News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bila Seseorang Rajin Shalat, Pribadi Baik, Tapi Otaknya Mesum? Ternyata Ini Penjelasanya Menurut Ustaz Adi Hidayat

Umat muslim yang taat tentu menjauhi semua larangan dan mengamalkan perintah Allah SWT. bagaimana jika seseorang masih tergoda maksiat? Begini penjelasannya
Sabtu, 1 Juli 2023 - 05:08 WIB
Ustaz Adi Hidayat
Sumber :
  • Tangkapan Layar Youtube

tvOnenews.com - Umat muslim yang taat tentu menjauhi apa yang menjadi larangan dan mengamalkan perintah Allah SWT. 

Pada umumnya, orang yang memahami agamanya, taat pada Allah SWT, mengamalkan perintahnya, rajin beribadah, dan menjaga shalatnya, tidak mungkin berbuat maksiat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, bagaimana jika seseorang yang telah mengamalkan perintah-Nya masih saja tergoda dengan berbuat maksiat? Meski seseorang memiliki kepribadian yang baik, rajin shalat, tapi otaknya mesum

Berkaitan dengan hal ini, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan dalam dakwahnya mengenai seseorang yang rajin beribadah dan menunaikan shalat tidak mungkin berbuat maksiat.

Pasalnya menurut Ustaz Adi Hidayat, Allah SWT memberikan sebuah perisai kepada hambanya yang rajin melaksanakan ibadah yang bisa menjauhkan dirinya dari perbuatan maksiat.

“Semua orang baik itu sumber kebaikannya terbebas dari dua (faktor) ini. Di keburukan itu cuma ada dua, kalau bukan Fahsya pasti Munkar,” ungkap Ustaz Adi Hidayat dalam kanal YouTube Audio Dakwah.

Ustaz Adi Hidayat menerangkan kalau segala perbuatan yang bersumber dari syahwat merupakan fahsya, seperti pornografi, pornoaksi dan juga LGBT.

"Fahsya itu keburukan yang bersumber dari syahwat seperti, pornografi, pornoaksi LGBT, yang jorok-jorok yang kotor itu Fahsya namanya," kata Ustaz Adi Hidayat. 

Maka ketika ada seorang muslim yang rajin beribadah, selalu menunaikan shalat sangatlah tidak mungkin terjerumus kedalam dosa fahsya ini. Hal tersebut lantaran Allah SWT memberikan perisai pada mereka dari perbuatan Fahsya.

"Nih, nggak usah jauh-jauh kalau salat kita benar, lihat gambar di handphone buka misalnya lihat berita tiba-tiba ada gambar yang tidak elok, itu kalau salat kita benar dalam hati kita ada yang disebut dengan burhan namanaya, itu perisai dari Allah SWT untuk terhindar dari perbuatan Fahsya' lanjut Ustaz Adi Hidayat. 

"Makanya orang-orang yang shalatnya bagus itu pasti sinyal burhan nya kuat. Semakin banyak shalatnya semakin tinggi kualitasnya, bahkan jangankan yang fardhu, salat sunnah, tahajud dikerjakan, shalat dhuha dilakukan, rawatib tidak pernah tinggal, tidak akan tergoda oleh Fahsya," sambungnya.

Ustaz Adi hidayat mengatakan, ketika ada seseorang yang diketahui rajin beribadah, melaksanakan shalat namun masih terjebak dengan kemaksiatan, maka ada yang salah dalam ibadahnya, ada yang keliru karena mustahil orang yang beribadah berbuat maksiat. 

Pornografi atau film porno sendiri menjadi salah satu dampak buruk dari perkembangan teknologi dan informasi yang saat ini dianggap semakin memudahkan kehidupan manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tayangan pornografi atau film porno sendiri dibuat untuk memuaskan nafsu serta fantasi seksual untuk sebagian orang. Bahkan saat ini, ternyata film porno termasuk salah satu hiburan yang banyak dikonsumsi masyarakat lewat internet.

Ada banyak sekali dampak buruk dari film porno bagi kesehatan pikiran dan juga fisik seseorang, yang lebih parah menonton film porno ternyata dapat menyebabkan kecanduan. (akg/kmr)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti senilai Rp 40,5 miliar di kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi dikabarkan di ujung tanduk. Inara mengaku siap berpisah jika suaminya kembali ke istri sahnya, Wardatina Mawa.
Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai kondisi perpolitikan Indonesia di tahun 2026 masih dalam kategori stabil.

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT