News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mau Hijrah tapi Masih Kerja di Bank Konvensional, Haruskah Langsung Resign? Begini Kata Ustaz Adi Hidayat, Ternyata...

Ingin hijrah tapi masih kerja di bank konvensional, haruskah langsung resign? Begini penjelasan Ustaz Adi Hidayat, ternyata yang pertama kali harus dilakukan...
Selasa, 16 April 2024 - 18:46 WIB
Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang hukum bekerja di bank konvensional.
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Adi Hidayat Official

tvOnenews.com - Persoalan tentang hukum bank konvensional masih menjadi perdebatan di antara muslim. 

Sebagian ulama berpendapat menganggap bahwa bank konvensional haram karena bunga yang dianggap sama dengan riba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam Islam, riba hukumnya mutlak haram dan memakan riba termasuk salah satu dosa besar.


Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang bekerja di bank konvensional. Sumber: Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

Dari persoalan tersebut, lantas banyak pertanyaan tentang hukum bank konvensional, termasuk bagaimana jika bekerja di bank. 

Jika seseorang ingin hijrah dan masih bekerja di bank konvensional, haruskah langsung resign? 

Masalah tersebur dijawab oleh Ustaz Adi Hidayat dalam salah satu kesempatan dakwahnya. 

Ustaz Adi Hidayat mengatakan, jika yang kita kerjakan itu bersentuhan dengan sesuatu yang haram, maka harus segera ditinggalkan. 

"Apapun yang kita kerjakan kalau bersentuhan dengan yang dilarang, tinggalkan," ujar Ustaz Adi Hidayat, dikutip dari tayangan YouTube Audio Dakwah. 

"Jadi kalau ada yang haram-haram, jangan banyak pikir tinggalkan aja," tambahnya. 

Namun, untuk masalah pekerjaan di bank konvensional, jika dengan meninggalkan pekerjaan tersebut akan mempersulit hidupnya, maka boleh dijalani sementara sambil mencari pekerjaan lain. 

Jika sudah mendapatkan pekerjaan baik yang halal, maka harus segera ditinggalkan. 

"Misal Anda bekerja di tempat yang ada ribanya atau haramnya di situ. Kemudian Anda tinggalkan, kemudian nggak ada modal di situ. Kalau Anda tinggalkan seketika, berdampak pada kehidupan Anda, lebih sulit. Tidak mudah untuk dijalani, bahkan mengancam jiwa, maka ulama sepakat di sini," ujar Ustaz Adi Hidayat. 

"Jadikan ini sebagai pijakan, dijalani terlebih dahulu, bikin jembatan. Cari pekerjaan lain, begitu mendapatkan pekerjaan lain, tinggalkan total semua ini," sambungnya. 

Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan tentang rezeki setiap makhluk telah dituliskan oleh Allah SWT dan akan diberikan kepadanya tanpa dikurangi sedikit pun. 

"Quran surah ke 51 ayat ke 22, di langit rizki dituliskan, dijanjikan dan diberikan kepada Anda tanpa dikurangi sedikitpun," kata Ustaz Adi Hidayat. 

Dan cara untuk mendapatkan rezeki tersebut, sebagai manusia harus bekerja dengan cara yang halal, maka Allah akan menurunkan rezeki tersebut. 

"Bagaimana cara mendapatkannya? Quran surah 2 ayat ke 168. Asal Anda mau kerja dengan cara yang halal, dapatkan yang benar, Allah turunkan rezekinya tanpa dikurangi sedikitpun," kata Ustaz Adi Hidayat. 

Oleh karena itu, akan percuma orang yang mencari rezeki dengan cara yang haram seperti korupsi dan mencuri. 

Sebab, harta yang didapatkan akan tetap segitu saja, tidak akan bertambah. Perbedaannya hanya ada pada keberkahan harta tersebut. 

"Kalau kata Allah 1 miliar, 1 miliar Anda akan dapat, tanpa mencuri pun dapatnya segitu juga. Jadi ngapain harus mencuri," ujar Ustaz Adi Hidayat. 

Dan yang dimaksud dengan rezeki adalah semua yang masuk pada mulut kita dan apa yang kita pakai di badan, bukan harta yang dikumpulkan. 

Misal seseorang memiliki tabungan 1 miliar, namun yang dimakan dan dipakai hanya 100 juta, maka 100 juta itulah rezekinya. 

Sedangkan sisanya bukan rezekinya, bisa jadi rezeki itu hak orang lain yang dititipkan oleh Allah kepada seseorang tersebut. 

"Anda sekarang di tabungan satu miliar, tapi yang masuk ke mulut, kepakai ke badan, cuma 100 juta sampai meninggal. Sisanya dibagi, maka yang punya Anda yang 100 juta itu. Yang tidak masuk ke mulut itu bukan punya Anda," kata Ustaz Adi Hidayat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang sudah Anda masukkan, sudah Anda bagikan, shodaqoh, zakat, infaq, itu bagian Anda. Tapi kalau belum apa-apa cuma dikumpulkan, mungkin itu hak orang lain yang dititipkan di tangan Anda," sambungnya. 

(gwn)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti senilai Rp 40,5 miliar di kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi dikabarkan di ujung tanduk. Inara mengaku siap berpisah jika suaminya kembali ke istri sahnya, Wardatina Mawa.
Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai kondisi perpolitikan Indonesia di tahun 2026 masih dalam kategori stabil.

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT