskan kalau rezeki merupakan urusan Allah SWT kepada makhluk-Nya di dunia.

"Bukan urusan orang tidak salat, bahkan orang yang tidak percaya kepada Allah pun ada yang dikasih rezeki kaya raya mereka," ujarnya.

"Karena ini urusan dunia, dunia Allah berikan kepada siapa saja," sambungnya.

Bahkan ia menuturkan sekelas orang kafir pun bisa menjadi kara raya dibandingkan umat Muslim yang sudah rajin menunaikan salat.

Namun, kekayaan tersebut hanya menjadi sebatas kesenangan di dunia bukan di akhirat.

"Maka orang kafir pun juga bisa mendapatkan dunia bisa kaya raya tapi sebatas dunia, kesenangan di dunia, setelah itu tidak ada akhirat," jelasnya.

Tak sedikit juga kehidupan orang beriman sudah banyak yang menjadi kaya raya berkat ibadahnya selama di dunia.

"Orang beriman ada yang dikasih dunia kaya raya juga ada. Jadi urusan kekayaan di dunia itu bisa diberikan oleh Allah kepada siapa pun orang beriman yang tidak beriman," terangnya.

Ia memahami banyak orang sudah rajin ibadah merasa cemburu rezeki hidupnya masih sempit daripada seseorang yang bukan ahli ibadah.

Ia menyatakan banyak yang tidak sadar bahwa, seseorang bukan ahli ibadah dan rezekinya lancar bahwasanya mereka dimusuhi Allah SWT.

Sewaktu-waktu mereka akan menjadi orang miskin lantaran karena masuk golongan yang tidak mempercayai keberadaan Allah SWT.

"Cuman kadang kalau melihat dari sisi ini seolah-olah kok kayak pincang, agar tidak pincang Anda lihat itu ada orang tidak pernah salat musuhi Allah nyungsep fakir, ada atau tidak?," tanya dia.

"Kenapa kita tidak juga melihat sisi ini? Dia tidak salat, dia juga membangkang tidak percaya pada Allah nyungsep dia, ada atau tidak?," tegasnya.

Pendakwah itu menuturkan sebenarnya orang miskin tetapi ahli ibadah termasuk golongan yang beruntung.

Allah SWT sedang menguji umat-Nya yang beriman melalui kefakiran di dunia menjadi penyebab seseorang belum dikasih rezeki.

"Makanya kalau ada orang fakir yang ngurusin masjid, orang fakir ahli salat beruntung dia, fakirnya hanya sebatas di dunia," imbuhnya.

Oleh karena itu, Allah SWT memuji manusia sejauh mana mereka bisa menghadapi kehidupannya dan tetap beribadah kepada-Nya.

"Makanya menjadilah kita ini orang yang paling selamat, kalau bisa kita berusaha menjadi orang yang pertama di dunia kita Hasanah Fil Akhirat Hasanah," jelasnya.

Hal itu sesuai firman Allah SWT dari Surat Taha ayat 132 tentang perintah salat akan mendatangkan rezeki, begini bunyinya:

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى

Wa'mur ahlaka bis-salaati wastabir ‘alaihaa, laa nas'aluka rizqaa, nahnu narzuquk, wal-‘aaqibatu lit-taqwaa.

Artinya: "Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Taha, 20:132)

tvonenews

Buya Yahya menenangkan bahwa kekayaan di dunia sementara menjadi pengingat orang fakir senantiasa berusaha untuk mengejar akhirat.

"Jika ternyata di dunia kita tidak punya Hasanah memang hidup kita tidak selamanya di dunia, kita berusaha tapi belum berusaha belum ya enggak ada masalah," katanya.

"Tapi kita harus berusaha di akhirat kaya raya, kita punya iman," tambahnya.

Buya Yahya menyebut kecemburuan ahli ibadah dan hidupnya tetap miskin menjadi sikap dianggap kurang baik.

"Maka kadang-kadang cara membandingkan kita tuh gak sehat, ini enggak salat kaya raya, itu salat di masjid kok fakir," pungkasnya.

Kesimpulannya bahwa, umat Muslim yang ahli ibadah belum mendapat rezeki bahwasanya Allah SWT sedang menguji keimanan mereka selama menjadi orang fakir.

Apabila penjelasan di atas belum menemukan jawaban Anda, sebaiknya konsultasi dan dengar kajian para tokoh agama, ulama, kyai, dan ustaz lain.

Supaya Anda dapat menemukan berbagai perspektif dari penafsiran di atas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu A'lam Bishawab.

(hap)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT