Wahai Para Istri, Bersabarlah!
- Istimewa
إِنَّ الله تعالى لَمْ يَبْعَثْنِيْ مُعَنِّفًا وَلَكِنْ بَعَثَنِيْ مُعَلِّمًا مُيَسِّرًا لَا تَسْأَلْنِيْ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ عَمّا اخْتَرْتِ إلَّا أَخْبَرْتُهَا
"Sesungguhnya Allah tidak mengutusku sebagai orang yang kejam, melainkan Dia mengutusku sebagai pengajar lagi pemberi kemudahan. Tiada seorang wanita pun dari mereka yang menanyakan kepadaku tentang pilihanmu melainkan aku akan menceritakan kepadanya tentang pilihanmu itu"
Pelajaran dari kisah:
Kecerdasan dan kemuliaan istri-istri nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, dimana mereka diberikan pilihan yang berat yaitu memilih antara kenikmatan kehidupan dunia atau tetap berada disisi rasulullah dan membantu perjuangan beliau serta mengharap pahala disisi Allah dengan berbagai resiko yang ada, lalu mereka memilih kebahagian akhirat dengan tetap bersama rasulullah dalam kefakiran dunia. Dan pilihan yang mereka lakukan ini memiliki indikasi jelas bahwa CINTA DUNIA dan CINTA AKHIRAT tidak akan pernah bertemu serta tidak akan mungkin terhimpun secara bersamaan dalam hati orang yang lurus imannya. Sebab condong kepada dunia melemahkan keimanan, sedangkan keteguhan diatas keimanan pasti melemahkan dunia di dalam hati seorang muslim.
Allah menurunkan ayat diatas (surat al-Ahzab: 28 dan 29) adalah sebagai kritikan terhadap sebuah kejadian, kususnya bagi para istri nabi. Dan kedua ayat tersebut memberikan contoh, serta pelajaran agar dapat dijadikan sebagai teladan bagi setiap muslimah dimanapun dan kapanpun.
Allah Ta'ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Load more