News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pejabat PBNU Ini Kaget, Adzan dan Sholawat di Tiongkok Berbeda dengan di Indonesia, Katanya…

Umat Muslim dapat mengamalkan Sholawat Nabi di kehidupan sehari-hari. Namun, Pejabat PBNU ini mengatakan Adzan dan Sholawat di Tiongkok berbeda dengan Indonesia
Jumat, 11 Agustus 2023 - 16:41 WIB
Ilustrasi Masjid
Sumber :
  • Pixabay

tvOnenews.com - Membaca Sholawat Nabi memiliki maksud untuk mendoakan juga memohon berkah kepada Allah SWT. Sholawat Nabi juga dapat diamalkan untuk menghilangkan kesulitan dalam hidup.

Sholawat Nabi dapat diamalkan setiap hari, bukan hanya ketika melaksanakan shalat saja. Umat Muslim dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menghayati bacaannya, tidak selalu dibaca dengan cara yang kaku namun berbagai cara dapat dilakukan, salah satunya diiringi dengan lagu.

Hal ini dijelaskan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Waketum PBNU), KH Zulfa Mustofa yang menceritakan mengenai dirinya saat berkunjung ke Tiongkok.

Saat itu, ia terkejut dengan Sholawat serta Adzan yang dibawakan oleh umat muslim di Negeri Tirai Bambu itu.

Seperti apa penjelasan dari Waketum PBNU tersebut, simak informasinya berikut ini.

Melalui video pada kanal YouTube NU Online, KH Zulfa Mustofa mengajarkan bahwa Sholawat tidak hanya dibacakan secara kaku.


Waketum PBNU, KH Zulfa Mustofa. (NU.or.id)

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Waketum PBNU) ini menjelaskan bahwa terdapat amalan-amalan yang biasa diterapkan oleh jemaah NU, salah satunya mengenai Sholawat nabi yang dilagukan.

“Sholawat itu perintahnya kalau nanti orang ngaji Ushul Fiqih sifatnya umum, tidak ada perintah khusus bahwa harus kalimatnya Allahumma Sholli Ala Muhammad. ‘Itu ada Hadistnya, Kyai’ itu Hadits dalam konteks shalat,” ungkap Waketum PBNU, KH Zulfa Mustofa dalam tayangan video pada kanal NU Online. 

“Kalimatnya jelas, sholawat Ibrahimiyah (dalam Shalat). Selain shalat, Sholawat bebas sebab ‘Al Ibratu bil Jauhar la bil Madzhar’, yang dilihat adalah isinya bukan casingnya dan kulitnya,” sambungnya. 

Oleh karena itu, Kyai Zulfa mengatakan NU memperbolehkan jemaahnya untuk melafadzkan Sholawat dengan irama lagu, misal dengan lagu jawa, sunda, melayu dan sebagainya.

Namun, ketika ia bepergian ke Tiongkok, Kyai Zulfa terkejut dengan Sholawat dan Adzan versi ‘Jet Li’. seperti apa yang dimaksud dengan versi Jet Li.

“Saya heran di China itu, Masya Allah ternyata apa yang dipegang oleh kaidah NU (Al Ibratu bil Jauhar la bil Madzhar) disana saya temukan,” ujarnya

KH Zulfa Mustofa menceritakan saat ia bepergian ke Tiongkok dan bertemu sahabatnya, Prof. Abu Bakar yang merupakan penduduk asli Tiongkok.

Ketika ia hendak menunaikan Shalat Jumat di Masjid Ching Hai yang dipenuhi oleh umat muslim yang berada di salah satu kota, Shalat Jumat semua umat dipusatkan di satu Masjid. 

Kemudian ia pun terkejut, tanpa ia kira Adzan pada masjid tersebut berirama lagu Tiongkok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nah begitu Adzan, saya kaget Adzan di China lagunya lagu Mandarin. Saya membatin, ini pasti orang China kalau diajak Asroqol pasti lagunya lagu Jet Li,” pungkasnya

Untuk itu, KH Zulfa Mustofa mengatakan penting bagi kita selalu belajar, terus berkumpul agar dapat mempelajari banyak budaya dan ilmu dari berbagai umat Muslim. (kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT