Wahai Para Istri, Bersabarlah!
- Istimewa
"Ini merupakan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, ditujukan kepada Rasul-Nya agar Rasul memberitahukan kepada istri-istrinya, hendaknyalah mereka memilih antara diceraikan, lalu bebas kawin lagi dengan lelaki lain yang dapat memberi mereka kesenangan duniawi dan perhiasannya, atau tetap bersabar bersama Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam yang hidupnya begitu sederhana dan apa adanya, dimana nantinya dengan keadaan seperti itu kelak mereka akan mendapat pahala yang berlimpah di sisi Allah bila mereka bersabar. Ternyata para istri nabi pada akhirnya memilih Allah Ta'ala, rasulNya dan pahala di akhirat. Maka Allah menghimpunkan bagi mereka sesudah itu kebaikan dunia dan kebahagiaan di akhirat". (Tafsir Qur'anil 'Azhim)
Syaekh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri hafizhahullah berkata:
"Allah Ta'ala hendak mengumpulkan para istri nabi shalallahu 'alaihi wa sallam tatkala mereka menyaksikan para wanita Anshor dan Muhajirin dilapangkan dalam urusan nafkah karena adanya kemudahan dan kelapangan rizki di kalangan penduduk Madinah. Para istri nabi tersebut ingin meminta kelapangan dalam urusan nafkah sebagai teladan bagi yang lain. Jumlah mereka ketika itu ada sembilan orang. Maka hal itu (keinginan mereka tersebut) disampaikan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha kepada rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Beliau merasa prihatin mendengar hal itu mengingat ketidakmampuannya memenuhi permintaan mereka. Lantas beliau duduk di sebuah biliknya dan menyendiri di sana selama sebulan penuh sampai akhirnya Allah Ta'ala menurunkan ayat penawaran pilihan ini." (Aisarut Tafasir li Kalamil 'Aliyyil Kabir: lV / 262)
Imam Bukhari rahimahullah berkata dalam shohihnya:
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ عَائِشَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم جَاءَهَا حِينَ أَمَرَهُ اللَّهُ أَنْ يُخَيِّرَ أَزْوَاجَهُ، فَبَدَأَ بِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: "إِنِّي ذَاكِرٌ لَكِ أَمْرًا، فَلَا عَلَيْكِ أَنْ لَا تَسْتَعْجِلِي حَتَّى تَسْتَأْمِرِي أَبَوَيْكِ"، وَقَدْ عَلمَ أَنَّ أَبَوَيَّ لَمْ يَكُونَا يَأْمُرَانِي بِفِرَاقِهِ. قَالَتْ: ثُمَّ قَالَ: "وَإِنَّ اللَّهَ قَالَ: {يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ} إِلَى تَمَامِ الْآيَتَيْنِ، فَقُلْتُ لَهُ: فَفِي أَيِّ هَذَا أَسْتَأْمِرُ أَبَوَيَّ؟ فَإِنِّي أُرِيدُ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ
Load more