News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Habib Ali Zaenal Al Hamid Bilang Kalau Banyak Tikus di Rumah Ternyata Itu Pertanda Bahaya, Salah Satu Ciri-ciri Kalau...

Jangan sepelekan jika Anda melihat ada tikus mondar-mandir di rumah Anda, karena bisa menjadi suatu pertanda buruk menurut Habib Ali Zaenal Al Hamid.
Selasa, 25 Juli 2023 - 09:46 WIB
Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid Ungkap Hal Mengerikan Jika Banyak Tikus di Rumah, Ternyata itu Tanda Rumah Kita...
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube B-Prast HD / Istock Photo

tvOnenews.com - Jangan sepelekan jika Anda melihat ada tikus mondar-mandir di rumah Anda, karena bisa menjadi suatu pertanda buruk menurut Habib Ali Zaenal.

Dalam Islam, tidak ada larangan khusus terhadap tikus. Namun, dalam beberapa hadist, Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk terkait tikus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tikus pada umumnya ditemukan di berbagai tempat, baik di got maupun di dalam rumah.


Habib Ali Zaenal, Pendakwah.
 

Keberadaan tikus bagi banyak orang pun sangat menganggu, selain karena hama, jijik. Hewan ini juga bersifat merusak bahkan memberi penyakit.

Ternyata kehadiran tikus bisa menjadi tanda bahaya atau musibah akan datang.

Dilansir dari kanal Youtube B-Prast HD, simak penjelasan lengkap Habib Ali Zaenal tentang tikus yang ada di rumah.

Dalam sebuah kajian, Habib Ali Zaenal langsung mengingatkan bahwa ada hubungan antara tikus dengan musibah yang datang ke dalam rumah.

Bukan tanpa alasan, lantaran tikus ini dianggap dapat mendatangkan bahaya bagi rumah dan penghuninya.

"Tikus, karena tikus ini banyak mendatangkan bahaya," ungkap Habib Ali Zaenal. 

"Hidup di rumah tapi dia berbahaya kepada yang ada dalam rumah," lanjutnya.

Itulah mengapa kata Habib Ali Zaenal, Rasulullah pernah bersabda menyarankan umatnya untuk menutup wadah atau makanan yang ada di rumah, terutama pada malam hari.

"Dalam hadis Nabi SAW beliau bersabda, tutuplah wadah yang ada di rumah," kata Habib Ali Zaenal.

Bukan tanpa sebab, menutup wadah makanan ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi tikus dan kotorannya.

"Ada beberapa sebab, di antaranya khawatir ada penyakit yang akan masuk ke wadah-wadah, khususnya waktu malam," jelas Habib Ali Zaenal. 

"Atau di antaranya adalah bahaya binatang-binatang seperti tikus yang mungkin membawa sesuatu yang masuk ke dalam wadah itu lalu kalau dimakan membawa kemudharatan kepada orang yang memakan atau meminumnya," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak sedikit penyakit yang disebarkan oleh tikus kepada manusia. 

Habib Ali Zaenal kemudian mengisahkan bahwa suatu malam Rasulullah pernah melihat tikus membawa sumbu yang bila terkena api bisa membakar rumah. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT